Top 10 Strange Phenomena of the Mind
1. Deja vu
Deja vu adalah pengalaman tertentu akan sesuatu yang sedang berlangsung di mana anda sudah mengalaminya atau melihat situasi baru itu sebelumnya - anda merasa seolah-olah peristiwa telah terjadi atau sedang mengulanginya. Pengalaman itu biasanya disertai oleh perasaan yang kuat seperti sudah mengenal dan suatu perasaan berupa kengerian, asing, atau aneh. Pengalaman "yang sebelumnya" ini biasanya berhubungan dengan mimpi, tetapi kadang-kadang ada suatu perasaan pasti bahwa itu sudah terjadi di masa lalu.
2. Deja Vecu
Deja Vecu (Dibaca deya vay-koo) adalah apa yang dialami banyak orang ketika mereka berpikir sedang mengalami deja vu. Deja vu adalah perasaan telah melihat sesuatu sebelumnya, sedangkan deja vecu adalah pengalaman setelah melihat suatu peristiwa sebelumnya, tapi hanya di dalam detil yang besar - seperti mengenali bau-bauan dan bunyi-bunyian. Hal ini juga biasanya disertai oleh suatu perasaan yang sangat kuat akan pengetahuan sesuatu yang akan datang kemudian. Pengalaman yang pernah terjadi - tidak hanya mengenal apa yang akan datang berikutnya - tetapi juga mampu mengatakan kepada orang di sekitar apa yang akan datang itu, dan biasanya itu adalah benar. Ini sangat aneh dan sensasi yang tidak bisa dijelaskan.
3. Deja Visite
Deja Visite adalah pengalaman yang hanya sedikit orang mengalaminya di mana melibatkan suatu pengetahuan gaib akan suatu tempat yang baru. Sebagai contoh, anda mungkin pernah mengetahui jalur jalan di suatu kota yang baru anda datangi atau pemandangannya meskipun tidak pernah ke sana sebelumnya, dan anda yakin mustahil mempunyai pengetahuan tentang itu. Kalau Deja Visite tentang hubungan-hubungan geografis dan ruang, selagi Deja Vecu adalah tentang kejadian-kejadian sementara waktu.
Nathaniel Hawthorne menulis tentang sebuah pengalaman seperti ini di dalam bukunya "Our Old Home" di mana dia mengunjungi sebuah benteng yang sudah hancur dan mempunyai pengetahuan lengkap mengenai denah tata letaknya. Ia kemudiannya mampu melacak pengalaman itu dalam sebuah puisi karangan Alexander Pope yang dibacanya beberapa tahun kemudian. Puisi itu menggambarkan keadaan benteng itu dengan akurat persis seperti yang diketahuinya.
4. Deja Senti
Deja Senti adalah fenomena akan sesuatu yang pernah dirasakan. Hal ini eksklusif sebuah fenomena kejiwaan dan jarang menetap di dalam ingatan anda setelah itu. Di dalam kata-kata dari orang setelah mengalaminya adalah: "Apa yang menjadi perhatian adalah apa yang sudah diperhatikan sebelumnya, dan sungguh sudah dikenal, tetapi sudah dilupakan untuk sementara waktu, dan sekarang merasa puas seakan-akan hal itu telah diingat kembali.
Kemampuan mengingat itu selalu dimulai dengan suara orang lain, atau oleh perkataan dari pikiranku sendiri, atau dengan apa yang kubaca dan perkataan jiwa. Aku pikir selama keadaan tidak normal aku berkata-kata secara umum beberapa kalimat sederhana seperti ‘Oh, ya. Aku mengerti’, ‘Tentu saja, aku ingat’, dan lain-lain, hanya satu atau dua menit kemudian aku dapat mengingat kembali semuanya, dengan tidak memerlukan kata-kata maupun pemikiran yang dinyatakan dengan lisan untuk menimbulkan ingatan. Aku hanya mendapatkan bahwa perasaan itu serupa dengan apa yang sudah kurasakan sebelumnya di dalam kondisi tidak normal seperti itu.”
Anda berpikir baru saja mengucapkannya, tetapi anda juga menyadari bahwa sesungguhnya tidak mengucapkan suatu kata pun.
5. Jamais Vu
Jamais vu (tidak pernah melihat) digambarkan sebagai sebuah situasi sudah pernah dikenal tapi tidak bisa mengenali. Hal itu sering dianggap sebagai kebalikan dari deja vu dan menimbulkan perasaan ngeri dan takut. Anda tidak mengenali sebuah situasi meskipun anda mengetahui secara rasional bahwa anda telah berada di dalam situasi itu sebelumnya. Secara umum dapat dijelaskan ketika seseorang beberapa saat tidak mengenali seseorang, kata, atau tempat yang sebetulnya sudah diketahuinya. Ini menjadikan orang percaya bahwa jamais vu merupakan sejenis gejala dari kelelahan otak.
6. Presque Vu
Presque vu sering diungkapkan dengan kata-kata, "serasa sudah di ujung lidah" - merupakan perasaan yang kuat bahwa anda akan mendapatkan petunjuk atau ilham akan apa yang terlupa, tapi tidak pernah datang. Istilah "presque vu" artinya "hampir melihat". Sensasi presque vu dapat sangat mengacaukan perasaan dan pikiran, dan seringkali orang sudah tidur dibuatnya.
7. L’esprit de l’Escalier
L'esprit de l'escalier (lelucon di tangga rumah) adalah rasa untuk berpikir suatu komentar balasan yang cerdas ketika hal itu sudah terlambat untuk disampaikan. Ungkapan itu dapat digunakan untuk menguraikan tentang komentar balasan yang cepat terhadap penghinaan, atau setiap komentar pintar dan jenaka, walaupun kedatangannya sudah terlambat dan tidak berguna lagi diumpamakan kita berpikir ketika sudah berada di atas tangga meninggalkan suatu kejadian. Sebuah kata dari bahasa Jerman “treppenwitz” digunakan untuk maksud yang sama.
Ungkapan yang terdekat di dalam bahasa Inggris untuk menguraikan situasi ini adalah "being wise after the event” atau menjadi bijaksana setelah kejadian. Peristiwa itu biasanya disertai oleh perasaan penyesalan karena tidak terpikirkan sebelumnya untuk memberikan komentar balasan yang cepat di saat diperlukan. Tapi mungkin lebih bijaksana kalau kita berpikir bahwa balasan itu mungkin bisa merunyamkan hubungan. Tuhan menyintai orang yang sabar dan menahan diri.
8. Capgras Delusion
Capgras delusion adalah fenomena di mana seseorang percaya bahwa sahabat karib atau keluarganya sudah berganti identitas seperti seorang penipu. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan kuno bahwa bayi-bayi telah dicuri dan digantikan oleh peri penculik anak dalam dongeng-dongeng di abad pertengahan, seperti juga khayalan modern mengenai makhluk asing atau alien yang mengambil alih tubuh dari orang-orang di bumi untuk dijadikan sekutu mereka. Khayalan ini ditemukan paling umum pada pasien berpenyakit jiwa, tetapi tidak menutup kemungkinan itu juga sudah mengacaukan pikiran anda.
9. Fregoli Delusion
Fregoli Delusion adalah fenomena otak yang jarang terjadi, di mana seseorang mempercayai bahwa orang-orang yang berbeda, sesungguhnya adalah orang yang sama yang sedang menyamar. Hal itu sering dihubungkan dengan paranoid dan kepercayaan bahwa orang yang menyamar itu sedang berusaha untuk menganiaya dirinya. Kondisi itu diberi nama seperti aktor Italia, Leopoldo Fregoli yang terkenal dengan kemampuannya untuk merubah diri secara cepat selama penampilannya aktingnya. Laporan pertama di 1927 dalam sebuah studi kasus pada seorang wanita berusia 27 tahun yang percaya dia sedang dianiaya oleh dua yang aktor yang sering dilihatnya di sebuah teater. Dia percaya kalau orang-orang ini "mengejarnya terus-menerus dengan berubah wujud seperti orang-orang yang dikenalnya”.
10. Prosopagnosia
Prosopagnosia adalah fenomena di mana seseorang tidak mampu mengenali wajah-wajah orang atau obyek yang seharusnya sudah dikenal. Orang-orang yang mengalami kekacauan ini biasanya mampu menggunakan perasaan lainnya untuk mengenali orang-orang, seperti bau parfum seseorang, bentuk atau gaya rambut, suara, atau bahkan gaya berjalan mereka. Suatu kasus yang klasik dari kekacauan ini dimuat dalam sebuah buku yang terbit tahun 1998 dan pernah ditampilkan dalam bentuk opera Michael Nyman berjudul "The man who mistook his wife for a hat” atau orang yang keliru akan istrinya karena topinya.
Believe it or not?
Rabu, Maret 11, 2009
Rabu, Maret 04, 2009
Penyakit Hati
PENYAKIT HATI
Dalam Islam, suci dan kotornya hati memiliki arti yang sangat penting. Hati yang suci dan hati yang kotor ikut menentukan tingkat keberimanan seseorang. Sebuah ungkapan yang sangat terkenal dari Rasulullah berbunyi:
“Iman seorang hamba tidaklah lurus sebelum lurus hatinya. Dan tidaklah lurus hatinya sebelum lurus lisannya.” Kalau hati seseorang kotor, atau bepenyakit, maka imannya menjadi menipis. Sementara kalau hati bersih, atau sehat, maka imannya menguat.
Tulisan yang banyak merujuk pada pandangan Ibnu Qayyim al-Jauzy ini akan mengungkap bagaimana tanda-tanda penyakit hati, sebab-sebab penyakit hati, dan upaya penyembuhannya.
Tanda-tanda Penyakit Hati:
Pada dasarnya ada dua tanda penyakit hati. Pertama, tidak merasa sakit dan tidak merasa menyesal atas dosa-dosa yang diperbuat dan tidak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Contonya adalah memakan uang rakyat tanpa merasa bersalah, menculik, menjarah, mengambil hak orang lain dengan tenang dan tanpa perasaan berdosa. Bahkan, kadang seseorang merasa bangga atas “prestasinya” melakukan sejumlah perbuatan dosa yang sesungguhnya sangat menjijikkan (misalkan: seorang laki-laki bangga telah menggauli sejumlah wanita dari Eropa, Afrika, Arab, Jepang, pribumi, dan sebagainya). Ada pula yang berbicara lantang tentang kebenaran walaupun dirinya sendiri menyimpang dari jalan kebenaran itu tanpa perasaan berdosa.
Kedua, condong kepada santapan ruhani yang mudharat (buruk) dan menghindari santapan ruhani yang bermanfaat (baik). Saat ada panggilan atau anjuran untuk mengikuti cara berpikir atau cara berperilaku yang buruk, mereka cepat dalam meresponnya. Sementara bila ada anjuran yang dapat menjadikan mereka lebih tinggi kualitas pribadinya, mereka cenderung menolaknya.
Sebab-sebab Penyakit Hati:
Tanda-tanda penyakit di atas terjadi karena ada beberapa sebab. Penyebab penyakit hati pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu kata-kata iseng, memandang sesuatu secara berlebihan, makan secara berlebih-lebihan, dan bergaul secara bebas.
Pertama, kata-kata iseng yang tidak berguna. Kata-kata iseng sangat mudah kita ucapkan dengan harapan orang menjadi tertarik dengan kata-kata kita. Padahal kata-kata iseng dapat menyebabkan tidak lurusnya hati manusia. Sebuah hadis yang disampaikan Anas bin Malik radhiyallahu anhu mengungkapkan bahwa Rasulullah bersabda: “Iman seorang hamba tidaklah lurus sebelum lurus hatinya. Dan tidaklah lurus hatinya sebelum lurus lisannya.”
Pembicaraan-pembicaraan yang tidak berguna menyebabkan hati menjadi menurun kualitasnya. Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu berkata: “Jangan kalian memper-banyak ucapan selain dzikrullah, karena banyak omongan itu menyebabkan kesatnya hati. Dan bahwa manusia yang paling jauh dari Allah Azza wa jalla adalah manusia yang berhati kesat kasar.” Maka, dapat disimpulkan bahwa kata-kata iseng dapat menyebabkan hati rentasng terhadap penyakit.
Kedua, memandang hal yang semestinya tidak dipandang. Di dunia ini ada hal-hal yang seharusnya dipandang, ada pula yang sebaiknya dipandang, di samping ada pula yang tidak boleh dipandang. Orang bijak mengatakan: “Antara hati dan mata ada tali penghubung. Bila mata rusak, maka rusaklah hati dan menjadikannya seperti keranjang sampah berisi tumpukan sampah dan macam-macam kotoran.” Pemandangan-pemandangan yang buruk memiliki pengaruh terhadap hati manusia. Kalau yang dipandang adalah hal-hal yang berbau pornografis, kekerasan (violence), pengrusakan (vandalism), dan agresivitas, maka hal-hal demikian dapat menyebabkan hati menjadi rusak kualitasnya. Sebagai contoh, kalau seseorang banyak menonton tontonan kekerasan, maka orang ini akan kehilangan kepekaan terhadap kekerasan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa paparan kekerasan yang berulang-ulang dapat menyebutnya ada penumpulan emosi yang selanjutnya mempengaruhi kemampuan empati terhadap penderitaan korban dalam kehidupan nyata dan menurunkan kesiapan untu menolong. Dalam hal seperti ini, ahli psikologi menyebutnya sebagai desensitisasi (desensitization). Dalam suatu eksperimen (Thomas dkk, 1977) ditemukan bahwa anak-anak dan mahasiswa menjadi tidak peka lagi terhadap penderitaan akibat akibat agresi dan kekerasa setelah menonton drama polisi yang penuh kekasaran. Karena terbiasa melihat kekejaman, mereka tidak lagi kasihan atau terkejut ketika melihat kekerasan dan kekejian.
Yang perlu diperhatikan oleh manusia adalah bahwa iblis dapat menjadikan sesuatu yang sesunguhnya buruk tampak seperti sesuatu yang baik dan indah. Hal ini difirmankan Allah Azza wa jalla dalam al-Qur’an. Sebagai misal, pornografi adalah hal yang buruk, tapi ibadah menjadikan pemandangan ini sebagai sesuatu yang tampak indah.
Oleh karena Allah Azza wa jalla menganjurkan kepada manusia agar menunduk-kan pandangannya. Dalam al-Qur’an Surat an-Nur ayat 30, Allah Azza wa jalla berfirman: “Katakanlah kepada orang yang beriman supaya mereka menundukkan pandangannya (dari melihat yang terlarang) dan menjaga kehormatannya. Itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Mengetahui apa-apa yang mereka lakukan.”
Ketiga, makan secara berlebih-lebihan. Segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik. Kalau seseorang makan secara cukup, maka itu akan menjadikannya tetap sehat. Sementara kalau seseorang makan secara berlebihan, maka secara fisik ia akan dirugikan, yaitu hadirnya kegemukan (obesity). Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi manusia beberapa suapan saja untuk menegakkan punggungnya. Jika tidak mungkin demikian, maka hendaklah sepertiga dari perutnya diisi dengan makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk pernapasan.”
