Bila Sang Kematian Datang, Seberapa Siap Kita Menghadapinya?
Tentu saja kita bergidik bulu roma saat mendengar kata kematian, bukan!Perasaan takut akan mati mulai menyelimuti perasaan kita. Bila kita telaah lebih jauh, apa sebenarnya yang membuat kita takut akan kematian? Atau siapakah yang takut mati? atau berbagai pertanyaan berkecamuk ketika kata kematian menghiasi alam pikiran kita.
Jujur saja, ketidakmampuan kita menerima kehadiraannya kadang diakibatkan oleh ketidak relaan kita melepaskan segala bentuk kenikmatan duniawi dan berbagai keinginan yang belum terwujud bahkan ketidakinginan kita berdekatan dengannya. Kita masih ingin menikmati surga duniawi yang tiada akan abadi.
Lihatkan tubuh akan belajar untuk semakin merenta, fungsi anggota tubuh yang semakin meredup, kemampuan berpikir semakin menurun. Tak salah bila kita katakan tiada yang kekal di alam fana ini.
Kesiapan kita menghadapinya tidak terlepas dari tujuan akhir yang tak terbatas oleh waktu dan kita torehkan dalam lubuk hati terdalam. Bagi orang yang mengetahuinya akan mempersiapkan segala bekalnya untuk kebutuhan tujuan akhirnya tersebut. Kita menyebutkan golongan orang2 yang beruntung.
Sebaliknya, orang yang enggan bahkan tidak menyadari dengan baik, bekal yang akan dibawanya kelak termasuk orang-orang yang merugi. Karena, cepat atau lambat, disadari atau tidak, kapanpun dan dimanapun, dan dalam situasi dan kondisi apapun, Sang Kematian akan menyapa dan mendekap erat siapapun dari kita. Berdamailah dengan Sang Kematian, dengan rasa takut yang mendera pikiran akan terhempas diterpa angin. Dengan begitu kapan pun ia membawa kita pergi bersama, kepasrahan dan keikhlasan hati akan menerima dengan senyuman dan kedua tangan terbuka. Seperti sudah tertulis dalam visi dan misi pribadi kita (begin with the end in mind). Dengan begitu, pertanyaannya adalah apakah kita sudah benar-benar siap menerimanya untuk bertemu dengan Sang Khalik.
Have a positive day!
Mohamad Yunus, CHt, MNLP
Jumat, Januari 29, 2010
Membentuk Kecerdasan Lewat Seni
Membentuk Kecerdasan Lewat Seni
Ditulis oleh: Mita Zoe
Seni memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi emosi sekaligus kognisi anak. Karena seni sesungguhnya adalah media yang paling nyaman dan mampu memikat anak untuk mempelajari apa pun. Ketua Asosiasi Pengajar Seni Indonesia, Dr Cut Kamaril Wardani, mengatakan seni merupakan bahasa. Musik merupakan bahasa bunyi, seni rupa merupakan bahasa rupa, seni tari dan drama merupakan bahasa bahasa gerak dan mimik. Seni berada di wilayah rasa, yaitu estetika. Pembentukan nilai estetika pada anak dapat menstimulasi perasaan cerdas (smart feeling), yaitu anak bisa mengatur emosinya, anak mengetahui kapan dan cara yang tepat mengutarakan emosinya.
Cut Kamaril mengatakan, seni tak hanya menggunakan perasaan atau intuisi, namun juga logika dan kreativitas. ’’Pendidikan seni memiliki fungsi dan peran meningkatkan kreativitas dan mengembangkan bakat anak. Perlu digaris bawahi bukanlah sebatas bakat seniman saja tapi juga meningkatkan kecerdasan-kecerdasan lain. Seni menjadikan anak kreatif secara utuh,’’ paparnya.
Pakar pendidikan anak usia dini, Ellen Booth Church, dalam artikelnya From Scribbles to Symbols, mengatakan, seni dikatakan juga sebagai bahasa pertama anak karena mereka menggunakan perasaan dan pengalaman sendiri dalam membuat karya seni. Bahkan melalui goresan-goresan yang sering kita sebut benang kusut anak tengah berkomunikasi melalui media seni. Setiap anak menghasilkan arti yang berbeda-beda dalam setiap tarikan garisnya.
Di masa golden age umumnya otak kanan lebih dulu berkembang daripada otak kiri. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan psikolog anak, Dr Sylviana Murni SH Msi, meski perkembangan otak secara keseluruhan juga penting, orangtua hendaknya memberikan stimulasi yang mengembangkan fungsi otak kanan antara lain melalui kegiatan menyanyi, menari, menggambar, dan bermain. Hal ini mengindikasikan bahwa stimulasi yang diberikan didasari oleh seni. Berbagai potensi dasar anak yang dapat dikembangkan, yaitu perasaan atau emosi, kapasitas intelektual, perkembangan motorik, kreativitas, kepekaan estetis dan perkembangan sosial.
Pintu kecerdasan
Pengembangan motorik anak melalui kegiatan seni terlihat dengan berkembangnya keterampilan motorik halus dan kasarnya. Kematangan motorik sangat diperlukan dalam mengekspresikan dirinya. Cut menambahkan, salah satu contoh kegiatan seni yang dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik anak ialah kegiatan menggunting. Saat anak usia 1-2 tahun, berikan kertas dan gunting kemudian biarkan ia berupaya sendiri. Kegiatan ini berfungsi untuk menstimulasi konsentrasi mata dan kecerdasan kinestetiknya. Kegiatan lainnya adalah menari.
Pengembangan perseptual berkaitan dengan kepekaan sensori yang diperoleh melalui berbagai pengalaman bereksplorasi melalui aktivitas seni. Saat anak melihat bunga, membantu anak membentuk persepsi tentang sifat bunga baik warna, bentuk, dan kegunaannya. Anak pun akan melihat keindahan sebagai hal yang berharga sehingga bisa memperlakukan lingkungannya dengan, baik seperti tidak memetik bunga sembarangan, mencoret-coret tembok, dan membuang sampah pada tempatnya.
Salah satu pengembangan kapasitas intelektual melalui seni, misalnya belajar matematika. Melalui seni musik, misalnya konsep lingkaran, minta anak membentuk lingkaran tersebut 2-3 orang untuk mewakili lingkaran kecil dan 5-6 orang untuk mewakili lingkaran besar. Nyanyikan lagu yang mewakili setiap ukuran lingkaran besar-kecil lalu ajak anak menghitung keliling, lingkaran besar 6 orang berarti 6 meter, tentu akan lebih menyenangkan.