Keempat, adalah bergaul atau berkawan secara bebas. Sudah sangat disadari bahwa lingkungan yang baik akan menjadikan kita baik. Sebaliknya, kawan atau sahabat yang berkarakter buruk akan menjadikan kita buruk. Pesan yang disampaikan Rasulullah “bergaullah dengan orang yang saleh” mengisyaratkan bahwa orang yang baik akan memberi pengaruh baik pada kita. Sebaliknya, kalau kawan buruk, maka kita bisa terpengaruh dengannya, yaitu kita menjadi mudah berpikir dan berperilaku buruk. Mengapa demikian? Salah satu kemungkinannya adalah adanya kecenderungan dalam diri manusia untuk bersikap konformis atau bersikap seragam dengan orang-orang yang ada di sekitarnnya. Hal ini didasari oleh pertimbangan bahwa setiap orang ingin diterima oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Maka, cara yang ditempuh orang dalam berbagai situasi adalah mengikuti pola yang dikembangkan oleh kelompok atau pola yang dikembangkan orang lain, bahkan biarpun hal itu tidak kita setujui. Contoh esktrim yang dapat kita angkat adalah kesediaan orang Indonesia selama 32 tahun mengikuti sistem politik otoriter yang digariskan Soeharto. Kita menyesuaikan diri untuk menjadi orang Indonesia yang taat kepada pemerintah, tetapi hal itu menjadikan kita sulit untuk memilih yang sungguh-sungguh benar menurut keyakinan kita.
Cara Menyembuhkan Penyakit Hati:
Ada beberapa cara penyembuhan penyakit hati. Pertama, dzikrullah. Yaitu memperbanyak dzikir kepada Allah. Dalam ayat suci al-Qur’an, Allah menandaskan bahwa kalau seseorang banyak berdzikir, maka akan tenanglah hati seseorang. Dzikir itu sendiri dapat dibaca dalam segala situasi, yaitu ketika berdiri, duduk, dan terlentang. Adapun dzikir-dzikir yang bisa dijadikan contoh adalah Subhanallah, wa Alhamdulillah. La Ilaha Illallah, Allahu Akbar, La haula wa la quwwata illah billah.
Kedua, tilawatil qur’an. Dengan memperbanyak al-Qur’an, kita memperbanyak pahala. Pahala bagaikan air yang dapat menghapus kotoran atau penyakit yang ada dalam diri seseorang.
Ketiga, istighfar. Istighfar adalah salah satu bentuk pertaubatan. Pada dasarnya, kalau seseorang beristighfar, seseorang menilai dirinya dalam keadaan bermasalah atau dalam keadaan salah.
Keempat, doa. Doa melambangkan adanya harapan (hope) dalam diri seseorang. Dalam Islam diterangkan bahwa kalau seseorang berdoa, dia menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat diharapkan. Kelima, shalawat nabi. Keenam, qiyamul lail. Yaitu, terbangun di waktu malam untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa jalla.
Penulis: H. Fuad Nashori
Dalam Islam, suci dan kotornya hati memiliki arti yang sangat penting. Hati yang suci dan hati yang kotor ikut menentukan tingkat keberimanan seseorang. Sebuah ungkapan yang sangat terkenal dari Rasulullah berbunyi:
“Iman seorang hamba tidaklah lurus sebelum lurus hatinya. Dan tidaklah lurus hatinya sebelum lurus lisannya.” Kalau hati seseorang kotor, atau bepenyakit, maka imannya menjadi menipis. Sementara kalau hati bersih, atau sehat, maka imannya menguat.
Tulisan yang banyak merujuk pada pandangan Ibnu Qayyim al-Jauzy ini akan mengungkap bagaimana tanda-tanda penyakit hati, sebab-sebab penyakit hati, dan upaya penyembuhannya.
Tanda-tanda Penyakit Hati:
Pada dasarnya ada dua tanda penyakit hati. Pertama, tidak merasa sakit dan tidak merasa menyesal atas dosa-dosa yang diperbuat dan tidak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Contonya adalah memakan uang rakyat tanpa merasa bersalah, menculik, menjarah, mengambil hak orang lain dengan tenang dan tanpa perasaan berdosa. Bahkan, kadang seseorang merasa bangga atas “prestasinya” melakukan sejumlah perbuatan dosa yang sesungguhnya sangat menjijikkan (misalkan: seorang laki-laki bangga telah menggauli sejumlah wanita dari Eropa, Afrika, Arab, Jepang, pribumi, dan sebagainya). Ada pula yang berbicara lantang tentang kebenaran walaupun dirinya sendiri menyimpang dari jalan kebenaran itu tanpa perasaan berdosa.
Kedua, condong kepada santapan ruhani yang mudharat (buruk) dan menghindari santapan ruhani yang bermanfaat (baik). Saat ada panggilan atau anjuran untuk mengikuti cara berpikir atau cara berperilaku yang buruk, mereka cepat dalam meresponnya. Sementara bila ada anjuran yang dapat menjadikan mereka lebih tinggi kualitas pribadinya, mereka cenderung menolaknya.
Sebab-sebab Penyakit Hati:
Tanda-tanda penyakit di atas terjadi karena ada beberapa sebab. Penyebab penyakit hati pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu kata-kata iseng, memandang sesuatu secara berlebihan, makan secara berlebih-lebihan, dan bergaul secara bebas.
Pertama, kata-kata iseng yang tidak berguna. Kata-kata iseng sangat mudah kita ucapkan dengan harapan orang menjadi tertarik dengan kata-kata kita. Padahal kata-kata iseng dapat menyebabkan tidak lurusnya hati manusia. Sebuah hadis yang disampaikan Anas bin Malik radhiyallahu anhu mengungkapkan bahwa Rasulullah bersabda: “Iman seorang hamba tidaklah lurus sebelum lurus hatinya. Dan tidaklah lurus hatinya sebelum lurus lisannya.”
Pembicaraan-pembicaraan yang tidak berguna menyebabkan hati menjadi menurun kualitasnya. Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu berkata: “Jangan kalian memper-banyak ucapan selain dzikrullah, karena banyak omongan itu menyebabkan kesatnya hati. Dan bahwa manusia yang paling jauh dari Allah Azza wa jalla adalah manusia yang berhati kesat kasar.” Maka, dapat disimpulkan bahwa kata-kata iseng dapat menyebabkan hati rentasng terhadap penyakit.
Kedua, memandang hal yang semestinya tidak dipandang. Di dunia ini ada hal-hal yang seharusnya dipandang, ada pula yang sebaiknya dipandang, di samping ada pula yang tidak boleh dipandang. Orang bijak mengatakan: “Antara hati dan mata ada tali penghubung. Bila mata rusak, maka rusaklah hati dan menjadikannya seperti keranjang sampah berisi tumpukan sampah dan macam-macam kotoran.” Pemandangan-pemandangan yang buruk memiliki pengaruh terhadap hati manusia. Kalau yang dipandang adalah hal-hal yang berbau pornografis, kekerasan (violence), pengrusakan (vandalism), dan agresivitas, maka hal-hal demikian dapat menyebabkan hati menjadi rusak kualitasnya. Sebagai contoh, kalau seseorang banyak menonton tontonan kekerasan, maka orang ini akan kehilangan kepekaan terhadap kekerasan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa paparan kekerasan yang berulang-ulang dapat menyebutnya ada penumpulan emosi yang selanjutnya mempengaruhi kemampuan empati terhadap penderitaan korban dalam kehidupan nyata dan menurunkan kesiapan untu menolong. Dalam hal seperti ini, ahli psikologi menyebutnya sebagai desensitisasi (desensitization). Dalam suatu eksperimen (Thomas dkk, 1977) ditemukan bahwa anak-anak dan mahasiswa menjadi tidak peka lagi terhadap penderitaan akibat akibat agresi dan kekerasa setelah menonton drama polisi yang penuh kekasaran. Karena terbiasa melihat kekejaman, mereka tidak lagi kasihan atau terkejut ketika melihat kekerasan dan kekejian.
Yang perlu diperhatikan oleh manusia adalah bahwa iblis dapat menjadikan sesuatu yang sesunguhnya buruk tampak seperti sesuatu yang baik dan indah. Hal ini difirmankan Allah Azza wa jalla dalam al-Qur’an. Sebagai misal, pornografi adalah hal yang buruk, tapi ibadah menjadikan pemandangan ini sebagai sesuatu yang tampak indah.
Oleh karena Allah Azza wa jalla menganjurkan kepada manusia agar menunduk-kan pandangannya. Dalam al-Qur’an Surat an-Nur ayat 30, Allah Azza wa jalla berfirman: “Katakanlah kepada orang yang beriman supaya mereka menundukkan pandangannya (dari melihat yang terlarang) dan menjaga kehormatannya. Itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Mengetahui apa-apa yang mereka lakukan.”
Ketiga, makan secara berlebih-lebihan. Segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik. Kalau seseorang makan secara cukup, maka itu akan menjadikannya tetap sehat. Sementara kalau seseorang makan secara berlebihan, maka secara fisik ia akan dirugikan, yaitu hadirnya kegemukan (obesity). Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi manusia beberapa suapan saja untuk menegakkan punggungnya. Jika tidak mungkin demikian, maka hendaklah sepertiga dari perutnya diisi dengan makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk pernapasan.”
Keempat, adalah bergaul atau berkawan secara bebas. Sudah sangat disadari bahwa lingkungan yang baik akan menjadikan kita baik. Sebaliknya, kawan atau sahabat yang berkarakter buruk akan menjadikan kita buruk. Pesan yang disampaikan Rasulullah “bergaullah dengan orang yang saleh” mengisyaratkan bahwa orang yang baik akan memberi pengaruh baik pada kita. Sebaliknya, kalau kawan buruk, maka kita bisa terpengaruh dengannya, yaitu kita menjadi mudah berpikir dan berperilaku buruk. Mengapa demikian? Salah satu kemungkinannya adalah adanya kecenderungan dalam diri manusia untuk bersikap konformis atau bersikap seragam dengan orang-orang yang ada di sekitarnnya. Hal ini didasari oleh pertimbangan bahwa setiap orang ingin diterima oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Maka, cara yang ditempuh orang dalam berbagai situasi adalah mengikuti pola yang dikembangkan oleh kelompok atau pola yang dikembangkan orang lain, bahkan biarpun hal itu tidak kita setujui. Contoh esktrim yang dapat kita angkat adalah kesediaan orang Indonesia selama 32 tahun mengikuti sistem politik otoriter yang digariskan Soeharto. Kita menyesuaikan diri untuk menjadi orang Indonesia yang taat kepada pemerintah, tetapi hal itu menjadikan kita sulit untuk memilih yang sungguh-sungguh benar menurut keyakinan kita.
Cara Menyembuhkan Penyakit Hati:
Ada beberapa cara penyembuhan penyakit hati. Pertama, dzikrullah. Yaitu memperbanyak dzikir kepada Allah. Dalam ayat suci al-Qur’an, Allah menandaskan bahwa kalau seseorang banyak berdzikir, maka akan tenanglah hati seseorang. Dzikir itu sendiri dapat dibaca dalam segala situasi, yaitu ketika berdiri, duduk, dan terlentang. Adapun dzikir-dzikir yang bisa dijadikan contoh adalah Subhanallah, wa Alhamdulillah. La Ilaha Illallah, Allahu Akbar, La haula wa la quwwata illah billah.
Kedua, tilawatil qur’an. Dengan memperbanyak al-Qur’an, kita memperbanyak pahala. Pahala bagaikan air yang dapat menghapus kotoran atau penyakit yang ada dalam diri seseorang.
Ketiga, istighfar. Istighfar adalah salah satu bentuk pertaubatan. Pada dasarnya, kalau seseorang beristighfar, seseorang menilai dirinya dalam keadaan bermasalah atau dalam keadaan salah.
Keempat, doa. Doa melambangkan adanya harapan (hope) dalam diri seseorang. Dalam Islam diterangkan bahwa kalau seseorang berdoa, dia menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat diharapkan. Kelima, shalawat nabi. Keenam, qiyamul lail. Yaitu, terbangun di waktu malam untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa jalla.
Penulis: H. Fuad Nashori
Sirnanya Kecerdasan Hati
Sirnanya Kecerdasan Hati
Oleh Ahmad Syafii Maarif
Adalah filosuf Prancis Rene Descartes (1596-1650) dengan postulat cogito, ergo sum-nya yang terkenal yang menjadi pilar utama bagi perkembangan ilmu dan dunia modern.
Terjemahan bahasa Indonesia postulat ini adalah: Saya berpikir, karena itu saya ada. Dengan postulat ini apa yang kemudian dikenal dengan 'Kecerdasan Intelektual' (KI) atau 'Kecerdasan Otak' (KO) menjadi sangat dominan. Sebagai seorang yang pernah dididik dalam lingkungan Katolik, Descartes masih mempercayai eksistensi Tuhan sebagai pencipta dua kelas substansi yang membentuk keseluruhan realitas. Satu kelas adalah substansi berpikir, atau minda (minds), dan yang lain adalah substansi yang diperluas (extended substances), atau benda/raga (bodies). Menurut Descartes, minda sebagai kekuatan berpikir merupakan prasyarat bagi keberadaan manusia. Dengan kata lain, manusia yang tidak berpikir sama saja dengan tidak ada.
Dampak postulat ini terhadap perkembangan ilmu dan teknologi modern sungguh dahsyat. Alam tidak saja untuk dijinakkan, tetapi sekaligus ditaklukkan dengan segala akibatnya bagi lingkungan hidup manusia yang semakin kehilangan keseimbangan. Apa yang dikenal dengan bencana alam sebagian disebabkan oleh kerakusan manusia dalam mengeksploitasinya sampai batas-batas yang sangat jauh. Jika demikian, semata bergantung dan berpedoman kepada KI atau KO sama sekali tidak memadai. Dunia modern ternyata tidak semakin ramah. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan bentuk kecerdasan lain yang dapat membuahkan kearifan, simpati, empati, dan rasa tanggung jawab yang seluruhnya bertahta dalam domain 'Kecerdasan Hati' (KH). Psikologi dan kajian keagamaan modern umumnya menggunakan ungkapan 'Kecerdasan Emosional' (KE) dan 'Kecerdasan Spiritual' (KS). Resonansi ini menawarkan istilah lain dengan substansi yang tidak jauh berbeda berupa KH.
Untuk menghemat ruang, saya tidak akan larut dalam berbagai teori tentang kecerdasan ini. Saya ingin segera turun ke dunia perpolitikan Indonesia kontemporer yang tampaknya telah semakin kehilangan KH. Saya mengamati bahwa prinsip pragmatisme politik telah menjadi acuan prilaku harian sebagian besar politisi kita. Sedikit sekali di antara elite yang sedang menguasai panggung wacana sekarang ini yang secara serius mengaitkan langkah-langkah strategisnya dalam bingkai yang lebih luas: kepentingan masa depan yang jauh dari bangsa dan negara ini. Kritik terhadap prilaku yang tidak sehat ini hampir saban hari kita ikuti dalam berbagai media cetak dan elektronik, tetapi pengarunya tidak kunjung terasa dalam peningkatan kualitas perpolitikan kita. Padahal, demokrasi Indonesia yang banyak dipuji pengamat luar itu bisa saja gagal memberi keadilan dan kesejahteraan kepada rakyat banyak, jika para pemainnya sunyi dari KH. Sirnanya KH dalam cara kita mengurus masyarakat, bangsa, dan negara pasti akan berbuntut panjang yang sarat risiko: masa depan Indonesia telah diperjudikan dengan cara yang latah.
Siapa di antara kita yang masih risau dengan kenyataan bahwa kedaulatan bangsa dan negara ini telah semakin digerogoti oleh pihak asing melalui berbagai cara dan agen-agen domestiknya? Di mana kini nasionalisme yang dulu sangat anti penindasan, eksploitasi, dan diskriminasi? Tersisa berapa persen dari pemimpin sekarang ini yang masih sadar akan makna sentralnya alinea pertama UUD 1945: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.
Dengan penjualan aset-aset negara secara besar-besaran kepada pihak asing secara tidak bertanggung jawab, bukankah itu sama artinya dengan membiarkan batang leher kita digorok oleh sistem penjajahan yang dulu menjadi musuh utama nasionalisme Indonesia?
Dari domain KH-lah terutama, bukan dari domain-domain lain-lain, mengalirnya kearifan, rasa tanggung jawab, kesediaan belajar dari kekurangan dan kegagalan masa lampau untuk segera diperbaiki. Politik yang tunakearifan dan tunarasa tanggung jawab jelas akan semakin menjauhkan bangsa ini dari realisasi cita-cita luhurnya yang telah dirumuskan dengan bijak oleh para tokoh pergerakan nasional. Kesimpulannya: harus muncul kekuatan-kekuatan sipil guna terus menghidupkan kepekaan sejarah dan rasa tanggung jawab secara sungguh-sungguh demi melawan tarikan pragmatisme politik di tengah-tengah kesunyian KH.
http://republika.co.id/koran/28
Oleh Ahmad Syafii Maarif
Adalah filosuf Prancis Rene Descartes (1596-1650) dengan postulat cogito, ergo sum-nya yang terkenal yang menjadi pilar utama bagi perkembangan ilmu dan dunia modern.
Terjemahan bahasa Indonesia postulat ini adalah: Saya berpikir, karena itu saya ada. Dengan postulat ini apa yang kemudian dikenal dengan 'Kecerdasan Intelektual' (KI) atau 'Kecerdasan Otak' (KO) menjadi sangat dominan. Sebagai seorang yang pernah dididik dalam lingkungan Katolik, Descartes masih mempercayai eksistensi Tuhan sebagai pencipta dua kelas substansi yang membentuk keseluruhan realitas. Satu kelas adalah substansi berpikir, atau minda (minds), dan yang lain adalah substansi yang diperluas (extended substances), atau benda/raga (bodies). Menurut Descartes, minda sebagai kekuatan berpikir merupakan prasyarat bagi keberadaan manusia. Dengan kata lain, manusia yang tidak berpikir sama saja dengan tidak ada.
Dampak postulat ini terhadap perkembangan ilmu dan teknologi modern sungguh dahsyat. Alam tidak saja untuk dijinakkan, tetapi sekaligus ditaklukkan dengan segala akibatnya bagi lingkungan hidup manusia yang semakin kehilangan keseimbangan. Apa yang dikenal dengan bencana alam sebagian disebabkan oleh kerakusan manusia dalam mengeksploitasinya sampai batas-batas yang sangat jauh. Jika demikian, semata bergantung dan berpedoman kepada KI atau KO sama sekali tidak memadai. Dunia modern ternyata tidak semakin ramah. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan bentuk kecerdasan lain yang dapat membuahkan kearifan, simpati, empati, dan rasa tanggung jawab yang seluruhnya bertahta dalam domain 'Kecerdasan Hati' (KH). Psikologi dan kajian keagamaan modern umumnya menggunakan ungkapan 'Kecerdasan Emosional' (KE) dan 'Kecerdasan Spiritual' (KS). Resonansi ini menawarkan istilah lain dengan substansi yang tidak jauh berbeda berupa KH.
Untuk menghemat ruang, saya tidak akan larut dalam berbagai teori tentang kecerdasan ini. Saya ingin segera turun ke dunia perpolitikan Indonesia kontemporer yang tampaknya telah semakin kehilangan KH. Saya mengamati bahwa prinsip pragmatisme politik telah menjadi acuan prilaku harian sebagian besar politisi kita. Sedikit sekali di antara elite yang sedang menguasai panggung wacana sekarang ini yang secara serius mengaitkan langkah-langkah strategisnya dalam bingkai yang lebih luas: kepentingan masa depan yang jauh dari bangsa dan negara ini. Kritik terhadap prilaku yang tidak sehat ini hampir saban hari kita ikuti dalam berbagai media cetak dan elektronik, tetapi pengarunya tidak kunjung terasa dalam peningkatan kualitas perpolitikan kita. Padahal, demokrasi Indonesia yang banyak dipuji pengamat luar itu bisa saja gagal memberi keadilan dan kesejahteraan kepada rakyat banyak, jika para pemainnya sunyi dari KH. Sirnanya KH dalam cara kita mengurus masyarakat, bangsa, dan negara pasti akan berbuntut panjang yang sarat risiko: masa depan Indonesia telah diperjudikan dengan cara yang latah.
Siapa di antara kita yang masih risau dengan kenyataan bahwa kedaulatan bangsa dan negara ini telah semakin digerogoti oleh pihak asing melalui berbagai cara dan agen-agen domestiknya? Di mana kini nasionalisme yang dulu sangat anti penindasan, eksploitasi, dan diskriminasi? Tersisa berapa persen dari pemimpin sekarang ini yang masih sadar akan makna sentralnya alinea pertama UUD 1945: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.
Dengan penjualan aset-aset negara secara besar-besaran kepada pihak asing secara tidak bertanggung jawab, bukankah itu sama artinya dengan membiarkan batang leher kita digorok oleh sistem penjajahan yang dulu menjadi musuh utama nasionalisme Indonesia?
Dari domain KH-lah terutama, bukan dari domain-domain lain-lain, mengalirnya kearifan, rasa tanggung jawab, kesediaan belajar dari kekurangan dan kegagalan masa lampau untuk segera diperbaiki. Politik yang tunakearifan dan tunarasa tanggung jawab jelas akan semakin menjauhkan bangsa ini dari realisasi cita-cita luhurnya yang telah dirumuskan dengan bijak oleh para tokoh pergerakan nasional. Kesimpulannya: harus muncul kekuatan-kekuatan sipil guna terus menghidupkan kepekaan sejarah dan rasa tanggung jawab secara sungguh-sungguh demi melawan tarikan pragmatisme politik di tengah-tengah kesunyian KH.
http://republika.co.id/koran/28
Tujuan Sukses
Alhamdulillah beberapa hari lalu aku mendapatkan email dari seorang sahabat yang menjadi pengingat bagiku untuk belajar menikmati hidup dengan senantiasa melafalkan basmallah dalam setiap gerak, langkah, perasaan dan pemikiranku. Terimkasih banyak Pak Erwin Arianto. Berikut adalah tulisan beliau. Lugas dan apa adanya.
Selesai sholat tahajud teringat perbincangan dengan sahabat tentang tujuan hidup manusia, sempat merenung sejenak tentang tujuan sukses saat itu, setiap manusia pasti mendambakan sebuah kesuksesan dalam dirinya, entah sukses apa yang dikejarnya, karena setiap orang memiliki mimpi yang berbeda, tetapi tujuanya adalah sebuah kesuksesan, entah itu sukses dalam karir, sukses dalam rumah tangga, sukses memulai usaha, sukses mencari kerja, sukses mencari pasangan hidup, pokoknya sukses dalam segala hal.
langkah awal yang perlu dilakukan orang untuk menggapai sukses adalah menetapkan tujuan yang jelas banyak orang mengerjakan sesuatu tapi tak mendapat kesuksesan hanya karena tujuan yang kurang jelas. Banyak orang tak merancang tujuan karena mereka bahkan tak punya gagasan dari mana harus memulainya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, berikut beberapa tips yang akan dapat membantu Anda untuk menemukan dari mana harus memulai merancang tujuan, sehingga tidak tahu apa yang harus dikerjakanya.
Tujuan merupakan penjabaran keinginan yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu tertentu dan bersifat idealistmengandung dan keinginan yang kuat untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik, yang akan menjadi arah perjalanan hidup dengan berdasarkan mimpikita untuk menjadi sebuah kenyataan, yang jelas dan terkonsep dengan nyata, menjadi tindakan-tindakan yang harus diambil, dan dijabarkan dalam keinginan pencapaian-pencapai an yang harus dicapai dalam menggapai sukses yang diinginkan. Pencapaian tujuan agar efektif, harus bersifat spesifik, dapat dilaksanakan, dapat diukur, menantang namun dapat dicapai dan berorientasi pada hasil yang diharapkan seseorang.
Terkdang orang sering salah mengartikan antara tujuan, dengan impian atau harapan. kita harus membedakan antara tujuan dengan Impian dan harapan tidak lebih dari keinginan. Keinginan itu lemah. Keinginan itu kuat bila didukung oleh arah, tekad, pengabdian, disiplin dan batas waktu. hal Inilah yang membedakan antara keinginan dan tujuan. Tujuan adalah impian dengan batas waktu tertentu dan rencana tindakan. Tujuan yang telah ditetapkan dapat bernilai maupun tidak bernilai. Keinginan yang kuatlah yang mengubah impian menjadi kenyataan, bukan harapan.
Apa yang harus anda lakukan dengan tujuan anda.
1. Renungkan tanyakan serta temukan Tujuan anda
Coba anda fikir secara dalam dan masak apa sih yang anda inginkan, cobalah tanayakn dalam keadaan yang nyaman saat benar-benar anda bisa berkomunikasi dengan diri anda sendiri. untuk menemukan tujuan anda, luangkan waktu untuk bermimpi tentang apa yang paling Anda inginkan, Anda ingin seperti apa, atau bahkan tentang apa yang ingin Anda miliki, apa yang akan anda capai.
2. Setelah menemukan beberapa tujuan atau keinginan tulis semua dalam sebuah catatan anda
Setelah mendapatkan impian anda coba ambil kertas atau sebuah agenda tulis semua yang anda inginkan, masukan semua keinginan anda. Jangan takut tulis apa saja yang anda mau, tidak ada batasan hanya anda yang mengetahui diri anda, apa yang anda ingin capai.
3. Pilih tujuan yang tepat
Setelah anda mencatat semua yang anda inginkan tentang mimpi anda, cita-cita anda, keinginan anda, lihat kembali apa yang tertinggal. Setelah yakin semua tercatat saatnya anda pikirkan apakah keinginan itu dapat di capai dalam waktu tertentu, apakah keingin ini akan membawa pengaruh dalam hidup Anda. Apakah mencapai tujuan ini akan membuat Anda lebih bahagia daripada sekarang, jika ternyata impian ini tak membawa pengaruh positif dalam kehidupan Anda, mungkin seharusnya dikesampingkan atau anda coret dari daftar tujuan anda. ingat tujuan yang baiak akan membawa pengaruh positif dalam kehidupan dan dapat diukur perkiraan waktu pencapaianya, sehingga anda memiliki motivasi untuk mengejar dan mencapai semua tujuan ini, bukan cuma sebuah khayalan.
4. Buat Target Pencapaian
Setelah anda yakin dengan pilihan tujuan yang anda buat, kini saatnya dalam kertas anda, dalam buku catatan anda, untuk membuat rencana Rencanakan Bagaimana Cara Meraihnya, apa langkah-langkah yang anda harus lakukan, Pastikan tidak berlebihan dalam mengupayakan mewujudkannya. Anda membutuhkan manajemen dan motivasi untuk mewujudkanya, buat menjadi target-targer kecil yang harus dilakukan, catat hasil yang anda telah lakukan.
Setiap tujuan harus dievaluasi dengan mengujinya dan kesemuanya harus merupakan kesatuan yang harmonis. Tujuan tanpa tindakan adalah impian belaka. Tindakan mengubah impian menjadi tujuan. Bahkan meskipun kita gagal mencapainya, tidak akan membuat kita gagal. Penundaan bukan berarti kekalahan, melainkan kita harus merencanakan kembali bagaimana mencapainya. mengevaluasi apa langkah kita telah tepat.
Tujuan pasti akan terus membakar semangat dalam diri seseorang yang ingin mencapainya pada akhirnya akan membawa mereka menuju sukses yang dinginkan,Seberapa pun besarnya rintangan, kelemahan dan keadaan yang menghalangi jalan yang mereka tempuh untuk menemukan sukses yang dimpikan. pencapaian tersebut akan membuahkan hadiah bagi Anda, yaitu hasil-hasil usaha yang Anda banggakan dan mungkin dihargai orang banyak. Bekerja dengan sebuah tujuan bisa sangat dibedakan seperti membedakan kelemahan dan keistimewaan. Seperti membedakan benda memiliki isi dan hampa atau kosong. Ketika Anda tidak memiliki tujuan akhir, Anda bisa sangat seringkali merasakan hidup tanpa makna. Maka memiliki tujuan untuk sukses adalah sebuah langkah awal anda untuk menggapai sukses... Sudahkah anda memiliki tujuan....
" Tujuan adalah cahaya yang membimbing anda mengarungi perjalanan sukses Anda "
Selesai sholat tahajud teringat perbincangan dengan sahabat tentang tujuan hidup manusia, sempat merenung sejenak tentang tujuan sukses saat itu, setiap manusia pasti mendambakan sebuah kesuksesan dalam dirinya, entah sukses apa yang dikejarnya, karena setiap orang memiliki mimpi yang berbeda, tetapi tujuanya adalah sebuah kesuksesan, entah itu sukses dalam karir, sukses dalam rumah tangga, sukses memulai usaha, sukses mencari kerja, sukses mencari pasangan hidup, pokoknya sukses dalam segala hal.
langkah awal yang perlu dilakukan orang untuk menggapai sukses adalah menetapkan tujuan yang jelas banyak orang mengerjakan sesuatu tapi tak mendapat kesuksesan hanya karena tujuan yang kurang jelas. Banyak orang tak merancang tujuan karena mereka bahkan tak punya gagasan dari mana harus memulainya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, berikut beberapa tips yang akan dapat membantu Anda untuk menemukan dari mana harus memulai merancang tujuan, sehingga tidak tahu apa yang harus dikerjakanya.
Tujuan merupakan penjabaran keinginan yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu tertentu dan bersifat idealistmengandung dan keinginan yang kuat untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik, yang akan menjadi arah perjalanan hidup dengan berdasarkan mimpikita untuk menjadi sebuah kenyataan, yang jelas dan terkonsep dengan nyata, menjadi tindakan-tindakan yang harus diambil, dan dijabarkan dalam keinginan pencapaian-pencapai an yang harus dicapai dalam menggapai sukses yang diinginkan. Pencapaian tujuan agar efektif, harus bersifat spesifik, dapat dilaksanakan, dapat diukur, menantang namun dapat dicapai dan berorientasi pada hasil yang diharapkan seseorang.
Terkdang orang sering salah mengartikan antara tujuan, dengan impian atau harapan. kita harus membedakan antara tujuan dengan Impian dan harapan tidak lebih dari keinginan. Keinginan itu lemah. Keinginan itu kuat bila didukung oleh arah, tekad, pengabdian, disiplin dan batas waktu. hal Inilah yang membedakan antara keinginan dan tujuan. Tujuan adalah impian dengan batas waktu tertentu dan rencana tindakan. Tujuan yang telah ditetapkan dapat bernilai maupun tidak bernilai. Keinginan yang kuatlah yang mengubah impian menjadi kenyataan, bukan harapan.
Apa yang harus anda lakukan dengan tujuan anda.