Selain itu, anak pun bisa belajar matematika melalui kegiatan seni melipat. Berikan satu helai kertas kemudian lipat 2 dan gunting, katakan padanya bahwa kertas jadi setengah bagian melalui cara ini untuk anak belajar konsep membagi. Pengembangan kapasitas intelektual melalui kegiatan seni dengan membuat berbagai lambang rupa, gerak, dan bunyi. “Seiring perkembangan kemampuan berpikirnya, lambang tersebut akan memiliki makna. Hal ini terlihat dengan semakin rincinya anak mengekspresikannya,”kata Cut.
Selain itu, kata Cut, anak juga bisa belajar salah satu efek fisika yaitu membentuk bayangan melalui seni. Melalui seni peran,dengan menciptakan bayangan di tembok dengan memainkan tokoh karakter anjing atau kucing. Atau menunjukkan terjadinya gerhana dengan menggunakan cahaya senter, anak belajar mengkomposisikan cahaya melalui sudut yang tepat.
Cut menambahkan, pengembangan estetis melalui kegiatan seni tampak dengan munculnya kepekaan anak dalam menata berbagai pikiran, perasaan, dan imajinasi dalam berekspresi. Selain itu, anak memiliki kepekaan rasa yang baik dan toleransi terhadap sesama karena dalam menilai sebuah karya bersifat objektif. Anak belajar menerima pendapat orang lain saat menunjukkan bentuk apresiasinya. “Kegiatan seni bersifat bebas, namun terkendali khususnya dalam berekspresi, sehingga seni bisa mengembangkan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal anak,” katanya.
Cut menyambung, seni dapat membuka jendela indera anak. Saat usia anak belum beranjak 2 tahun, berikan stimulasi dengan bercerita atau mendongeng. Pilih buku dengan gambar-gambar yang menarik. Indera penglihatannya akan terstimulasi untuk melihat gambar, warna, dan bentuk. Ceritakan dengan metode story telling seperti menirukan suara harimau, kucing, atau anjing yang akan menstimulasi indera pendengarannya.
Peran seni bersifat multidimensional, multilingual, dan multikultural serta mengembangkan kecerdasan anak. Untuk itu, upaya pengembangan perilaku dan potensi dasar anak dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seni. “Ketika anak belajar dengan dan melalui seni, anak tak harus menjadi seorang seniman. Namun, seni dijadikan media belajarnya,” jelas Cut.
Pembinaan lingkungan
Menurut Cut, bakat seni bukanlah keturunan tapi pembinaan lingkungan. Sejak anak masih dalam kandungan, orangtua sebenarnya sudah memberikan sentuhan pembentukan bakat anak. Misalnya ketika ibu hamil memperdengarkan musik favoritnya pada anak, secara tak langsung anak belajar mengenal bahasa bunyi/musik. Namun, kemampuan seni anak perlu disertai adanya penguatan mulai dari hal yang sederhana. Misalnya, saat membelikan baju anak, orangtua bisa melatih kepekaan anak saat memilih warna pakaian dengan menanyakan pendapat si kecil. “Tanpa disadari, sebenarnya orangtualah yang menularkan intuisi seni atau selera (taste) pada anak,” katanya
Cut menjelaskan, implementasi penerapan seni dalam mengembangkan potensi anak mengharuskan pendidik khususnya orangtua lebih kreatif mendesain pembelajaran. Terdapat beberapa pendekatan pengajaran dalam seni, yaitu pendekatan mengajar untuk seni, mengajarkan unsur–unsur seni seperti nilai estetik dan artistik. Kemudian, mengajar dengan seni dan melalui seni yang merupakan kekuatan dari pendidikan seni.
Untuk mengakomodasi kebutuhan anak, lanjut Cut, terapkan melalui kegiatan seni terpadu (integrated art). Kegiatan yang memberikan kesempatan anak untuk mengamati, menyerap, menyaring, menafsirkan berbagai informasi dan fenomena lingkungan, serta membuat lambang yang bermakna.
Orangtua haruslah selektif dalam memilih topik atau materi, penggunaan metode, dan media. Sebaiknya pilih yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari anak, melibatkan objek nyata, dan memberikan kesempatan anak untuk menerapkannya dalam upaya memecahkan masalah.
Dalam membuat suatu karya, Cut memaparkan, dorong anak berpikir bebas dalam mencari ide. Pancing imajinasi anak, salah satunya dengan menggunakan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang berguna. Misal, menggunakan koran bekas untuk membuat kelopak bunga. Orangtua juga bisa membantu mengembangkan kepekaan rasa anak dengan mendampingi anak saat berkegiatan. Misal, Anda bisa menularkan intuisi seni dengan memberikan masukan warna yang sesuai antara merah dengan kuning.
Sumber: Inspired Kids Magz
Ditulis oleh: Mita Zoe
Seni memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi emosi sekaligus kognisi anak. Karena seni sesungguhnya adalah media yang paling nyaman dan mampu memikat anak untuk mempelajari apa pun. Ketua Asosiasi Pengajar Seni Indonesia, Dr Cut Kamaril Wardani, mengatakan seni merupakan bahasa. Musik merupakan bahasa bunyi, seni rupa merupakan bahasa rupa, seni tari dan drama merupakan bahasa bahasa gerak dan mimik. Seni berada di wilayah rasa, yaitu estetika. Pembentukan nilai estetika pada anak dapat menstimulasi perasaan cerdas (smart feeling), yaitu anak bisa mengatur emosinya, anak mengetahui kapan dan cara yang tepat mengutarakan emosinya.
Cut Kamaril mengatakan, seni tak hanya menggunakan perasaan atau intuisi, namun juga logika dan kreativitas. ’’Pendidikan seni memiliki fungsi dan peran meningkatkan kreativitas dan mengembangkan bakat anak. Perlu digaris bawahi bukanlah sebatas bakat seniman saja tapi juga meningkatkan kecerdasan-kecerdasan lain. Seni menjadikan anak kreatif secara utuh,’’ paparnya.
Pakar pendidikan anak usia dini, Ellen Booth Church, dalam artikelnya From Scribbles to Symbols, mengatakan, seni dikatakan juga sebagai bahasa pertama anak karena mereka menggunakan perasaan dan pengalaman sendiri dalam membuat karya seni. Bahkan melalui goresan-goresan yang sering kita sebut benang kusut anak tengah berkomunikasi melalui media seni. Setiap anak menghasilkan arti yang berbeda-beda dalam setiap tarikan garisnya.
Di masa golden age umumnya otak kanan lebih dulu berkembang daripada otak kiri. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan psikolog anak, Dr Sylviana Murni SH Msi, meski perkembangan otak secara keseluruhan juga penting, orangtua hendaknya memberikan stimulasi yang mengembangkan fungsi otak kanan antara lain melalui kegiatan menyanyi, menari, menggambar, dan bermain. Hal ini mengindikasikan bahwa stimulasi yang diberikan didasari oleh seni. Berbagai potensi dasar anak yang dapat dikembangkan, yaitu perasaan atau emosi, kapasitas intelektual, perkembangan motorik, kreativitas, kepekaan estetis dan perkembangan sosial.
Pintu kecerdasan
Pengembangan motorik anak melalui kegiatan seni terlihat dengan berkembangnya keterampilan motorik halus dan kasarnya. Kematangan motorik sangat diperlukan dalam mengekspresikan dirinya. Cut menambahkan, salah satu contoh kegiatan seni yang dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik anak ialah kegiatan menggunting. Saat anak usia 1-2 tahun, berikan kertas dan gunting kemudian biarkan ia berupaya sendiri. Kegiatan ini berfungsi untuk menstimulasi konsentrasi mata dan kecerdasan kinestetiknya. Kegiatan lainnya adalah menari.
Pengembangan perseptual berkaitan dengan kepekaan sensori yang diperoleh melalui berbagai pengalaman bereksplorasi melalui aktivitas seni. Saat anak melihat bunga, membantu anak membentuk persepsi tentang sifat bunga baik warna, bentuk, dan kegunaannya. Anak pun akan melihat keindahan sebagai hal yang berharga sehingga bisa memperlakukan lingkungannya dengan, baik seperti tidak memetik bunga sembarangan, mencoret-coret tembok, dan membuang sampah pada tempatnya.
Salah satu pengembangan kapasitas intelektual melalui seni, misalnya belajar matematika. Melalui seni musik, misalnya konsep lingkaran, minta anak membentuk lingkaran tersebut 2-3 orang untuk mewakili lingkaran kecil dan 5-6 orang untuk mewakili lingkaran besar. Nyanyikan lagu yang mewakili setiap ukuran lingkaran besar-kecil lalu ajak anak menghitung keliling, lingkaran besar 6 orang berarti 6 meter, tentu akan lebih menyenangkan.
Selain itu, anak pun bisa belajar matematika melalui kegiatan seni melipat. Berikan satu helai kertas kemudian lipat 2 dan gunting, katakan padanya bahwa kertas jadi setengah bagian melalui cara ini untuk anak belajar konsep membagi. Pengembangan kapasitas intelektual melalui kegiatan seni dengan membuat berbagai lambang rupa, gerak, dan bunyi. “Seiring perkembangan kemampuan berpikirnya, lambang tersebut akan memiliki makna. Hal ini terlihat dengan semakin rincinya anak mengekspresikannya,”kata Cut.
Selain itu, kata Cut, anak juga bisa belajar salah satu efek fisika yaitu membentuk bayangan melalui seni. Melalui seni peran,dengan menciptakan bayangan di tembok dengan memainkan tokoh karakter anjing atau kucing. Atau menunjukkan terjadinya gerhana dengan menggunakan cahaya senter, anak belajar mengkomposisikan cahaya melalui sudut yang tepat.
Cut menambahkan, pengembangan estetis melalui kegiatan seni tampak dengan munculnya kepekaan anak dalam menata berbagai pikiran, perasaan, dan imajinasi dalam berekspresi. Selain itu, anak memiliki kepekaan rasa yang baik dan toleransi terhadap sesama karena dalam menilai sebuah karya bersifat objektif. Anak belajar menerima pendapat orang lain saat menunjukkan bentuk apresiasinya. “Kegiatan seni bersifat bebas, namun terkendali khususnya dalam berekspresi, sehingga seni bisa mengembangkan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal anak,” katanya.
Cut menyambung, seni dapat membuka jendela indera anak. Saat usia anak belum beranjak 2 tahun, berikan stimulasi dengan bercerita atau mendongeng. Pilih buku dengan gambar-gambar yang menarik. Indera penglihatannya akan terstimulasi untuk melihat gambar, warna, dan bentuk. Ceritakan dengan metode story telling seperti menirukan suara harimau, kucing, atau anjing yang akan menstimulasi indera pendengarannya.
Peran seni bersifat multidimensional, multilingual, dan multikultural serta mengembangkan kecerdasan anak. Untuk itu, upaya pengembangan perilaku dan potensi dasar anak dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seni. “Ketika anak belajar dengan dan melalui seni, anak tak harus menjadi seorang seniman. Namun, seni dijadikan media belajarnya,” jelas Cut.
Pembinaan lingkungan
Menurut Cut, bakat seni bukanlah keturunan tapi pembinaan lingkungan. Sejak anak masih dalam kandungan, orangtua sebenarnya sudah memberikan sentuhan pembentukan bakat anak. Misalnya ketika ibu hamil memperdengarkan musik favoritnya pada anak, secara tak langsung anak belajar mengenal bahasa bunyi/musik. Namun, kemampuan seni anak perlu disertai adanya penguatan mulai dari hal yang sederhana. Misalnya, saat membelikan baju anak, orangtua bisa melatih kepekaan anak saat memilih warna pakaian dengan menanyakan pendapat si kecil. “Tanpa disadari, sebenarnya orangtualah yang menularkan intuisi seni atau selera (taste) pada anak,” katanya
Cut menjelaskan, implementasi penerapan seni dalam mengembangkan potensi anak mengharuskan pendidik khususnya orangtua lebih kreatif mendesain pembelajaran. Terdapat beberapa pendekatan pengajaran dalam seni, yaitu pendekatan mengajar untuk seni, mengajarkan unsur–unsur seni seperti nilai estetik dan artistik. Kemudian, mengajar dengan seni dan melalui seni yang merupakan kekuatan dari pendidikan seni.
Untuk mengakomodasi kebutuhan anak, lanjut Cut, terapkan melalui kegiatan seni terpadu (integrated art). Kegiatan yang memberikan kesempatan anak untuk mengamati, menyerap, menyaring, menafsirkan berbagai informasi dan fenomena lingkungan, serta membuat lambang yang bermakna.
Orangtua haruslah selektif dalam memilih topik atau materi, penggunaan metode, dan media. Sebaiknya pilih yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari anak, melibatkan objek nyata, dan memberikan kesempatan anak untuk menerapkannya dalam upaya memecahkan masalah.
Dalam membuat suatu karya, Cut memaparkan, dorong anak berpikir bebas dalam mencari ide. Pancing imajinasi anak, salah satunya dengan menggunakan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang berguna. Misal, menggunakan koran bekas untuk membuat kelopak bunga. Orangtua juga bisa membantu mengembangkan kepekaan rasa anak dengan mendampingi anak saat berkegiatan. Misal, Anda bisa menularkan intuisi seni dengan memberikan masukan warna yang sesuai antara merah dengan kuning.