1. Renungkan tanyakan serta temukan Tujuan anda
Coba anda fikir secara dalam dan masak apa sih yang anda inginkan, cobalah tanayakn dalam keadaan yang nyaman saat benar-benar anda bisa berkomunikasi dengan diri anda sendiri. untuk menemukan tujuan anda, luangkan waktu untuk bermimpi tentang apa yang paling Anda inginkan, Anda ingin seperti apa, atau bahkan tentang apa yang ingin Anda miliki, apa yang akan anda capai.
2. Setelah menemukan beberapa tujuan atau keinginan tulis semua dalam sebuah catatan anda
Setelah mendapatkan impian anda coba ambil kertas atau sebuah agenda tulis semua yang anda inginkan, masukan semua keinginan anda. Jangan takut tulis apa saja yang anda mau, tidak ada batasan hanya anda yang mengetahui diri anda, apa yang anda ingin capai.
3. Pilih tujuan yang tepat
Setelah anda mencatat semua yang anda inginkan tentang mimpi anda, cita-cita anda, keinginan anda, lihat kembali apa yang tertinggal. Setelah yakin semua tercatat saatnya anda pikirkan apakah keinginan itu dapat di capai dalam waktu tertentu, apakah keingin ini akan membawa pengaruh dalam hidup Anda. Apakah mencapai tujuan ini akan membuat Anda lebih bahagia daripada sekarang, jika ternyata impian ini tak membawa pengaruh positif dalam kehidupan Anda, mungkin seharusnya dikesampingkan atau anda coret dari daftar tujuan anda. ingat tujuan yang baiak akan membawa pengaruh positif dalam kehidupan dan dapat diukur perkiraan waktu pencapaianya, sehingga anda memiliki motivasi untuk mengejar dan mencapai semua tujuan ini, bukan cuma sebuah khayalan.
4. Buat Target Pencapaian
Setelah anda yakin dengan pilihan tujuan yang anda buat, kini saatnya dalam kertas anda, dalam buku catatan anda, untuk membuat rencana Rencanakan Bagaimana Cara Meraihnya, apa langkah-langkah yang anda harus lakukan, Pastikan tidak berlebihan dalam mengupayakan mewujudkannya. Anda membutuhkan manajemen dan motivasi untuk mewujudkanya, buat menjadi target-targer kecil yang harus dilakukan, catat hasil yang anda telah lakukan.
Setiap tujuan harus dievaluasi dengan mengujinya dan kesemuanya harus merupakan kesatuan yang harmonis. Tujuan tanpa tindakan adalah impian belaka. Tindakan mengubah impian menjadi tujuan. Bahkan meskipun kita gagal mencapainya, tidak akan membuat kita gagal. Penundaan bukan berarti kekalahan, melainkan kita harus merencanakan kembali bagaimana mencapainya. mengevaluasi apa langkah kita telah tepat.
Tujuan pasti akan terus membakar semangat dalam diri seseorang yang ingin mencapainya pada akhirnya akan membawa mereka menuju sukses yang dinginkan,Seberapa pun besarnya rintangan, kelemahan dan keadaan yang menghalangi jalan yang mereka tempuh untuk menemukan sukses yang dimpikan. pencapaian tersebut akan membuahkan hadiah bagi Anda, yaitu hasil-hasil usaha yang Anda banggakan dan mungkin dihargai orang banyak. Bekerja dengan sebuah tujuan bisa sangat dibedakan seperti membedakan kelemahan dan keistimewaan. Seperti membedakan benda memiliki isi dan hampa atau kosong. Ketika Anda tidak memiliki tujuan akhir, Anda bisa sangat seringkali merasakan hidup tanpa makna. Maka memiliki tujuan untuk sukses adalah sebuah langkah awal anda untuk menggapai sukses... Sudahkah anda memiliki tujuan....
" Tujuan adalah cahaya yang membimbing anda mengarungi perjalanan sukses Anda "
Rabu, Februari 25, 2009
WOMEN vs MEN
W o m e n
If you kiss her, you are not gentlemen
If you don't, you are not a man
If you praise her, she thinks you are lying
If you don't, you are good for nothing
If you agree to all her likes, she is abusing
If you don't you are not understanding
If you visit her too often, she thinks it is boring
If you don't, she accuses you of double crossing
If you are well dressed, she says you are a playboy
If you don't, you are a dull boy
If you are jealous, she says it's bad
If you don't, she thinks you don't love her
If you attempt a romance, she says you didn't respect her
If you don't, she thinks you don't like her
If you kiss her once in a while, she professes you are cold
If you kiss her too many, she yells that you are taking advantage
If you fail to help her in crossing the street, you lack ethics
If you do, she thinks it's just one of the man's tactics
If you stare at other, she accuses you of flirting
If she is stared by others, she says that they are just admiring
If she talks, she wants you to listen
If you listen, she wants you to talk
In Short:
So simple, yet so complex
So weak, yet so powerful
So confusing, yet so desirable ...women!
M e n
If you kiss him, he kisses you back
If you don't, he patiently waits
If you praise him, he says thanks you
If you don't, he feels secure in your love
If you agree to all his likes, you have met your fantasy man
If you don't, you still get along
If you visit him often, he welcomes you every time
If you don't, he'll visit you instead
If you are well dressed, he says you are beautiful
If you don't, you are still beautiful
If you are jealous, he reassures you and holds you
If you're not, he gives you no reason to be
If you kiss him once in a while, he's appreciative of your affection
If you kiss him often, he will always have you on his mind
If you stare at another man, he knows that you're only admiring
If he is stared by other women you know why-he's one hot babe
If you talk, he'll always listen
If you listen, he'll tell you anything you want to know
In short:
So complex, yet so direct
So strong, yet so supportive
So dazzling, yet so humble
So passionate, yet so marvelous....MEN!
Ini kata temen ku lho.. pastinya dia gak mau disebutin namanya. Nah.. gimana tuh hayoo sapa yang setuju tunjuk tangan en unjuk gigi??!!!
If you kiss her, you are not gentlemen
If you don't, you are not a man
If you praise her, she thinks you are lying
If you don't, you are good for nothing
If you agree to all her likes, she is abusing
If you don't you are not understanding
If you visit her too often, she thinks it is boring
If you don't, she accuses you of double crossing
If you are well dressed, she says you are a playboy
If you don't, you are a dull boy
If you are jealous, she says it's bad
If you don't, she thinks you don't love her
If you attempt a romance, she says you didn't respect her
If you don't, she thinks you don't like her
If you kiss her once in a while, she professes you are cold
If you kiss her too many, she yells that you are taking advantage
If you fail to help her in crossing the street, you lack ethics
If you do, she thinks it's just one of the man's tactics
If you stare at other, she accuses you of flirting
If she is stared by others, she says that they are just admiring
If she talks, she wants you to listen
If you listen, she wants you to talk
In Short:
So simple, yet so complex
So weak, yet so powerful
So confusing, yet so desirable ...women!
M e n
If you kiss him, he kisses you back
If you don't, he patiently waits
If you praise him, he says thanks you
If you don't, he feels secure in your love
If you agree to all his likes, you have met your fantasy man
If you don't, you still get along
If you visit him often, he welcomes you every time
If you don't, he'll visit you instead
If you are well dressed, he says you are beautiful
If you don't, you are still beautiful
If you are jealous, he reassures you and holds you
If you're not, he gives you no reason to be
If you kiss him once in a while, he's appreciative of your affection
If you kiss him often, he will always have you on his mind
If you stare at another man, he knows that you're only admiring
If he is stared by other women you know why-he's one hot babe
If you talk, he'll always listen
If you listen, he'll tell you anything you want to know
In short:
So complex, yet so direct
So strong, yet so supportive
So dazzling, yet so humble
So passionate, yet so marvelous....MEN!
Ini kata temen ku lho.. pastinya dia gak mau disebutin namanya. Nah.. gimana tuh hayoo sapa yang setuju tunjuk tangan en unjuk gigi??!!!
Jumat, Februari 20, 2009
Personal Learning Styles
Personal Learning
Styles
Learning is like rowing up stream. If you stop, you go backwards.
Anonymous
Jika Anda baru saja membeli ponsel baru dan belum pernah tahu bagaimana cara memakainya, apa yang biasanya Anda lakukan agar bisa menguasai dan mengoperasikannya secara optimal? Untuk mengetahui cara memakainya, di antara Anda mungkin ada yang menggunakan buku panduan (user’s manual book), baik untuk menelepon, mengirim SMS, mengunduh (download) nada sela, memotret, dan sebagainya. Tapi, ada juga yang lebih suka langsung coba-coba alias trial and eror mau mangirim SMS malah masuk ke menu penyimpanan nomor telepon (phonebook), mau memotret malah merekam (video recording), dan sebagainya. Namun, lama kelamaan Anda akan tahu dan hafal juga cara mengoperasikannya.
Gaya Belajar Individu
Apakah ada di antara Anda yang cara belajarnya lain daripada yang sudah disebutkan di atas? Pasti ada. Anda mungkin lebih suka bertanya langsung kepada penjual ponsel tersebut tentang bagaimana cara menyimpan nomor telepon, memotret, merekam, koneksi internet, dan lain-lain. Atau mungkin lebih suka bertanya kepada teman Anda yang memakai ponsel dengan merek dan tipe yang serupa. Nah, cara Anda mempelajari pengoperasian ponsel tersebut (atau apa saja) itulah yang disebut gaya belajar individu atau tipe belajar individu atau personal learning style Anda yang paling dominan.
Jadi, tipe belajar individu atau personal learning styles adalah preferensi gaya belajar terbaik seseorang yang paling dominant. Dari berbagai teori tipe belajar, pendekatan yang paling sering dipakai adalah tipe belajar Visual, Auditorial, dan Kinestetikal. Tipe belajar Visual lebih dominan menggunakan indra penglihatan, Auditorial dengan indra pendengaran, dan Kinestetikal dengan pergerakan atau perasaan. Semua tipe belajar ini berasal dari konsep percepatan belajar (accelerated learning) yang dikembangkan sejak tahun 1920-an oleh Fernald, Keller, Orton, Gillingham, Stillman, dan Montessori. Konsep ini cukup sederhana, namun aplikasi dan pengembangannya sangat luas dan dapat menjangkau teori tipe belajar lain.
Kadang-kadang gaya belajar dominant seseorang bisa berubah-ubah untuk tugas yang berbeda-beda. Ada kalanya seseorang menggunakan gaya belajar tertentu untuk suatu tugas dan menggunakan kombinasi beberapa gaya belajar untuk tugas lain. Sebagai contoh, saat masih di taman kanak-kanak (TK) kita “dipaksa” menerima informasi baru secara kinestetikal kerena belum bisa membaca dan menulis serta belum bisa memahami dengan mudah apa yang dijelaskan guru di kelas. Jadi, cara pembelajarannya adalah dengan bermain dan praktik langsung. Saat kita duduk di bangku SD dan mulai bisa membaca, menulis, dan mencatat, gaya belajar yang “terpaksa” sering kita gunakan adalah visual dan auditorial. Dan, saat kuliah, kita lebih sering mendengarkan dosen menerangkan sehingga gaya belajar yang “terpaksa” paling sering kita gunakan adalah auditorial.
Tipe Belajar Visual
Tipe belajar visual adalah tipe belajar yang cenderung menerima informasi yang paling baik dan efektif dengan memakai indra penglihatan (visual). Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
Ciri-ciri umum, yaitu:
• Suka membaca apa saja.
• Mampu membaca dengan cepat.
• Lebih suka membaca daripada dibacakan.
• Suka membuat coretan-coretan saat berpikir, mencatat, dan menelepon.
• Cenderung menyukai lukisan daripada musik.
• Lebih suka mengirim Sms, memo, surat, stsu e-mail daripada menelepon atau bicara langsung.
• Lebih mudah mengingat apabila belajar langsung dari catatan/band-out/laporan daripada dibacakan atau dipresentasikan.
• Suka memerhatikan detail tulisan atau laporan.
• Tulisan tangan biasanya cukup bagus.
• Konsentrasi tidak terlalu terganggu oleh suara.
Ciri-ciri fisik dan penampilan:
• Penampilan cenderung rapi (necis).
• Presentasinya rapi, detail, dan tampilan slide-nya bagus.
• Cenderung menggunakan pernapasan dada.
• Saat berpikir bola mata lebih sering bergerak-gerak ke atas.
Ciri-ciri bicara:
• Tutur bicaranya cepat.
• Nada suaranya cenderung tinggi.
• Tahu apa yang mau dikatakan, tetapi kadang-kadang susah menemukan kata-kata yang cocok.
• Menggunakan kata-kata yang bernuansa penglihatan, seperti “mari kita lihat lebih teliti lagi”, ”nanti kita lihat apakah dia benar atau salah”, ”saya dapat membayangkan apa yang akan terjadi”, “saya punya sudut pandang yang berbeda”, “tolong cermati apa yang mau saya terangkan”, “kelihatannya ide kamu bagus juga, ya!”, dan lain-lain.
Tips dan Strategi Pembelajar Visual
Ada berbagai cara untuk sukses jika Anda adalah tipe pembelajar visual. Untuk mudahnya, tip dan strategi pembelajar visual akan dijabarkan dalam berbagai bidang kehidupan, yaitu untuk keperluan belajar dan belajar di lingkungan kantor.
Pembelajaran
Untuk keperluan belajar, baik Anda seorang mahasiswa, dosen maupun seorang eksekutif, ada beberapa tip dan strategi yang dapat Anda terapkan, yaitu:
1. Pilihlah buku-buku yang berisi banyak ilustrasi gambar dan grafik/diagram.
Seorang tipe visual lebih mudah mencerna informasi berupa gambar, warna, dan ruang (spatial).
2. Gunakan bigbligbter untuk menandai bahan kuliah atau berkas belajar.
Penggunaan bigbligbter (baca; warna) adalah untuk mengikut sertakan otak kanan yang mempunyai sifat ingatan jangka panjang (long-term memory). Apa yang kita bigbligbter biasanya akan kita ingat lebih lama.
3. Perhatikan penerangan tempat belajar.
Tipe visual sangat dominant menggunakan indra penglihatan. Oleh sebab itu, penerangan tempat belajar perlu diperhatikan. Jika perlu, pindahlah ke ruangan lain secara regular untuk mendapatkan suasana baru yang dapat lebih memotivasi Anda dalam belajar dan belajar.
4. Berusahalah minta band-out materi sekolah, kuliah ataupun belajar yang baru saja Anda ikuti dari guru, dosen ataupun pembicara Anda jika dia memang tidak memberikannya atau buku referensinya tidak jelas.
Tipe visual sangat membutuhkan bahan tertulis yang merupakan “asupan visual” utamanya agar dia lebih memahami pelajaran yang baru saja dia ikuti.
5. Aktif mencatat saat mengikuti pelajaran, kuliah atau seminar.
Jika Anda tertinggal dalam mencatat, fotokopilah segera catatan teman. Jika sudah memperoleh band out dari dosen, tetaplah membuat coretan-coretan atau memanfaatkan Mind Map di bagian kosong catatan Anda.
6. Visualisasikan apa yang ingin Anda ingat!
Anda sebagai tipe visual punya kelabihan untuk melihat (memvisualisasi-kan) benda, orang, peristiwa, rencana, dan apapun juga dengan “mata otak” Anda. Dengan visualisasi berarti Anda menggunakan otak kanan, dan otomatis mengaktifkan ingatan jangka panjang dan kemampuan konseptual.
7. Catat kembali bahan pelajaran dengan format yang lebih sistematis.
Seorang tipe visual cenderung rapi dan menyukai hal-hal yang singkat dan jelas. Salin kembali bahan pelajaran dalam bentuk kategori, kolom, dan poin-poin sehingga mudah dipelajari.
8. Milikilah beberapa warna bolpoin!
Warna adalah rangsangan utama bagi tipe visual. Jadi, gunakan sebanyak mungkin warna untuk menandai berkas belajar Anda. Menggunakan banyak warna akan semakin mengaktifkan otak kanan kita.
9. Gunakan Mind Map
Dalam kegiatan belajar, Mind Map berguna untuk mencatat (note-taking), meringkas (summarizing), dan mengkaji ulang (reviewing) bahan pelajaran Anda. Metode penemuan Dr. Tony Buzan ini adalah system pembelajaran yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, dan ternyata sangat efektif untuk mengorganisasikan informasi yang masuk ke otak Anda saat belajar, sekaligus membantu memperkuat daya ingat Anda akan apa yang telah Anda pelajari.
Kreativitas Belajar
Memanfaatkan pengetahuan tentang tipe belajar individu untuk keperluan beraktivitas lainnya hampir tidak ada bedanya dengan untuk keperluan pembelajaran. Kedua hal itu tidak dapat dipisahkan, hanya aplikasi dan konteksnya yang berbeda. Saat beraktivitas kita membutuhkan kreativitas tinggi dan konsentrasi penuh agar kualitas hasil belajar kita meningkat. Kedua hal itu berhubungan erat dengan tips dan strategi tipe belajar Anda. Pemahaman mengenai tips dan strategi pembelajaran dan kreativitas belajar tentu dapat menunjang aktivitas Anda. Berikut tips dan strategi yang dapat Anda terapkan untuk meningkatkan kreativitas belajar.
1. Tuangkan ide/gagasan Anda secara tertulis
Bawalah selalu buku catatan kecil (buku catatan saku) ke mana pun Anda pergi. Jika anda tidak segera menulis ide yang muncul, bisa jadi beberapa waktu kemudian Anda sudah lupa akan ide itu. Anda juga bisa memanfaatkan fungsi organizer atau notes Anda di menu ponsel. Atau, Anda juga bisa menggunakan Mind Map untuk menuangkan ide.
2. Aktif mencatat saat rapat atau seminar.
Dokumentasi terbaik bagi tipe visual adalah catatan dan gambar.
3. Berusahalah minta notulensi rapat segera setelah rapat selesai.
Tipe visual sangat membutuhkan notula rapat agar lebih paham akan rapat yang baru saja diikutinya. Notula rapat juga membantu pemahaman dan ingatannya akan apa yang telah dicapai pada rapat ini untuk keperluan rapat berikutnya.
4. Perhatikan mimik/gerak tubuh lawan bicara.
Saat Anda bicara dengan lawan bicara, pastikan juga memberikan “asupan visual” otak Anda dengan memperhatikan mimik, gerak tubuh, dan bahasa tubuh lawan bicara. Sekadar mendengarkan pembicaraan secara audio saja tidak akan cukup bagi Anda yang bertipe visual.
5. Visualisasikan pelajaran-pelajaran Anda!
Dengan “mata otak” yang hebat, Anda dapat membayangkan tahapan-tahapan belajar ataupun rencana bisnis, bahkan membayangkan apa yang terjadi alternative keputusan yang Anda buat. Di samping efektif dan meningkatkan kreativitas berpikir, Anda juga akan menyehatkan “otot” otak kanan untuk mencegah kepikunan!
6. Perhatikan tipe belajar teman-teman Anda.
Dengan mengamati ciri-ciri fisik, penampilan, dan sikap bicara teman Anda, baik anak buah maupun atasan, Anda bisa mengetahui tipe belajar mereka. Jika kolega Anda adalah seorang tipe visual, kadang-kadang pakailah memo kalau ingin memberikan instruksi kepada mereka daripada sekadar instruksi verbal/lisan.
7. Hindarkan “polusi visual” di tempat Anda belajar.
Konsentrasi tipe visual sangat mudah terganggu oleh hal-hal yang sifatnya visual. Oleh sebab itu, pilihlah kursi yang paling jauh dari pintu dan jendela dalam ruang belajar Anda. Tujuannya adalah agar Anda tidak mudah “tergoda” secara visual oleh orang yang lalu lalang di depan pintu atau apa pun yang dapat terlihat dari jendela Anda.
8. Letakkan whiteboard kecil atau sesuatu seperti majalah dinding (madding) di tembok meja belajar Anda untuk menempelkan pesan-pesan penting, nomor telepon penting, atau foto-foto yang dapat menginspirasi Anda untuk lebih kreatif dan bersemangat untuk belajar.
9. Gunakan Mind Map dalam kegiatan Anda.
Mind Map akan sangat membantu Anda membuat perencanaan bisnis (businnes planning), merancang rapat (meeting managemen), membuat penjadwalan (time management), dan menyiapkan presentasi bisnis.
Tipe Belajar Auditorial
Tipe belajar auditorial atau aural adalah tipe belajar yang cenderung menerima informasi yang paling baik dan efektif dengan memakai indra pendengaran (audio). Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
Ciri-ciri umum:
• Suka mendengarkan musik.
• Lebih menyukai musik (seni suara) daripada lukisan.
• Mudah terganggu dengan suara lain saat belajar/belajar.
• Suka menggumam saat membaca.
• Sering berbicara sendiri saat belajar atau berpikir.
• Pandai bicara dan mungkin fasih sebagai pembicara (speaker).
• Menyukai diskusi dengan lawan bicara.
• Dapat menerangkan suatu hal dengan kalimat dan pembicaraan yang panjang.
• Lebih suka menelopon atau berbicara langsung di telepon daripada mengirim SMS, memo, surat, atau e-mail.
• Lebih mudah mengingat apa yang didengar atau dipresentasikan daripada membaca catatan/band out/laporan.
Ciri-ciri fisik dan penampilan:
• Presentasi verbal bagus, namun tampilan slide-nya biasa saja.
• Cenderung menggunakan pernapasan diafragma.
• Saart berpikir cenderung bola mata bergerak-gerak ke tengeh (kiri dan kanan).
• Biasanya mempunyai kepribadian yang menyenangkan (outgoing).
Ciri-ciri cara bicara:
• Tempo bicaranya sedang.
• Tutur bicaranya berirama (tidak monoton).
• Intonasi suaranya sedang.
• Mudah mengatakan apa yang sedang dipikirkannya, namun sulit menuangkannya dalam bentuk tertulis.
• Menggunakan kata-kata yang bernuansa penglihatan, seperti “saya dengar kamu mempunyai ide yang brilian”, “nanti kita dengar apa pendapat dia”, “kedengarannya ide dia boleh juga”, “tolong dengarkan apa yang mau saya katakana”, “saya dengar presentasi kamu sukses, ya!”, dan lain-lain.
Tip dan Strategi Pembelajar Auditorial
Sebagai tipe auditorial, Anda perlu mengetahui tip dan strategi mengoptimalkan diri dalam kegiatan pembelajaran dan bekerja.
Pembelajaran
Kegiatan belajar akan lebih menyenangkan dan efektif apabila dilakukan “selaras” dengan tipe belajarnya. Berikut tip dan strategi bagi seorang tipe auditorial agar sukses dalam kegiatan pembelajaran.
1. Bawalah voice recorder (perekam suara) atau tape recorder saat Anda kuliah.
Rekam suara dosen Anda saat menerangkan bahan kuliah. Saat Anda belajar atau mengkaji ulang, misalnya untuk keprluan ujian, Anda dapat mendengarkan kembali (play back) meteri kuliah tersebut. Dijamin proses belajar Anda akan lebih efektif dan menyenangkan.
2. Lagukanlah apa yang ingin Anda ingat!
Anda tahu bagaimana seorang anak TK mengingat nama-nama hari dalam 1 minggu? Ya betul, nama-nama hari itu dilagukan, “Senin Selasa … Rabu Kamis … Jumat Sabtu Minggu itu nama-nama hari”. Begitu juga Anda sebagai seorang tipe auditorial lebih merasa terbantu dengan adanya melodi atau lagu saat mengingat informasi, khususnya yang berupa daftar pendek atau rumus matematika. Dalam teknik mengingat otak kanan (right-brain memory skills), teknik ini sering di sebut Rhyme Peg atau Melody System.
3. Tempat belajar sunyi dan tenang.
Seorang tipe auditorial sangat peka terhadap bunyi dan suara. Oleh karena itu, bunyi dan suara dapat mengganggu konsentrasi belajarnya. Hindarkan selalu “polusi suara” yang mungkin mengganggu Anda belajar, misalnya suara televise, suara mesin jahit, atau bahkan suara air menetes.
4. Presentasi ala “guru dan murid”
Setelah belajar, cobalah berakting menjadi seorang “dosen” dan terangkan kembali materi yang baru saja Anda pelajari ke orang lain. Jika tidak ada orang lain yang mau mendengarkan Anda menjadi “dosen”, bayangkanlah sekumpulan mahasiswa fiktif sedang mendengarkan Anda. Anda dapat juga merekam kuliah Anda tersebut dengan voice recorder atau berdiri di depan cermin.
5. Gunakan Mind Map
Karena cara kerjanya sama dengan cara kerja alami otak kita, yaitu Radiant Thinking, Mind Map sangat berguna untuk kegiatan mencatat, meringkas, dan kaji ulang.
Kreativitas Belajar
Selaraskanlah cara belajar dan lingkungan dengan tipe belajar Anda. Tip dan strategi jitu bagi seorang tipe auditorial antara lain adalah:
1. Bawalah voice recorder ke mana pun Anda pergi.
Saat ad aide yang terlintas, segera aktifkan dan rekam ide Anda secara lisan. Di samping untuk mendokumentasikan ide Anda, cara ini juga efektif untuk “mengalirkan” kreativitas berpikir Anda karena yang sedang Anda lakukan selaras dengan tipe belajar Anda. Jika membawa alat ini terlalu merepotkan, paling tidak pilihlah ponsel yang punya fitur perekam suara yang dapat merekam suara cukup panjang.
2. Telepon saja!
Sedapat mungkin telepon langsung teman Anda bila Anda punya hal penting yang harus disampaikan. Menyampaikannya melalui sms (short message service) kadang-kadang membuat aliran pikiran Anda “terputus” sehingga apa yang telah Anda pikirkan tidak tersampaikan semua.
3. Brainstorming!
Curah pendapat atau brainstorming pasti mempunyai unsur audio yang dominan. Dengan demikian, otak Anda akan mendapatkan “asupan audio” yang cukup banyak sehingga menjadi lebih kreatif. Jika otak kreatif, belajar akan terasa lebih menyenangkan.
4. Biarkan Anda berbicara dan orang lain yang mencatatnya untuk Anda.
Jika Anda puny aide brilian yang terlintas di otak, jangan biarkan diri Anda sibuk mencari kertas dan bolpoin untuk mencatatnya. Tapi, usahakan berbicara terus dan meminta orang lain yang mencatatkannya untuk Anda. Bila anda mempunyai seorang asisten atau sekretaris, hal ini tentu akan menjadi semakin mudah.
5. Berpikir dan mengambil keputusan sambil mengucapkannya keras-keras.
Rangsangan audio bagi Anda yang bertipe auditorial dapat membuat Anda kreatif. Otak Anda akan menciptakan banyak alternatif solusi untuk permasalahan yang sedang Anda hadapi.
6. Lakukan percakapan internal saat mengambil keputusan.
Jika tidak ada sparring partner yang bisa diajak brainstorming atau diskusi, paling tidak lakukanlah percakapan atau Tanya jawab internal untuk mengupas permasalahan Anda beserta konsekuensi dari setiap alternatif solusi yang muncul di benak Anda.
7. Hindarkan “polusi suara” di sekitar tempat Anda belajar.
Lihatlah di sekeliling, apakah ada suara-suara berpotensi konsentrasi belajar Anda. Jika Anda menyukainya, tentu lebih baik lagi jika Anda memutar musik yang lembut.
8. Perhatikan tipe belajar teman Anda.
Kita dapat menilai tipe belajar seseorang melalui pengamatan ciri-ciri fisik, penampilan, dan sikap bicara mereka. Jika kolega Anda adalah seorang tipe auditorial, instruksi secara lisan akan lebih efektif daripada memo tertulis. Jika memang harus tertulis karena rinciannya banyak, Anda dapat mempertimbangkan untuk memanggilnya kembali dan berikan sedikit briefing singkat mengenai instruksi tadi.
9. Gunakan Mind Map dalam kegiatan belajar Anda.
Anda dapat menggunakan Mind Map yang sering disebut “swiss army knife of your brain” untuk membantu Anda membuat perencanaan bisnis, manajemen rapat, presentasi, brainstorming, dan lain-lain. Anda juga dapat memakainya untuk melakukan wawancara kerja (job interview) yang mempunyai banyak unsure “audio”.
10. Isilah Action Sheet tipe auditorial pada Lampiran B di bagian akhir bab ini.
Tipe Belajar Kinestetikal
Tipe belajar kinestetikal atau tactile learner type, atau kadang-kadang disebut physical learner type, adalah tipe belajar yang cenderung menerima informasi yang paling baik dan efektif dengan melibatkan gerakan tubuh (physical movement) atau pengalaman gerak tubuh (physical experience) atau perasaan (feeling/emotion). Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
Ciri-ciri umum:
• Saat berbicara atau belajar banyak melakukan aktivitas fisik ringan.
Misal: memutar-mutar bolpoin, menggerakkan tungkai kaki seperti orang sedang memainkan alat musik drum, menjentikkan jari, dan sebagainya.
• Tidak betah duduk dikursi lama-lama.
• Kadang-kadang suka menyentuh lawan bicara untuk meyakinkan mereka.
• Menjadi lebih baik dalam mengingat sesuatu apabila sambil berjalan atau menggerakkan bagian tubuh tertentu.
• Lebih suka “trial and error” jika mencoba alat yang baru.
• Suka berolahraga atau aktivitas fisik lainnya (berkebun, otak-atik sesuatu, dan lain-lain).
• Pandai meniru mimik muka atau gerakan orang lain.
Ciri-ciri fisik dan penampilan:
• Berbicara sambil menggerak-gerakkan tangan atau badan.
• Penampilan cenderung kurang rapi (sedikit acak-acakan).
• Biasanya suka memakai baju yang santai (jeans, sweater, dan lain-lain).
• Cenderung menggunakan pernapasan perut.
• Saat berpikir bola mata cenderung bergerak-gerak ke bawah.
• Tulisan tangan cenderung kurang bagus.
Ciri-ciri cara bicara:
• Tempo bicaranya lambat.
• Intonasi suaranya berat.
• Menggunakan kata-kata yang bernuansa perasaan dan emosi, seperti “saya rasa ide kamu boleh juga”, “saya sulit memegang komitmennya”, “saya bisa merasakan apa yang sedang kamu risaukan”, “perasaan saya mengatakan dia punya iktikad yang tidak baik”, dan lain-lain.
Tip dan Strategi Pembelajar Kinestetikal
Dalam strategi belajar dan belajar, tipe kinestetikal mempunyai cara yang berbeda dengan tipe visual dan auditorial. Berikut tip dan strateginya.