Sumber: Inspired Kids Magz
Mahluk Yang Tidak Mungkin Tidak Ada
" Mahluk " Yang Tidak Mungkin Tidak Ada
Dipesisir-pesisir pantai Sumatera, gelombang samudra Hindia perlahan-lahan telah berhasil mengikis daratan, disamping abrasi oleh tangan-tangan manusia sendiri. Bahkan pasir yang telah terkikis itu masih saja di ekspor ke negara tetangga, agar tetangga tercinta tersebut lebih leluasa beraktifitas, termasuk mengawasi kita agar tidak nakal. Waktu beserta alam semesta telah bekerja sama meminimalkan satu sisi dan memaksimalkan sisi yang lain. Kepadatan penduduk telah berhasil merubah paradigma lebar menjadi tinggi yang di tandai dengan bermunculannya gedung-gedung pencakar langit, dan dengan kalkulator tangan lebih cepat menghitung dari pada kepala. Menara Pisa yang dibangun dengan tangan manusia tergantikan dengan menara plaza-plaza yang dibangun oleh tangan-tangan besi.
Seiring perkembangan zaman akal manusia lebih berkembang dari pada insting, karena segala sesuatu ditimbang dengan nalar dan logika. Mata batin sudah tidak berfungsi lagi karena keniscayaan menggunakan mata kepala sudah tidak bisa diganggu gugat. "Dahulu guru mengaji saya dikampung mampu melihat siapa tamu-tamu yang akan datang walaupun belum ada alat komunikasi cangih seperti sekarang" kata Ustadz Abbas disela pengajian. Banyak hal yang tidak mungkin bisa terjadi dimasa lalu, jika di timbang dengan akal orang saat ini, sama seperti tidak mungkinnya manusia bisa menjelajah angkasa luar oleh akal orang dimasa lalu. Waktu seperti bermain dalam hal " mungkin atau tidak mungkin".
Jika saat ini orang yang membuat sesuatu mungkin terjadi didominasi oleh ahli sains dan tehnologi maka pada masa lalu hal-hal yang tidak mungkin terjadi dilakukan oleh ahli-ahli ibadah, yaitu para Nabi dan Wali Allah. Artinya ketidak mungkinan bisa terjadi oleh dua hal yaitu hati yang bersih atau otak yang cemerlang. Sebagian orang mengistilahkan dengan perpindahan dari dimensi spritual kepada dimensi material, dampaknya adalah kita akan sering mendapati orang yang berspritual dengan berlandaskan material, seperti mahalnya tarif seorang penceramah ketika wajahnya sudah muncul di televisi.
"Tidak mungkin dia melakukan itu, setahu saya dia anak yang baik dan ramah kepada semua orang" kata seorang ibu kepada tetangganya ketika mengetahui anaknya melakukan tindakan kriminal. " Mana mungkin sih guru itu melakukan tindakan seperti itu, dia kan selalu perhatian dengan murid-muridnya" kata orang tua murid menanggapi pelecehan seksual oleh seorang guru. Dimensi materi telah merubah dan menciptakan berbagai kamuflase kebaikan yang hanya bisa dilihat dan dijamah. Orang yang berteriak " mari kita berbuat baik" lebih dihargai dari pada orang yang diam-diam membersihkan selokan agar tidak mampet yang bisa mengakibatkan banjir didaerah tersebut, atau orang-orang yang beratribut keagamaan dan menghadiri ceramah jauh lebih dihargai dari pada tukang sampah yang sibuk membersihkan bekas minuman dan makanan yang mereka buang sembarangan sewaktu ceramah.
Mahluk seperti apa sebenarnya yang bernama "kebaikan" itu , mungkinkah ada yang mau memeliharanya walaupun tidak ada yang menghargai, mengapa masih ada caci maki dari mulut umat Muhammad SAW yang justru terkenal dengan ketinggian ahlaknya, siapa tahu jika umat Islam mau memelihara mahluk ini mata batin kembali terbuka dan ketidak mungkinan-ketidak mungkinan masa lalu bisa muncul kembali seperti ketidakmungkinan mimpi orang sekarang yang ingin melintasi waktu kemasa lalu.
Salam
David Sofyan
www.e-miracle.com
Dipesisir-pesisir pantai Sumatera, gelombang samudra Hindia perlahan-lahan telah berhasil mengikis daratan, disamping abrasi oleh tangan-tangan manusia sendiri. Bahkan pasir yang telah terkikis itu masih saja di ekspor ke negara tetangga, agar tetangga tercinta tersebut lebih leluasa beraktifitas, termasuk mengawasi kita agar tidak nakal. Waktu beserta alam semesta telah bekerja sama meminimalkan satu sisi dan memaksimalkan sisi yang lain. Kepadatan penduduk telah berhasil merubah paradigma lebar menjadi tinggi yang di tandai dengan bermunculannya gedung-gedung pencakar langit, dan dengan kalkulator tangan lebih cepat menghitung dari pada kepala. Menara Pisa yang dibangun dengan tangan manusia tergantikan dengan menara plaza-plaza yang dibangun oleh tangan-tangan besi.
Seiring perkembangan zaman akal manusia lebih berkembang dari pada insting, karena segala sesuatu ditimbang dengan nalar dan logika. Mata batin sudah tidak berfungsi lagi karena keniscayaan menggunakan mata kepala sudah tidak bisa diganggu gugat. "Dahulu guru mengaji saya dikampung mampu melihat siapa tamu-tamu yang akan datang walaupun belum ada alat komunikasi cangih seperti sekarang" kata Ustadz Abbas disela pengajian. Banyak hal yang tidak mungkin bisa terjadi dimasa lalu, jika di timbang dengan akal orang saat ini, sama seperti tidak mungkinnya manusia bisa menjelajah angkasa luar oleh akal orang dimasa lalu. Waktu seperti bermain dalam hal " mungkin atau tidak mungkin".
Jika saat ini orang yang membuat sesuatu mungkin terjadi didominasi oleh ahli sains dan tehnologi maka pada masa lalu hal-hal yang tidak mungkin terjadi dilakukan oleh ahli-ahli ibadah, yaitu para Nabi dan Wali Allah. Artinya ketidak mungkinan bisa terjadi oleh dua hal yaitu hati yang bersih atau otak yang cemerlang. Sebagian orang mengistilahkan dengan perpindahan dari dimensi spritual kepada dimensi material, dampaknya adalah kita akan sering mendapati orang yang berspritual dengan berlandaskan material, seperti mahalnya tarif seorang penceramah ketika wajahnya sudah muncul di televisi.