Pembelajaran
1. Cari “asas manfaat” dari apa yang sedang Anda pelajari!
Salah satu sifat tipe kinestetikal adalah akan lebih termotivasi kalau sudah mendapatkan asas manfaat dari apa yang dipelajarinya. Dalam seminar saya sering memberikan contoh seperti ini. Seorang anak mungkin tidak suka dengan satu pelajaran tertentu, misalnya pelajaran bahasa Indonesia. Di samping tidak suka, dia juga merasa pelajaran itu tidak terlalu barmanfaat untuk mencapai cita-citanya sebagai seorang arsitek. Jika Anda tahu dia adalah tipe kinestetikal yang akan termotivasi jika asas manfaatnya terpenuhi, Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan. Anda akan meyakinkan dia bahwa seorang arsitek pun membutuhkan kemampuan bahasa Indonesia yang bagus untuk membuat proposal menawarkan hasil rancangan bangunan yang dibuatnya. Nah, jika dia melihat “hubungan” antara apa yang harus dipelajarinya dengan apa yang sangat dicita-citakannya, asas manfaatnya sudah dapat. Dia pasti akan termotivasi luar biasa.
2. Gunakan bigbligbter yang kontras pada bahan pelajaran Anda.
Di samping berfungsi untuk mengaktifkan otak kanan agar Anda lebih rileks, menambah kreativitas dan menguatkan ingatan jangka panjang, melakukan bigbligbt juga memenuhi “kebutuhan” Anda untuk bergerak sebagai seorang tipe kinestetikal.
3. Perbanyak frekuensi break atau jeda istirahat.
Ingat, yang diperbanyak adalah frekunsi jeda istirahatnya, bukan lama istirahatnya. Jadi, lebih baik belajar 15 menit lalu jeda minum kopi atau jalan-jalan sebentar atau aktivitas apa pun yang memungkinkan Anda bergerak bebas selama 2-3 menit saja, lalu belajar lagi selama kurang lebih 15 menit, jeda lagi, dan seterusnya. Ini lebih baik bagi Anda yang bertipe kinestetikal daripada belajar selama 1 jam, lalu istirahat 15-20 menit. Jadi, yang penting adalah memperbanyak frekuensi jeda.
4. Lebih baik menggunakan posisi berdiri daripada duduk.
Tipe kinestetikal bisa berpikir dan belajar lebih baik dengan melakukan aktivitas fisik ringan daripada sekadar duduk. Anda bahkan dapat mengingat bahan pelajaran sambil mondar-mandir,naik turun tangga, men-dribble bola basket atau sambil mengayun-ayunkan tongkat golf.
5. Poster “bergerak”.
Anda dapat memasang poster atau gambar orang/objek yang sedang bergerak, misalnya gambar Michael Jordan sedang melakukan slam dunk, Michael Schumacher sedang menikung di sirkuit, dan sebagainya.
6. Menulislah di udara!
Jika Anda kesulitan mengingat penulisan ejaan tertentu, misalnya ejaan bahasa Inggris, cobalah menulis ejaan tersebut di udara. Mengapa cara ini bisa membantu? Alasannya adalah dengan melakukan hal ini, secara tidak sadar Anda telah menggerakkan tubuh (tipe kinestetikal) sekaligus melihat “jejak” tulisan tersebut (tipe visual).
7. Gunakan Mind Map.
Karena cara kerjanya sama dengan cara kerja alami otak kita, yaitu Radiant Thinking, Mind Map sudah mengakomodasi semua tipe belajar seseorang, termasuk tipe kinestetikal. Gunakan Mind Map terutama untuk kegiatan mencatat, meringkas, dan mengkaji ulang.
Kegiatan Belajar
Di samping dapat menggunakan beberapa prinsip dari kegiatan belajar di atas, berikut beberapa kiat tipe kinestetikal agar sukses dalam belajar.
1. Cari “asas manfaat” dari apa yang sedang Anda kerjakan!
Kiat ini perlu saya tekankan kembali karena merupakan kiat yang paling penting bagi seorang tipe kinestetikal. Jika Anda sudah mendapatkan asas manfaat dari apa yang akan Anda kerjakan, pasti Anda akan termotivasi. Dan bagi siapapun juga, termasuk seorang tipe kinestetikal, motivasi adalah “bahan bakar” menuju kesuksesan yang berkesinambungan. Temukan selalu asas manfaat dari apa yang Anda kerjakan sekarang!
2. Pastikan Anda leluasa menggerakan tubuh Anda
Perhatikan ruang kerja Anda, dan pastikan tempatnya tidak terlalu sempit sehingga memungkinkan Anda untuk dapat berjalan mondar-mandir. Bagaimana dengan kursi Anda? Apakah kursi Anda dapat diputar dan dinaik-turunkan? Apakah jika Anda ingin menggerak-gerakkan tungkai kaki (seprti gerakan main musik drum) akan mengganggu teman-teman di sekitar Anda?
3. Manfaat media video untuk menunjukkan demo dari fungsi alat-alat atau mesin baru.
4. Gunakan Mind Map dalam kegiatan Anda.
Mind Map sudah mengakomodasikan tipe kinestetikal untuk menjadi lebih kreatif dalam berpikir, sebab cara kerjanya sama dengan cara kerja alami otak kita semua.
Styles
Learning is like rowing up stream. If you stop, you go backwards.
Anonymous
Jika Anda baru saja membeli ponsel baru dan belum pernah tahu bagaimana cara memakainya, apa yang biasanya Anda lakukan agar bisa menguasai dan mengoperasikannya secara optimal? Untuk mengetahui cara memakainya, di antara Anda mungkin ada yang menggunakan buku panduan (user’s manual book), baik untuk menelepon, mengirim SMS, mengunduh (download) nada sela, memotret, dan sebagainya. Tapi, ada juga yang lebih suka langsung coba-coba alias trial and eror mau mangirim SMS malah masuk ke menu penyimpanan nomor telepon (phonebook), mau memotret malah merekam (video recording), dan sebagainya. Namun, lama kelamaan Anda akan tahu dan hafal juga cara mengoperasikannya.
Gaya Belajar Individu
Apakah ada di antara Anda yang cara belajarnya lain daripada yang sudah disebutkan di atas? Pasti ada. Anda mungkin lebih suka bertanya langsung kepada penjual ponsel tersebut tentang bagaimana cara menyimpan nomor telepon, memotret, merekam, koneksi internet, dan lain-lain. Atau mungkin lebih suka bertanya kepada teman Anda yang memakai ponsel dengan merek dan tipe yang serupa. Nah, cara Anda mempelajari pengoperasian ponsel tersebut (atau apa saja) itulah yang disebut gaya belajar individu atau tipe belajar individu atau personal learning style Anda yang paling dominan.
Jadi, tipe belajar individu atau personal learning styles adalah preferensi gaya belajar terbaik seseorang yang paling dominant. Dari berbagai teori tipe belajar, pendekatan yang paling sering dipakai adalah tipe belajar Visual, Auditorial, dan Kinestetikal. Tipe belajar Visual lebih dominan menggunakan indra penglihatan, Auditorial dengan indra pendengaran, dan Kinestetikal dengan pergerakan atau perasaan. Semua tipe belajar ini berasal dari konsep percepatan belajar (accelerated learning) yang dikembangkan sejak tahun 1920-an oleh Fernald, Keller, Orton, Gillingham, Stillman, dan Montessori. Konsep ini cukup sederhana, namun aplikasi dan pengembangannya sangat luas dan dapat menjangkau teori tipe belajar lain.
Kadang-kadang gaya belajar dominant seseorang bisa berubah-ubah untuk tugas yang berbeda-beda. Ada kalanya seseorang menggunakan gaya belajar tertentu untuk suatu tugas dan menggunakan kombinasi beberapa gaya belajar untuk tugas lain. Sebagai contoh, saat masih di taman kanak-kanak (TK) kita “dipaksa” menerima informasi baru secara kinestetikal kerena belum bisa membaca dan menulis serta belum bisa memahami dengan mudah apa yang dijelaskan guru di kelas. Jadi, cara pembelajarannya adalah dengan bermain dan praktik langsung. Saat kita duduk di bangku SD dan mulai bisa membaca, menulis, dan mencatat, gaya belajar yang “terpaksa” sering kita gunakan adalah visual dan auditorial. Dan, saat kuliah, kita lebih sering mendengarkan dosen menerangkan sehingga gaya belajar yang “terpaksa” paling sering kita gunakan adalah auditorial.
Tipe Belajar Visual
Tipe belajar visual adalah tipe belajar yang cenderung menerima informasi yang paling baik dan efektif dengan memakai indra penglihatan (visual). Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
Ciri-ciri umum, yaitu:
• Suka membaca apa saja.
• Mampu membaca dengan cepat.
• Lebih suka membaca daripada dibacakan.
• Suka membuat coretan-coretan saat berpikir, mencatat, dan menelepon.
• Cenderung menyukai lukisan daripada musik.
• Lebih suka mengirim Sms, memo, surat, stsu e-mail daripada menelepon atau bicara langsung.
• Lebih mudah mengingat apabila belajar langsung dari catatan/band-out/laporan daripada dibacakan atau dipresentasikan.
• Suka memerhatikan detail tulisan atau laporan.
• Tulisan tangan biasanya cukup bagus.
• Konsentrasi tidak terlalu terganggu oleh suara.
Ciri-ciri fisik dan penampilan:
• Penampilan cenderung rapi (necis).
• Presentasinya rapi, detail, dan tampilan slide-nya bagus.
• Cenderung menggunakan pernapasan dada.
• Saat berpikir bola mata lebih sering bergerak-gerak ke atas.
Ciri-ciri bicara:
• Tutur bicaranya cepat.
• Nada suaranya cenderung tinggi.
• Tahu apa yang mau dikatakan, tetapi kadang-kadang susah menemukan kata-kata yang cocok.
• Menggunakan kata-kata yang bernuansa penglihatan, seperti “mari kita lihat lebih teliti lagi”, ”nanti kita lihat apakah dia benar atau salah”, ”saya dapat membayangkan apa yang akan terjadi”, “saya punya sudut pandang yang berbeda”, “tolong cermati apa yang mau saya terangkan”, “kelihatannya ide kamu bagus juga, ya!”, dan lain-lain.
Tips dan Strategi Pembelajar Visual
Ada berbagai cara untuk sukses jika Anda adalah tipe pembelajar visual. Untuk mudahnya, tip dan strategi pembelajar visual akan dijabarkan dalam berbagai bidang kehidupan, yaitu untuk keperluan belajar dan belajar di lingkungan kantor.
Pembelajaran
Untuk keperluan belajar, baik Anda seorang mahasiswa, dosen maupun seorang eksekutif, ada beberapa tip dan strategi yang dapat Anda terapkan, yaitu:
1. Pilihlah buku-buku yang berisi banyak ilustrasi gambar dan grafik/diagram.
Seorang tipe visual lebih mudah mencerna informasi berupa gambar, warna, dan ruang (spatial).
2. Gunakan bigbligbter untuk menandai bahan kuliah atau berkas belajar.
Penggunaan bigbligbter (baca; warna) adalah untuk mengikut sertakan otak kanan yang mempunyai sifat ingatan jangka panjang (long-term memory). Apa yang kita bigbligbter biasanya akan kita ingat lebih lama.
3. Perhatikan penerangan tempat belajar.
Tipe visual sangat dominant menggunakan indra penglihatan. Oleh sebab itu, penerangan tempat belajar perlu diperhatikan. Jika perlu, pindahlah ke ruangan lain secara regular untuk mendapatkan suasana baru yang dapat lebih memotivasi Anda dalam belajar dan belajar.
4. Berusahalah minta band-out materi sekolah, kuliah ataupun belajar yang baru saja Anda ikuti dari guru, dosen ataupun pembicara Anda jika dia memang tidak memberikannya atau buku referensinya tidak jelas.
Tipe visual sangat membutuhkan bahan tertulis yang merupakan “asupan visual” utamanya agar dia lebih memahami pelajaran yang baru saja dia ikuti.
5. Aktif mencatat saat mengikuti pelajaran, kuliah atau seminar.
Jika Anda tertinggal dalam mencatat, fotokopilah segera catatan teman. Jika sudah memperoleh band out dari dosen, tetaplah membuat coretan-coretan atau memanfaatkan Mind Map di bagian kosong catatan Anda.
6. Visualisasikan apa yang ingin Anda ingat!
Anda sebagai tipe visual punya kelabihan untuk melihat (memvisualisasi-kan) benda, orang, peristiwa, rencana, dan apapun juga dengan “mata otak” Anda. Dengan visualisasi berarti Anda menggunakan otak kanan, dan otomatis mengaktifkan ingatan jangka panjang dan kemampuan konseptual.
7. Catat kembali bahan pelajaran dengan format yang lebih sistematis.
Seorang tipe visual cenderung rapi dan menyukai hal-hal yang singkat dan jelas. Salin kembali bahan pelajaran dalam bentuk kategori, kolom, dan poin-poin sehingga mudah dipelajari.
8. Milikilah beberapa warna bolpoin!
Warna adalah rangsangan utama bagi tipe visual. Jadi, gunakan sebanyak mungkin warna untuk menandai berkas belajar Anda. Menggunakan banyak warna akan semakin mengaktifkan otak kanan kita.
9. Gunakan Mind Map
Dalam kegiatan belajar, Mind Map berguna untuk mencatat (note-taking), meringkas (summarizing), dan mengkaji ulang (reviewing) bahan pelajaran Anda. Metode penemuan Dr. Tony Buzan ini adalah system pembelajaran yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, dan ternyata sangat efektif untuk mengorganisasikan informasi yang masuk ke otak Anda saat belajar, sekaligus membantu memperkuat daya ingat Anda akan apa yang telah Anda pelajari.
Kreativitas Belajar
Memanfaatkan pengetahuan tentang tipe belajar individu untuk keperluan beraktivitas lainnya hampir tidak ada bedanya dengan untuk keperluan pembelajaran. Kedua hal itu tidak dapat dipisahkan, hanya aplikasi dan konteksnya yang berbeda. Saat beraktivitas kita membutuhkan kreativitas tinggi dan konsentrasi penuh agar kualitas hasil belajar kita meningkat. Kedua hal itu berhubungan erat dengan tips dan strategi tipe belajar Anda. Pemahaman mengenai tips dan strategi pembelajaran dan kreativitas belajar tentu dapat menunjang aktivitas Anda. Berikut tips dan strategi yang dapat Anda terapkan untuk meningkatkan kreativitas belajar.
1. Tuangkan ide/gagasan Anda secara tertulis
Bawalah selalu buku catatan kecil (buku catatan saku) ke mana pun Anda pergi. Jika anda tidak segera menulis ide yang muncul, bisa jadi beberapa waktu kemudian Anda sudah lupa akan ide itu. Anda juga bisa memanfaatkan fungsi organizer atau notes Anda di menu ponsel. Atau, Anda juga bisa menggunakan Mind Map untuk menuangkan ide.
2. Aktif mencatat saat rapat atau seminar.
Dokumentasi terbaik bagi tipe visual adalah catatan dan gambar.
3. Berusahalah minta notulensi rapat segera setelah rapat selesai.
Tipe visual sangat membutuhkan notula rapat agar lebih paham akan rapat yang baru saja diikutinya. Notula rapat juga membantu pemahaman dan ingatannya akan apa yang telah dicapai pada rapat ini untuk keperluan rapat berikutnya.