"Tidak mungkin dia melakukan itu, setahu saya dia anak yang baik dan ramah kepada semua orang" kata seorang ibu kepada tetangganya ketika mengetahui anaknya melakukan tindakan kriminal. " Mana mungkin sih guru itu melakukan tindakan seperti itu, dia kan selalu perhatian dengan murid-muridnya" kata orang tua murid menanggapi pelecehan seksual oleh seorang guru. Dimensi materi telah merubah dan menciptakan berbagai kamuflase kebaikan yang hanya bisa dilihat dan dijamah. Orang yang berteriak " mari kita berbuat baik" lebih dihargai dari pada orang yang diam-diam membersihkan selokan agar tidak mampet yang bisa mengakibatkan banjir didaerah tersebut, atau orang-orang yang beratribut keagamaan dan menghadiri ceramah jauh lebih dihargai dari pada tukang sampah yang sibuk membersihkan bekas minuman dan makanan yang mereka buang sembarangan sewaktu ceramah.
Mahluk seperti apa sebenarnya yang bernama "kebaikan" itu , mungkinkah ada yang mau memeliharanya walaupun tidak ada yang menghargai, mengapa masih ada caci maki dari mulut umat Muhammad SAW yang justru terkenal dengan ketinggian ahlaknya, siapa tahu jika umat Islam mau memelihara mahluk ini mata batin kembali terbuka dan ketidak mungkinan-ketidak mungkinan masa lalu bisa muncul kembali seperti ketidakmungkinan mimpi orang sekarang yang ingin melintasi waktu kemasa lalu.
Salam
David Sofyan
www.e-miracle.com
Bersyukur Dalam Kesulitan
Bersyukur Dalam Kesulitan
Setelah lama berputar-putar keliling Jakarta tanpa hasil, Taksi yang dikemudikan Pak Zumhari akhirnya di pesan seseorang dari komplek perumahan mewah, "Alhamdulillah, ternyata rezeki Allah tetap menghampiri hambanya" kata Pak Zumhari didalam hati. Menit berlalu dengan cepat berganti jam , tapi orang yang hendak menyewa belum keluar juga. Pak Zumhari tetap menunggu sambil sesekali menanyakan kepada penghuni rumah itu. Memasuki jam ke dua kesabaran Pak Zumhari hilang, dia meminta uang tunggu sebesar dua puluh ribu rupiah selama dua jam menunggu. Pihak rumah tidak ada yang mau memberi karena merasa belum membatalkan order. Pak Zumhari menunggu satu jam lagi dengan harapan orang tersebut keluar, tetapi kekesalan dan umpatan keluar dari mulut Pak Zumhari berbeda seratus delapan puluh derajat dengan syukur yang dipanjatkannya tadi.
Hari itu Pak Zumhari tidak bisa memenuhi setoran dan akibatnya dia bisa tidak membawa uang kerumah untuk belanja harian. " Ternyata Allah belum memberikan kita rezeki hari ini" keluh Pak Zumhari kepada istrinya. " Pak, si Amin sakit, dari kemaren panasnya tidak turun-turun, bahkan beberapa kali muntah, bawa kedokter Pak " sahut istrinya memberitahukan mengenai keadaan putra mereka. " Uang kita tidak cukup untuk biaya rumah sakit, sedangkan puskesmas malam begini mana buka bu " jawab Pak Zumhari. "Tapi bapak mau melihat kondisi anak kita begini terus ?, bawa sajalah Pak, masalah uang kita pikirkan nanti" kata sang istri mulai panik. Akhirnya mereka membawa anaknya kerumah sakit. Sesampainya di rumah sakit , mereka segera mendaftar untuk memasukan anak mereka keruang pemeriksaan tetapi mereka dihadang oleh kenyataan harus membayar jaminan sebesar satu juta rupiah.
Perdebatan terjadi antara pihak rumah sakit dengan Pak Zumhari. Memberikan jaminan adalah salah satu dari peraturan rumah sakit dan Pak Zumhari tidak bisa berbuat apa-apa, rasa kemanusian sekarang hanya jadi barang dagangan yang di pertontonkan di tivi-tivi. Sewaktu Pak Zumhari akan membawa anaknya pulang, tiba-tiba pihak rumah sakit memanggil dan mempersilahkan mereka memasuki ruang pemeriksaan karena sudah ada yang menjamin biaya pengobatan. Tidak hanya uang muka tetapi seluruh biaya pengobatan tersebut di tanggung oleh seseorang yang tidak dikenal." Alhamdulillah ya Rob pertolonganMu telah datang" jerit hati Pak Zumhari.
Beberapa saat kemudian beberapa orang polisi mendatangi rumah sakit, mengabarkan bahwa salah satu perampok yang melakukan aksi kejahatan di dareah tersebut melarikan diri kearah rumah sakit. Ciri-ciri yang di sebutkan Petugas kepolisian sama dengan orang yang memberikan bantuan kepada Pak Zumhari, tentu saja khabar ini kembali mencemaskan hatinya. " Ya Allah mengapa rasa syukur hamba selalu di ikuti oleh rasa cemas " kata Pak Zumhari dalam hati sambil menangis. Rumah sakit hendak membekukan dana yang telah di pergunakan untuk membiayai pengobatan anaknya sampai ada konfirmasi dari pemilik dana yang sebenarnya.
Keesokan harinya Perampok tersebut berhasil di tangkap dan kekantor polisi untuk mengurus segala keperluan dan mengambil dana yang tersisa , korban perampokan tersebut mendatangi rumah sakit, sehubungan dengan kejadian penggunaan dana yang salah arah. Setelah mendengarkan asal mula kejadian pemilik uangtersebut mengikhlaskan dananya untuk biaya pengobatan Pak Zumhari, tidak hanya itu Pak Zumhari diminta untuk menjadi supir pribadinya. Orangtersebut ternyata orangtua dari penumpang yang hendak menyewa taksinya tadi pagi, tetapi orang tuanya mendadak meninggal setelah pingsan beberapa saat. hal itulahyang menyebabkan Pak Zumhari harus menunggu lama dan akhirnya dibatalkan.
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Al Baqarah ayat 214)
Salam
David Sofyan
www.e-miracle.com
Setelah lama berputar-putar keliling Jakarta tanpa hasil, Taksi yang dikemudikan Pak Zumhari akhirnya di pesan seseorang dari komplek perumahan mewah, "Alhamdulillah, ternyata rezeki Allah tetap menghampiri hambanya" kata Pak Zumhari didalam hati. Menit berlalu dengan cepat berganti jam , tapi orang yang hendak menyewa belum keluar juga. Pak Zumhari tetap menunggu sambil sesekali menanyakan kepada penghuni rumah itu. Memasuki jam ke dua kesabaran Pak Zumhari hilang, dia meminta uang tunggu sebesar dua puluh ribu rupiah selama dua jam menunggu. Pihak rumah tidak ada yang mau memberi karena merasa belum membatalkan order. Pak Zumhari menunggu satu jam lagi dengan harapan orang tersebut keluar, tetapi kekesalan dan umpatan keluar dari mulut Pak Zumhari berbeda seratus delapan puluh derajat dengan syukur yang dipanjatkannya tadi.
Hari itu Pak Zumhari tidak bisa memenuhi setoran dan akibatnya dia bisa tidak membawa uang kerumah untuk belanja harian. " Ternyata Allah belum memberikan kita rezeki hari ini" keluh Pak Zumhari kepada istrinya. " Pak, si Amin sakit, dari kemaren panasnya tidak turun-turun, bahkan beberapa kali muntah, bawa kedokter Pak " sahut istrinya memberitahukan mengenai keadaan putra mereka. " Uang kita tidak cukup untuk biaya rumah sakit, sedangkan puskesmas malam begini mana buka bu " jawab Pak Zumhari. "Tapi bapak mau melihat kondisi anak kita begini terus ?, bawa sajalah Pak, masalah uang kita pikirkan nanti" kata sang istri mulai panik. Akhirnya mereka membawa anaknya kerumah sakit. Sesampainya di rumah sakit , mereka segera mendaftar untuk memasukan anak mereka keruang pemeriksaan tetapi mereka dihadang oleh kenyataan harus membayar jaminan sebesar satu juta rupiah.
Perdebatan terjadi antara pihak rumah sakit dengan Pak Zumhari. Memberikan jaminan adalah salah satu dari peraturan rumah sakit dan Pak Zumhari tidak bisa berbuat apa-apa, rasa kemanusian sekarang hanya jadi barang dagangan yang di pertontonkan di tivi-tivi. Sewaktu Pak Zumhari akan membawa anaknya pulang, tiba-tiba pihak rumah sakit memanggil dan mempersilahkan mereka memasuki ruang pemeriksaan karena sudah ada yang menjamin biaya pengobatan. Tidak hanya uang muka tetapi seluruh biaya pengobatan tersebut di tanggung oleh seseorang yang tidak dikenal." Alhamdulillah ya Rob pertolonganMu telah datang" jerit hati Pak Zumhari.
Beberapa saat kemudian beberapa orang polisi mendatangi rumah sakit, mengabarkan bahwa salah satu perampok yang melakukan aksi kejahatan di dareah tersebut melarikan diri kearah rumah sakit. Ciri-ciri yang di sebutkan Petugas kepolisian sama dengan orang yang memberikan bantuan kepada Pak Zumhari, tentu saja khabar ini kembali mencemaskan hatinya. " Ya Allah mengapa rasa syukur hamba selalu di ikuti oleh rasa cemas " kata Pak Zumhari dalam hati sambil menangis. Rumah sakit hendak membekukan dana yang telah di pergunakan untuk membiayai pengobatan anaknya sampai ada konfirmasi dari pemilik dana yang sebenarnya.
Keesokan harinya Perampok tersebut berhasil di tangkap dan kekantor polisi untuk mengurus segala keperluan dan mengambil dana yang tersisa , korban perampokan tersebut mendatangi rumah sakit, sehubungan dengan kejadian penggunaan dana yang salah arah. Setelah mendengarkan asal mula kejadian pemilik uangtersebut mengikhlaskan dananya untuk biaya pengobatan Pak Zumhari, tidak hanya itu Pak Zumhari diminta untuk menjadi supir pribadinya. Orangtersebut ternyata orangtua dari penumpang yang hendak menyewa taksinya tadi pagi, tetapi orang tuanya mendadak meninggal setelah pingsan beberapa saat. hal itulahyang menyebabkan Pak Zumhari harus menunggu lama dan akhirnya dibatalkan.
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Al Baqarah ayat 214)
Salam
David Sofyan
www.e-miracle.com
Memaafkan
Memaafkan tidak berarti melupakan apa yang telah terjadi.
Memaafkan tidak mengharuskan kita memberitahu orang lain.
Memaafkan adalah untuk diri kita bukan untuk orang yang telah menyakiti kita.
Memaafkan tidak berarti kita suka pada apa yang telah terjadi.
Memaafkan tidak berarti kita mengabaikan apa yang telah terjadi.
Memaafkan tidak berarti kita suka pada orang yang menyakiti kita.
Memaafkan tidak berarti kita mengizinkan atau membiarkan orang yang menyakiti kita kembali lagi dalam hidup kita.
Memaafkan berarti kita tidak lagi merasa marah, tetapi mungkin kita akan merasa sedih atau kasihan pada orang yang menyakiti kita.
Memaafkan berarti kita adlah orang-orang yang berilmu, berbesar hati dan senantiasa bersyukur karena kita diberikan kesempatan untuk belajar hidup yang menghidupi.
Salam Penuh Syukur
emma
www.e-miracle.com
Memaafkan tidak mengharuskan kita memberitahu orang lain.
Memaafkan adalah untuk diri kita bukan untuk orang yang telah menyakiti kita.
Memaafkan tidak berarti kita suka pada apa yang telah terjadi.
Memaafkan tidak berarti kita mengabaikan apa yang telah terjadi.
Memaafkan tidak berarti kita suka pada orang yang menyakiti kita.
Memaafkan tidak berarti kita mengizinkan atau membiarkan orang yang menyakiti kita kembali lagi dalam hidup kita.
Memaafkan berarti kita tidak lagi merasa marah, tetapi mungkin kita akan merasa sedih atau kasihan pada orang yang menyakiti kita.
Memaafkan berarti kita adlah orang-orang yang berilmu, berbesar hati dan senantiasa bersyukur karena kita diberikan kesempatan untuk belajar hidup yang menghidupi.
Salam Penuh Syukur
emma
www.e-miracle.com
Merah Itu Sexi
Menurut riset Andrew Elliot, Ph.D. seorang professor psikologi dari Universitas Rochester New York terhadap 150 orang pria. Ditemukan bahwa, 110 pria mengaku lebih tertarik berkencan dengan wanita yang berbusana eye cathing karena mereka akan terlihat jauh lebih sexi dan atraktif.