4. Perhatikan mimik/gerak tubuh lawan bicara.
Saat Anda bicara dengan lawan bicara, pastikan juga memberikan “asupan visual” otak Anda dengan memperhatikan mimik, gerak tubuh, dan bahasa tubuh lawan bicara. Sekadar mendengarkan pembicaraan secara audio saja tidak akan cukup bagi Anda yang bertipe visual.
5. Visualisasikan pelajaran-pelajaran Anda!
Dengan “mata otak” yang hebat, Anda dapat membayangkan tahapan-tahapan belajar ataupun rencana bisnis, bahkan membayangkan apa yang terjadi alternative keputusan yang Anda buat. Di samping efektif dan meningkatkan kreativitas berpikir, Anda juga akan menyehatkan “otot” otak kanan untuk mencegah kepikunan!
6. Perhatikan tipe belajar teman-teman Anda.
Dengan mengamati ciri-ciri fisik, penampilan, dan sikap bicara teman Anda, baik anak buah maupun atasan, Anda bisa mengetahui tipe belajar mereka. Jika kolega Anda adalah seorang tipe visual, kadang-kadang pakailah memo kalau ingin memberikan instruksi kepada mereka daripada sekadar instruksi verbal/lisan.
7. Hindarkan “polusi visual” di tempat Anda belajar.
Konsentrasi tipe visual sangat mudah terganggu oleh hal-hal yang sifatnya visual. Oleh sebab itu, pilihlah kursi yang paling jauh dari pintu dan jendela dalam ruang belajar Anda. Tujuannya adalah agar Anda tidak mudah “tergoda” secara visual oleh orang yang lalu lalang di depan pintu atau apa pun yang dapat terlihat dari jendela Anda.
8. Letakkan whiteboard kecil atau sesuatu seperti majalah dinding (madding) di tembok meja belajar Anda untuk menempelkan pesan-pesan penting, nomor telepon penting, atau foto-foto yang dapat menginspirasi Anda untuk lebih kreatif dan bersemangat untuk belajar.
9. Gunakan Mind Map dalam kegiatan Anda.
Mind Map akan sangat membantu Anda membuat perencanaan bisnis (businnes planning), merancang rapat (meeting managemen), membuat penjadwalan (time management), dan menyiapkan presentasi bisnis.
Tipe Belajar Auditorial
Tipe belajar auditorial atau aural adalah tipe belajar yang cenderung menerima informasi yang paling baik dan efektif dengan memakai indra pendengaran (audio). Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
Ciri-ciri umum:
• Suka mendengarkan musik.
• Lebih menyukai musik (seni suara) daripada lukisan.
• Mudah terganggu dengan suara lain saat belajar/belajar.
• Suka menggumam saat membaca.
• Sering berbicara sendiri saat belajar atau berpikir.
• Pandai bicara dan mungkin fasih sebagai pembicara (speaker).
• Menyukai diskusi dengan lawan bicara.
• Dapat menerangkan suatu hal dengan kalimat dan pembicaraan yang panjang.
• Lebih suka menelopon atau berbicara langsung di telepon daripada mengirim SMS, memo, surat, atau e-mail.
• Lebih mudah mengingat apa yang didengar atau dipresentasikan daripada membaca catatan/band out/laporan.
Ciri-ciri fisik dan penampilan:
• Presentasi verbal bagus, namun tampilan slide-nya biasa saja.
• Cenderung menggunakan pernapasan diafragma.
• Saart berpikir cenderung bola mata bergerak-gerak ke tengeh (kiri dan kanan).
• Biasanya mempunyai kepribadian yang menyenangkan (outgoing).
Ciri-ciri cara bicara:
• Tempo bicaranya sedang.
• Tutur bicaranya berirama (tidak monoton).
• Intonasi suaranya sedang.
• Mudah mengatakan apa yang sedang dipikirkannya, namun sulit menuangkannya dalam bentuk tertulis.
• Menggunakan kata-kata yang bernuansa penglihatan, seperti “saya dengar kamu mempunyai ide yang brilian”, “nanti kita dengar apa pendapat dia”, “kedengarannya ide dia boleh juga”, “tolong dengarkan apa yang mau saya katakana”, “saya dengar presentasi kamu sukses, ya!”, dan lain-lain.
Tip dan Strategi Pembelajar Auditorial
Sebagai tipe auditorial, Anda perlu mengetahui tip dan strategi mengoptimalkan diri dalam kegiatan pembelajaran dan bekerja.
Pembelajaran
Kegiatan belajar akan lebih menyenangkan dan efektif apabila dilakukan “selaras” dengan tipe belajarnya. Berikut tip dan strategi bagi seorang tipe auditorial agar sukses dalam kegiatan pembelajaran.
1. Bawalah voice recorder (perekam suara) atau tape recorder saat Anda kuliah.
Rekam suara dosen Anda saat menerangkan bahan kuliah. Saat Anda belajar atau mengkaji ulang, misalnya untuk keprluan ujian, Anda dapat mendengarkan kembali (play back) meteri kuliah tersebut. Dijamin proses belajar Anda akan lebih efektif dan menyenangkan.
2. Lagukanlah apa yang ingin Anda ingat!
Anda tahu bagaimana seorang anak TK mengingat nama-nama hari dalam 1 minggu? Ya betul, nama-nama hari itu dilagukan, “Senin Selasa … Rabu Kamis … Jumat Sabtu Minggu itu nama-nama hari”. Begitu juga Anda sebagai seorang tipe auditorial lebih merasa terbantu dengan adanya melodi atau lagu saat mengingat informasi, khususnya yang berupa daftar pendek atau rumus matematika. Dalam teknik mengingat otak kanan (right-brain memory skills), teknik ini sering di sebut Rhyme Peg atau Melody System.
3. Tempat belajar sunyi dan tenang.
Seorang tipe auditorial sangat peka terhadap bunyi dan suara. Oleh karena itu, bunyi dan suara dapat mengganggu konsentrasi belajarnya. Hindarkan selalu “polusi suara” yang mungkin mengganggu Anda belajar, misalnya suara televise, suara mesin jahit, atau bahkan suara air menetes.
4. Presentasi ala “guru dan murid”
Setelah belajar, cobalah berakting menjadi seorang “dosen” dan terangkan kembali materi yang baru saja Anda pelajari ke orang lain. Jika tidak ada orang lain yang mau mendengarkan Anda menjadi “dosen”, bayangkanlah sekumpulan mahasiswa fiktif sedang mendengarkan Anda. Anda dapat juga merekam kuliah Anda tersebut dengan voice recorder atau berdiri di depan cermin.
5. Gunakan Mind Map
Karena cara kerjanya sama dengan cara kerja alami otak kita, yaitu Radiant Thinking, Mind Map sangat berguna untuk kegiatan mencatat, meringkas, dan kaji ulang.
Kreativitas Belajar
Selaraskanlah cara belajar dan lingkungan dengan tipe belajar Anda. Tip dan strategi jitu bagi seorang tipe auditorial antara lain adalah:
1. Bawalah voice recorder ke mana pun Anda pergi.
Saat ad aide yang terlintas, segera aktifkan dan rekam ide Anda secara lisan. Di samping untuk mendokumentasikan ide Anda, cara ini juga efektif untuk “mengalirkan” kreativitas berpikir Anda karena yang sedang Anda lakukan selaras dengan tipe belajar Anda. Jika membawa alat ini terlalu merepotkan, paling tidak pilihlah ponsel yang punya fitur perekam suara yang dapat merekam suara cukup panjang.
2. Telepon saja!
Sedapat mungkin telepon langsung teman Anda bila Anda punya hal penting yang harus disampaikan. Menyampaikannya melalui sms (short message service) kadang-kadang membuat aliran pikiran Anda “terputus” sehingga apa yang telah Anda pikirkan tidak tersampaikan semua.
3. Brainstorming!
Curah pendapat atau brainstorming pasti mempunyai unsur audio yang dominan. Dengan demikian, otak Anda akan mendapatkan “asupan audio” yang cukup banyak sehingga menjadi lebih kreatif. Jika otak kreatif, belajar akan terasa lebih menyenangkan.
4. Biarkan Anda berbicara dan orang lain yang mencatatnya untuk Anda.
Jika Anda puny aide brilian yang terlintas di otak, jangan biarkan diri Anda sibuk mencari kertas dan bolpoin untuk mencatatnya. Tapi, usahakan berbicara terus dan meminta orang lain yang mencatatkannya untuk Anda. Bila anda mempunyai seorang asisten atau sekretaris, hal ini tentu akan menjadi semakin mudah.
5. Berpikir dan mengambil keputusan sambil mengucapkannya keras-keras.
Rangsangan audio bagi Anda yang bertipe auditorial dapat membuat Anda kreatif. Otak Anda akan menciptakan banyak alternatif solusi untuk permasalahan yang sedang Anda hadapi.
6. Lakukan percakapan internal saat mengambil keputusan.
Jika tidak ada sparring partner yang bisa diajak brainstorming atau diskusi, paling tidak lakukanlah percakapan atau Tanya jawab internal untuk mengupas permasalahan Anda beserta konsekuensi dari setiap alternatif solusi yang muncul di benak Anda.
7. Hindarkan “polusi suara” di sekitar tempat Anda belajar.
Lihatlah di sekeliling, apakah ada suara-suara berpotensi konsentrasi belajar Anda. Jika Anda menyukainya, tentu lebih baik lagi jika Anda memutar musik yang lembut.
8. Perhatikan tipe belajar teman Anda.
Kita dapat menilai tipe belajar seseorang melalui pengamatan ciri-ciri fisik, penampilan, dan sikap bicara mereka. Jika kolega Anda adalah seorang tipe auditorial, instruksi secara lisan akan lebih efektif daripada memo tertulis. Jika memang harus tertulis karena rinciannya banyak, Anda dapat mempertimbangkan untuk memanggilnya kembali dan berikan sedikit briefing singkat mengenai instruksi tadi.
9. Gunakan Mind Map dalam kegiatan belajar Anda.
Anda dapat menggunakan Mind Map yang sering disebut “swiss army knife of your brain” untuk membantu Anda membuat perencanaan bisnis, manajemen rapat, presentasi, brainstorming, dan lain-lain. Anda juga dapat memakainya untuk melakukan wawancara kerja (job interview) yang mempunyai banyak unsure “audio”.
10. Isilah Action Sheet tipe auditorial pada Lampiran B di bagian akhir bab ini.
Tipe Belajar Kinestetikal
Tipe belajar kinestetikal atau tactile learner type, atau kadang-kadang disebut physical learner type, adalah tipe belajar yang cenderung menerima informasi yang paling baik dan efektif dengan melibatkan gerakan tubuh (physical movement) atau pengalaman gerak tubuh (physical experience) atau perasaan (feeling/emotion). Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
Ciri-ciri umum:
• Saat berbicara atau belajar banyak melakukan aktivitas fisik ringan.
Misal: memutar-mutar bolpoin, menggerakkan tungkai kaki seperti orang sedang memainkan alat musik drum, menjentikkan jari, dan sebagainya.
• Tidak betah duduk dikursi lama-lama.
• Kadang-kadang suka menyentuh lawan bicara untuk meyakinkan mereka.
• Menjadi lebih baik dalam mengingat sesuatu apabila sambil berjalan atau menggerakkan bagian tubuh tertentu.
• Lebih suka “trial and error” jika mencoba alat yang baru.
• Suka berolahraga atau aktivitas fisik lainnya (berkebun, otak-atik sesuatu, dan lain-lain).
• Pandai meniru mimik muka atau gerakan orang lain.
Ciri-ciri fisik dan penampilan:
• Berbicara sambil menggerak-gerakkan tangan atau badan.
• Penampilan cenderung kurang rapi (sedikit acak-acakan).
• Biasanya suka memakai baju yang santai (jeans, sweater, dan lain-lain).
• Cenderung menggunakan pernapasan perut.
• Saat berpikir bola mata cenderung bergerak-gerak ke bawah.
• Tulisan tangan cenderung kurang bagus.
Ciri-ciri cara bicara:
• Tempo bicaranya lambat.
• Intonasi suaranya berat.
• Menggunakan kata-kata yang bernuansa perasaan dan emosi, seperti “saya rasa ide kamu boleh juga”, “saya sulit memegang komitmennya”, “saya bisa merasakan apa yang sedang kamu risaukan”, “perasaan saya mengatakan dia punya iktikad yang tidak baik”, dan lain-lain.
Tip dan Strategi Pembelajar Kinestetikal
Dalam strategi belajar dan belajar, tipe kinestetikal mempunyai cara yang berbeda dengan tipe visual dan auditorial. Berikut tip dan strateginya.
Pembelajaran
1. Cari “asas manfaat” dari apa yang sedang Anda pelajari!
Salah satu sifat tipe kinestetikal adalah akan lebih termotivasi kalau sudah mendapatkan asas manfaat dari apa yang dipelajarinya. Dalam seminar saya sering memberikan contoh seperti ini. Seorang anak mungkin tidak suka dengan satu pelajaran tertentu, misalnya pelajaran bahasa Indonesia. Di samping tidak suka, dia juga merasa pelajaran itu tidak terlalu barmanfaat untuk mencapai cita-citanya sebagai seorang arsitek. Jika Anda tahu dia adalah tipe kinestetikal yang akan termotivasi jika asas manfaatnya terpenuhi, Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan. Anda akan meyakinkan dia bahwa seorang arsitek pun membutuhkan kemampuan bahasa Indonesia yang bagus untuk membuat proposal menawarkan hasil rancangan bangunan yang dibuatnya. Nah, jika dia melihat “hubungan” antara apa yang harus dipelajarinya dengan apa yang sangat dicita-citakannya, asas manfaatnya sudah dapat. Dia pasti akan termotivasi luar biasa.
2. Gunakan bigbligbter yang kontras pada bahan pelajaran Anda.
Di samping berfungsi untuk mengaktifkan otak kanan agar Anda lebih rileks, menambah kreativitas dan menguatkan ingatan jangka panjang, melakukan bigbligbt juga memenuhi “kebutuhan” Anda untuk bergerak sebagai seorang tipe kinestetikal.
3. Perbanyak frekuensi break atau jeda istirahat.
Ingat, yang diperbanyak adalah frekunsi jeda istirahatnya, bukan lama istirahatnya. Jadi, lebih baik belajar 15 menit lalu jeda minum kopi atau jalan-jalan sebentar atau aktivitas apa pun yang memungkinkan Anda bergerak bebas selama 2-3 menit saja, lalu belajar lagi selama kurang lebih 15 menit, jeda lagi, dan seterusnya. Ini lebih baik bagi Anda yang bertipe kinestetikal daripada belajar selama 1 jam, lalu istirahat 15-20 menit. Jadi, yang penting adalah memperbanyak frekuensi jeda.
4. Lebih baik menggunakan posisi berdiri daripada duduk.
Tipe kinestetikal bisa berpikir dan belajar lebih baik dengan melakukan aktivitas fisik ringan daripada sekadar duduk. Anda bahkan dapat mengingat bahan pelajaran sambil mondar-mandir,naik turun tangga, men-dribble bola basket atau sambil mengayun-ayunkan tongkat golf.