Andrew juga mengungkapkan, wanita berbusana merah akan mencuri perhatian pria. Ini karena merah sering diasosiasikan dengan warna cinta, seperti gambar hati yang merah jambu atau merah terang yaitu warna-warna dominan yang melambangkan cinta. Selain itu, secara tidak sengaja, pria juga mengasosiasikan warna ini dengan seks, katanya.
Wow... tunjukkan merah mu
Salam Penuh Syukur
emma
Andrew juga mengungkapkan, wanita berbusana merah akan mencuri perhatian pria. Ini karena merah sering diasosiasikan dengan warna cinta, seperti gambar hati yang merah jambu atau merah terang yaitu warna-warna dominan yang melambangkan cinta. Selain itu, secara tidak sengaja, pria juga mengasosiasikan warna ini dengan seks, katanya.
Wow... tunjukkan merah mu
Salam Penuh Syukur
emma
Tanggung Jawab dan Kecerdasan
Tanggung Jawab dan Kecerdasan
Ada tugas yang harus kau emban,
Lakukan hal lain, lakukan banyak hal.
Manfaatkan waktumu sepenuhnya,
Namun kalau kau tidak lakukan satu tugas itu
Seluruh waktumu sia-sia
(Ar Rumi)
Rasa tanggung jawab memiliki hubungan timbal balik positif dengan tingkat kecerdasan seseorang. Semakin kita melatih diri untuk bertanggung jawab, semakin meningkat pula tingkat kecerdasan kita. Sebab, pelaksanaan sebuah tanggung jawab menuntut adanya kecerdasan itu sendiri. Sebagai contoh, kita menerima sebuah amanah untuk menyelesaikan suatu pekerjaan pada waktu dan tempat tertentu, jika kita berusaha menjadi pribadi yang bertanggung jawab tentu kita akan mengerahkan segenap potensi yang ada dalam diri kita, baik energi, kecerdasan, maupun kreatifitas untuk menunaikan kewajiban tersebut.
Sebagai respon terhadap pengerahan potensi yang ada dalam diri kita tersebut maka sel-sel dalam otak kita akan aktif, mulai dari fungsi memori, hingga fungsi kreatifitas akan terus bekerja dalam upaya menunaikan amanah tersebut. Hal ini menjadikan sel-sel di otak kita terus aktif dan hidup, maka dengan sendirinya, sebagaimana pisau yang terus menerus diasah, kecerdasan kita akan semakin meningkat, diri kita semakin kreatif, akal kita semakin tajam dan responsif terhadap keadaan sekitar.
Sebaliknya, sikap tidak bertanggung jawab akan menjerumuskan pelakunya kepada kebodohan, sebab rasa acuh tak acuh dan melupakan amanah yang dibebankan menjadikan sel-sel di otak kita tidak aktif, fungsi memori terlebih lagi fungsi kreatifitas otak kita tidak bekerja. Jika hal tersebut terjadi terus-menerus, maka akal kita akan semakin tumpul, kecerdasan kita semakin menurun, diri kita semakin tidak kreatif dan tidak responsif terhadap keadaan sekitar kita. Sehingga pada puncaknya diri kita akan diliputi kebodohan, tidak peduli sebesar apapun potensi akal yang kita miliki dan setinggi apapun tingkat kecerdasan (IQ) kita.
Itulah sebabnya setiap orang beriman (mukmin) yang memahami betul kedudukan dirinya pastilah orang yang cerdas. Sebab, manusia diciptakan Alloh sebagai khalifah fil ardl. Kedudukan sebagai khalifah fil ardl ini tentu saja membawa tanggung jawab amanah yang begitu agung. Seorang mukmin yang memahami sungguh-sungguh kedudukannya tentulah senantiasa berupaya menunaikan amanah tersebut, hingga ia akan selalu memacu seluruh potensi kecerdasan dalam dirinya setiap saat secara terus-menerus dimanapun dia berada, sebab dia memiliki kesadaran yang begitu tinggi akan amanah yang ia emban.
Islam datang untuk mencerahkan, mencerdaskan dan menyingkap kabut kegelapan. Ini tercermin tidak saja melalui ayat pertama yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga dalam seluruh aspek ajaran Islam yang mengajarkan kepada pemeluknya untuk memiliki rasa tanggung jawab tidak saja kepada diri, keluarga namun juga kepada masyarakat yang lebih luas. Tanggung jawab sosial begitu ditekankan dalam ajaran Islam, sabda Rasulullah yang berbunyi " bukan termasuk golonganku orang yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya tidak bisa tidur karena kelaparan" memperlihatkan dengan jelas betapa Islam mengajarkan kepada para pemeluknya sikap tanggung jawab yang begitu besar. Maka seorang yang benar-benar beriman akan dengan sungguh-sungguh menunaikan kewajibannya, dan dalam proses situ ia senantiasa mengerahkan potensi akal yang dimilikinya sehingga ia menjadi orang yang cerdas.
http://www.top-education.co.nr
http://www.e-miracle.com
Ada tugas yang harus kau emban,
Lakukan hal lain, lakukan banyak hal.
Manfaatkan waktumu sepenuhnya,
Namun kalau kau tidak lakukan satu tugas itu
Seluruh waktumu sia-sia
(Ar Rumi)
Rasa tanggung jawab memiliki hubungan timbal balik positif dengan tingkat kecerdasan seseorang. Semakin kita melatih diri untuk bertanggung jawab, semakin meningkat pula tingkat kecerdasan kita. Sebab, pelaksanaan sebuah tanggung jawab menuntut adanya kecerdasan itu sendiri. Sebagai contoh, kita menerima sebuah amanah untuk menyelesaikan suatu pekerjaan pada waktu dan tempat tertentu, jika kita berusaha menjadi pribadi yang bertanggung jawab tentu kita akan mengerahkan segenap potensi yang ada dalam diri kita, baik energi, kecerdasan, maupun kreatifitas untuk menunaikan kewajiban tersebut.
Sebagai respon terhadap pengerahan potensi yang ada dalam diri kita tersebut maka sel-sel dalam otak kita akan aktif, mulai dari fungsi memori, hingga fungsi kreatifitas akan terus bekerja dalam upaya menunaikan amanah tersebut. Hal ini menjadikan sel-sel di otak kita terus aktif dan hidup, maka dengan sendirinya, sebagaimana pisau yang terus menerus diasah, kecerdasan kita akan semakin meningkat, diri kita semakin kreatif, akal kita semakin tajam dan responsif terhadap keadaan sekitar.