5. Poster “bergerak”.
Anda dapat memasang poster atau gambar orang/objek yang sedang bergerak, misalnya gambar Michael Jordan sedang melakukan slam dunk, Michael Schumacher sedang menikung di sirkuit, dan sebagainya.
6. Menulislah di udara!
Jika Anda kesulitan mengingat penulisan ejaan tertentu, misalnya ejaan bahasa Inggris, cobalah menulis ejaan tersebut di udara. Mengapa cara ini bisa membantu? Alasannya adalah dengan melakukan hal ini, secara tidak sadar Anda telah menggerakkan tubuh (tipe kinestetikal) sekaligus melihat “jejak” tulisan tersebut (tipe visual).
7. Gunakan Mind Map.
Karena cara kerjanya sama dengan cara kerja alami otak kita, yaitu Radiant Thinking, Mind Map sudah mengakomodasi semua tipe belajar seseorang, termasuk tipe kinestetikal. Gunakan Mind Map terutama untuk kegiatan mencatat, meringkas, dan mengkaji ulang.
Kegiatan Belajar
Di samping dapat menggunakan beberapa prinsip dari kegiatan belajar di atas, berikut beberapa kiat tipe kinestetikal agar sukses dalam belajar.
1. Cari “asas manfaat” dari apa yang sedang Anda kerjakan!
Kiat ini perlu saya tekankan kembali karena merupakan kiat yang paling penting bagi seorang tipe kinestetikal. Jika Anda sudah mendapatkan asas manfaat dari apa yang akan Anda kerjakan, pasti Anda akan termotivasi. Dan bagi siapapun juga, termasuk seorang tipe kinestetikal, motivasi adalah “bahan bakar” menuju kesuksesan yang berkesinambungan. Temukan selalu asas manfaat dari apa yang Anda kerjakan sekarang!
2. Pastikan Anda leluasa menggerakan tubuh Anda
Perhatikan ruang kerja Anda, dan pastikan tempatnya tidak terlalu sempit sehingga memungkinkan Anda untuk dapat berjalan mondar-mandir. Bagaimana dengan kursi Anda? Apakah kursi Anda dapat diputar dan dinaik-turunkan? Apakah jika Anda ingin menggerak-gerakkan tungkai kaki (seprti gerakan main musik drum) akan mengganggu teman-teman di sekitar Anda?
3. Manfaat media video untuk menunjukkan demo dari fungsi alat-alat atau mesin baru.
4. Gunakan Mind Map dalam kegiatan Anda.
Mind Map sudah mengakomodasikan tipe kinestetikal untuk menjadi lebih kreatif dalam berpikir, sebab cara kerjanya sama dengan cara kerja alami otak kita semua.
Kamis, Februari 19, 2009
BERSIH-BERSIH DOMPET
Akhir pekan lalu saya menulis status di facebook, “Weekend enaknya kemana yah?” Berbagai tanggapan beragam datang dari sahabat-sahabat saya, antara lain: Hananto menulis, asyiknya nongkrong ma bolo-bolo. Lestari Yumi menulis, “Weekend? Minum kopi, makan pisang goreng, baca buku...sambil kakinya dipijit, meni pedi, pokoknya manjain diri di spa ah...feel like heaven...” Rahma Ayu, “Enaknya nge-mall”. Sedangkan Yolanda menulis, “Nonton film di 21 seru kali yee apalagi bareng ma yayang tayang”
Dari sebagian tanggapan di atas menggambarkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia terbiasa dengan pola gaya hidup yang konsumtif. Bahkan, budaya konsumtif ini adalah hasil dari pendidikan di masa kecil kita yang tanpa kita sadari.Buktinya adalah berkembangnya jargon di tengah-tengah masyarakat kita yaitu muda foya-foya, tua kaya raya dan mati masuk surga menjadi absurd dan sangat naif. Atau contoh lainnya, tentunya Anda pernah nonton topeng monyet dan kita mengenal sosok Si Sarimin, sang monyet lucu yang dengan lincah berakrobat dan melakukan atraksi menarik. Saya yakin istilah “Sarimin pergi ke pasar” sering didengung-dengungkan oleh si empunya monyet dan menjadi bahan olok-olokan diantara masyarakat sehingga ke dua hal di atas menjadi trigger yang memberikan suatu pemahaman untuk senantiasa membeli atau mengkonsumsi. Terutama di akhir pekan seolah-olah sebagian besar masyarakat berlomba bersih-bersih dompet dengan mengajak keluarga pergi berlibur, jalan-jalan dengan alasan berekreasi menghilangkan penat selepas bekerja sepanjang minggu. Bahkan banyak media melangsir bahwa peredaran uang meningkat di setiap akhir pekan biasanya di pusat-pusat perbelanjaan dan pusat-pusat hiburan.
Memprihatinkan, di tengah kehidupan ekonomi masyarakat yang menghadapi berbagai persoalan seperti kian meluasnya kemiskinan dan tingginya angka pengangguran, kita justru dengan mudah melihat kenyataan yang bertolak belakang bila memperhatikan gaya hidup sebagian masyarakat dan fenomena yang paradoks dalam segi konsumtif. Dikatakan bertolak belakang karena dua realitas tersebut hidup berdampingan dan sulit dijelaskan dengan logika ekonomi, dan disebut fenomena paradoks karena tidak memadainya penjelasan logika standar (modern) untuk memahami budaya konsumen secara umum dan khususnya yang terjadi di tengah masyarakat kita, bangsa Indonesia. Menurut Elfitra Baikoeni dalam artikel Telaah Kritis Konsumerisme Masyarakat di Tengah Ancaman Meluasnya Kemiskinan menyatakan bahwa fenomena konsumtif dapat kita temukan dalam sejumlah kasus-kasus di bawah ini:
• Meskipun ekonomi dikatakan lesu dan angka penduduk yang menganggur tinggi, jumlah penjualan mobil terus meningkat. Di jalan raya kota-kota besar yang selalu macet, terlihat dipenuhi oleh mobil-mobil keluaran terbaru. Tahun 2004 saja, ada sekitar 420.000 unit penjualan untuk hanya mobil baru.
• Berdasarkan data kredit perbankan, dari total kredit Rp. 531 triliun, sekitar Rp. 146 triliun merupakan kredit konsumsi. Pihak bank meraup banyak keuntungan dari kredit konsumsi ini yang dengan gencarnya memberi kredit seperti kredit pemilikan rumah, mobil dan pemilikan HP (hand phone).
• Menurut catatan resmi, penduduk Indonesia yang memilki HP (hand phone) berjumlah sekitar 50 juta orang. Tidak mengherankan kalau Indonesia menjadi salah satu pangsa pasar potensial di Asia untuk penjualan produk telekomunikasi. Seandainya rata-rata biaya pulsa yang dikeluarkan setiap orang satu bulannya Rp. 100.000,- saja, berarti ada sekitar Rp. 60 triliun pengeluaran penduduk dalam setahunnya untuk hanya penggunaan telepon selular.
• Ketika di berbagai wilayah masyarakat bawah menderita berbagai penyakit kekurangan pangan, seperti busung lapar, kurang gizi, dan sejenisnya, sementara masyarakat kelas atas semakin banyak menderita ”penyakit” overweight (kelebihan berat badan) dan obesitas. Untuk mengatasinya mereka menjalani operasi sedot lemat, bedah plastik, dan kini di kota-kota menjamur klinik kebugaran, kecantikan, skin center, spa dan sejenisnya.
• Diperkirakan ada sekitar 5-6 juta warga Indonesia yang berpergian ke luar negeri setiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka hanya sekedar untuk liburan, rekreasi atau shopping (belanja).
Itu adalah sebagian kecil dan sekelumit saja dari contoh-contoh yang ada, betapa banyak sekali ketimpangan dan paradoks yang terjadi dalam masyarakat kita. Akan tetapi berbagai masalah dan persoalan seputar kemiskinan dan masalah-masalah lain yang dihadapi rakyat, bukan berarti mereka terbebas dari pengaruh gaya hidup global dan budaya konsumtif. Pengaruh globalisasi yang masuk melalui pintu-pintu sistem ekonomi kapitalisme yang sudah terlanjur kita anut, ternyata sudah merambah sampai ke pelosok perdesaan masyarakat kita, termasuk juga kepada golongan miskin.
Jadi, bagaimana rencana Anda akhir pekan depan, apakah mau bersih-bersih dompet untuk investasi leher ke bawah? Bagaimana jika Anda menginvestasikan isi dompet, pikiran dan waktu anda untuk wilayah “leher ke atas”. Karena pikiran kita ini adalah aset yang tidak akan bisa dicuri oleh orang lain. Berinvestasi untuk diri sendiri bisa jadi dengan membaca buku, majalah, mendengarkan kaset, CD, DVD pengembangan diri atau browsing situs-situs bermanfaat. Berinvestasi untuk diri sendiri bisa juga dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berkualitas, mengamati segala sesuatu, bergaul dengan para pemenang, orang yang sukses atau lingkungan yang positif. Tentunya jangan lupa juga berinvestasi untuk jiwa kita. Berinvestasi juga untuk kesehatan kita. Saya yakin Anda akan jauh lebih bermanfaat karena banyak nilai tambah yang bisa Anda dapatkan tanpa harus membersihkan seluruh isi dompet anda alias murah atau bahkan gratis. Selamat bersih-bersih dompet guna investasi lehar ke atas.
Salam Penuh Syukur
Emma
Dari sebagian tanggapan di atas menggambarkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia terbiasa dengan pola gaya hidup yang konsumtif. Bahkan, budaya konsumtif ini adalah hasil dari pendidikan di masa kecil kita yang tanpa kita sadari.Buktinya adalah berkembangnya jargon di tengah-tengah masyarakat kita yaitu muda foya-foya, tua kaya raya dan mati masuk surga menjadi absurd dan sangat naif. Atau contoh lainnya, tentunya Anda pernah nonton topeng monyet dan kita mengenal sosok Si Sarimin, sang monyet lucu yang dengan lincah berakrobat dan melakukan atraksi menarik. Saya yakin istilah “Sarimin pergi ke pasar” sering didengung-dengungkan oleh si empunya monyet dan menjadi bahan olok-olokan diantara masyarakat sehingga ke dua hal di atas menjadi trigger yang memberikan suatu pemahaman untuk senantiasa membeli atau mengkonsumsi. Terutama di akhir pekan seolah-olah sebagian besar masyarakat berlomba bersih-bersih dompet dengan mengajak keluarga pergi berlibur, jalan-jalan dengan alasan berekreasi menghilangkan penat selepas bekerja sepanjang minggu. Bahkan banyak media melangsir bahwa peredaran uang meningkat di setiap akhir pekan biasanya di pusat-pusat perbelanjaan dan pusat-pusat hiburan.
Memprihatinkan, di tengah kehidupan ekonomi masyarakat yang menghadapi berbagai persoalan seperti kian meluasnya kemiskinan dan tingginya angka pengangguran, kita justru dengan mudah melihat kenyataan yang bertolak belakang bila memperhatikan gaya hidup sebagian masyarakat dan fenomena yang paradoks dalam segi konsumtif. Dikatakan bertolak belakang karena dua realitas tersebut hidup berdampingan dan sulit dijelaskan dengan logika ekonomi, dan disebut fenomena paradoks karena tidak memadainya penjelasan logika standar (modern) untuk memahami budaya konsumen secara umum dan khususnya yang terjadi di tengah masyarakat kita, bangsa Indonesia. Menurut Elfitra Baikoeni dalam artikel Telaah Kritis Konsumerisme Masyarakat di Tengah Ancaman Meluasnya Kemiskinan menyatakan bahwa fenomena konsumtif dapat kita temukan dalam sejumlah kasus-kasus di bawah ini:
• Meskipun ekonomi dikatakan lesu dan angka penduduk yang menganggur tinggi, jumlah penjualan mobil terus meningkat. Di jalan raya kota-kota besar yang selalu macet, terlihat dipenuhi oleh mobil-mobil keluaran terbaru. Tahun 2004 saja, ada sekitar 420.000 unit penjualan untuk hanya mobil baru.
• Berdasarkan data kredit perbankan, dari total kredit Rp. 531 triliun, sekitar Rp. 146 triliun merupakan kredit konsumsi. Pihak bank meraup banyak keuntungan dari kredit konsumsi ini yang dengan gencarnya memberi kredit seperti kredit pemilikan rumah, mobil dan pemilikan HP (hand phone).
• Menurut catatan resmi, penduduk Indonesia yang memilki HP (hand phone) berjumlah sekitar 50 juta orang. Tidak mengherankan kalau Indonesia menjadi salah satu pangsa pasar potensial di Asia untuk penjualan produk telekomunikasi. Seandainya rata-rata biaya pulsa yang dikeluarkan setiap orang satu bulannya Rp. 100.000,- saja, berarti ada sekitar Rp. 60 triliun pengeluaran penduduk dalam setahunnya untuk hanya penggunaan telepon selular.
• Ketika di berbagai wilayah masyarakat bawah menderita berbagai penyakit kekurangan pangan, seperti busung lapar, kurang gizi, dan sejenisnya, sementara masyarakat kelas atas semakin banyak menderita ”penyakit” overweight (kelebihan berat badan) dan obesitas. Untuk mengatasinya mereka menjalani operasi sedot lemat, bedah plastik, dan kini di kota-kota menjamur klinik kebugaran, kecantikan, skin center, spa dan sejenisnya.
• Diperkirakan ada sekitar 5-6 juta warga Indonesia yang berpergian ke luar negeri setiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka hanya sekedar untuk liburan, rekreasi atau shopping (belanja).
Itu adalah sebagian kecil dan sekelumit saja dari contoh-contoh yang ada, betapa banyak sekali ketimpangan dan paradoks yang terjadi dalam masyarakat kita. Akan tetapi berbagai masalah dan persoalan seputar kemiskinan dan masalah-masalah lain yang dihadapi rakyat, bukan berarti mereka terbebas dari pengaruh gaya hidup global dan budaya konsumtif. Pengaruh globalisasi yang masuk melalui pintu-pintu sistem ekonomi kapitalisme yang sudah terlanjur kita anut, ternyata sudah merambah sampai ke pelosok perdesaan masyarakat kita, termasuk juga kepada golongan miskin.
Jadi, bagaimana rencana Anda akhir pekan depan, apakah mau bersih-bersih dompet untuk investasi leher ke bawah? Bagaimana jika Anda menginvestasikan isi dompet, pikiran dan waktu anda untuk wilayah “leher ke atas”. Karena pikiran kita ini adalah aset yang tidak akan bisa dicuri oleh orang lain. Berinvestasi untuk diri sendiri bisa jadi dengan membaca buku, majalah, mendengarkan kaset, CD, DVD pengembangan diri atau browsing situs-situs bermanfaat. Berinvestasi untuk diri sendiri bisa juga dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berkualitas, mengamati segala sesuatu, bergaul dengan para pemenang, orang yang sukses atau lingkungan yang positif. Tentunya jangan lupa juga berinvestasi untuk jiwa kita. Berinvestasi juga untuk kesehatan kita. Saya yakin Anda akan jauh lebih bermanfaat karena banyak nilai tambah yang bisa Anda dapatkan tanpa harus membersihkan seluruh isi dompet anda alias murah atau bahkan gratis. Selamat bersih-bersih dompet guna investasi lehar ke atas.
Salam Penuh Syukur
Emma
Langganan:
Postingan (Atom)