Sebaliknya, sikap tidak bertanggung jawab akan menjerumuskan pelakunya kepada kebodohan, sebab rasa acuh tak acuh dan melupakan amanah yang dibebankan menjadikan sel-sel di otak kita tidak aktif, fungsi memori terlebih lagi fungsi kreatifitas otak kita tidak bekerja. Jika hal tersebut terjadi terus-menerus, maka akal kita akan semakin tumpul, kecerdasan kita semakin menurun, diri kita semakin tidak kreatif dan tidak responsif terhadap keadaan sekitar kita. Sehingga pada puncaknya diri kita akan diliputi kebodohan, tidak peduli sebesar apapun potensi akal yang kita miliki dan setinggi apapun tingkat kecerdasan (IQ) kita.
Itulah sebabnya setiap orang beriman (mukmin) yang memahami betul kedudukan dirinya pastilah orang yang cerdas. Sebab, manusia diciptakan Alloh sebagai khalifah fil ardl. Kedudukan sebagai khalifah fil ardl ini tentu saja membawa tanggung jawab amanah yang begitu agung. Seorang mukmin yang memahami sungguh-sungguh kedudukannya tentulah senantiasa berupaya menunaikan amanah tersebut, hingga ia akan selalu memacu seluruh potensi kecerdasan dalam dirinya setiap saat secara terus-menerus dimanapun dia berada, sebab dia memiliki kesadaran yang begitu tinggi akan amanah yang ia emban.
Islam datang untuk mencerahkan, mencerdaskan dan menyingkap kabut kegelapan. Ini tercermin tidak saja melalui ayat pertama yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga dalam seluruh aspek ajaran Islam yang mengajarkan kepada pemeluknya untuk memiliki rasa tanggung jawab tidak saja kepada diri, keluarga namun juga kepada masyarakat yang lebih luas. Tanggung jawab sosial begitu ditekankan dalam ajaran Islam, sabda Rasulullah yang berbunyi " bukan termasuk golonganku orang yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya tidak bisa tidur karena kelaparan" memperlihatkan dengan jelas betapa Islam mengajarkan kepada para pemeluknya sikap tanggung jawab yang begitu besar. Maka seorang yang benar-benar beriman akan dengan sungguh-sungguh menunaikan kewajibannya, dan dalam proses situ ia senantiasa mengerahkan potensi akal yang dimilikinya sehingga ia menjadi orang yang cerdas.
http://www.top-education.co.nr
http://www.e-miracle.com
Iman Ibarat Uang
Saudaraku, Iman itu ibarat uang. Tentu untuk membeli keperluan hidup, kita memerlukan uang dan mungkin uang itu penting. Tetapi ada yang lebih penting yaitu berusaha untuk mendapatkan uang, sebab tanpa usaha, kita tidak akan mendapatkan uang. Begitu pun perkara iman. Iman sangat kita butuhkan, iman menjadi modal awal diterimanya amal, tanpa iman sia-sialah amal. Tetapi ada yang lebih penting, yaitu mengusahakan iman. Usaha untuk mempertebal dan mempertahankan iman, itulah perkara yang sangat penting.
Untuk itu marilah kita memperbanyak usaha untuk mendatangkan dan mempertebal keimanan kita dengan memperbanyak dzikir kepada Alloh dan mengajak orang untuk beriman kepada Alloh.Semoga keimanan kita, bisa kita bawa sampai mati. Amien
Salam Penuh Syukur
emma
Untuk itu marilah kita memperbanyak usaha untuk mendatangkan dan mempertebal keimanan kita dengan memperbanyak dzikir kepada Alloh dan mengajak orang untuk beriman kepada Alloh.Semoga keimanan kita, bisa kita bawa sampai mati. Amien
Salam Penuh Syukur
emma
Rabu, Januari 06, 2010
ORANG BODOH VS ORANG PINTAR
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis...
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.
Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,
sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi
staf-nya orang bodoh.
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar
' meratap-ratap ' kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).
Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1), tapi kemudian menjadi kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.
PERTANYAAN :
Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??
KESIMPULAN :
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah ' resiko ' dan ' berusaha ' ,
karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,
selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk
selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh...
Diamanakah posisi anda saat ini...
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang...
Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.
Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya,
Lalu perhatikan apa yang terjadi...
Stay Super.....
Salam,
Mario Teguh...
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.
Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,
sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi
staf-nya orang bodoh.
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar
' meratap-ratap ' kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).
Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1), tapi kemudian menjadi kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.
PERTANYAAN :
Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??
KESIMPULAN :
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah ' resiko ' dan ' berusaha ' ,
karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,
selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk
selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh...
Diamanakah posisi anda saat ini...
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang...
Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.
Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya,
Lalu perhatikan apa yang terjadi...
Stay Super.....
Salam,
Mario Teguh...
Selasa, Desember 15, 2009
Ketika Hidup Tidak Berjalan Seperti Apa Yang Diinginkan
Hidup seringkali berjalan tidak seperti yang direncanakan. Kenyataan
acap berbeda dari harapan, dan perlakuan orang-orang di sekitar kerap
tak paralel dengan kebaikan yang telah kita tebar.
Dalam situasi seperti itu, kebanyakan manusia cenderung menuruti
intuisi negatifnya; berburuk sangka, menyalahkan keadaan, dan berkeluh
kesah. Seperti disinyalir dalam Alquran, ''Sesungguhnya manusia
diciptakan bersifat keluh kesah.'' (QS Al-Ma'arij [70] : 19).
Namun, Islam menuntun manusia untuk melawan intuisi negatif semacam
itu. Salah satu solusinya adalah dengan mengembangkan tradisi berpikir
positif. Paling tidak, ada tiga hikmah yang bisa dipetik dari berpikir
positif. Pertama, bahwa ternyata orang lain seringkali tidak seburuk
yang kita kira.
Contoh terbaik dalam konteks ini ialah kisah Nabi Khidhir dan Nabi
Musa AS. Nabi Khidhir mau menerima Nabi Musa sebagai murid dengan
syarat tidak terburu-buru berburuk sangka selama bersamanya.
''Tapi aku yakin, kamu tidak akan bisa menahan diri,'' ujar Nabi
Khidhir. Ternyata benar. Setiap kali Nabi Khidhir melakonkan hikmah
demi hikmah yang telah diperintahkan Allah SWT, tak sekalipun Nabi
Musa mampu bersabar untuk tidak berprasangka buruk. (QS Al-Kahfi [18]
: 60-82).
Kisah Qurani ini sejatinya hendak mengingatkan bahwa berburuk sangka
cenderung mengakibatkan blunder. Setiap orang hanya bisa melihat apa
yang tampak dari orang lain, tanpa tahu niat baik di hatinya.
Kedua, berpikir positif dapat menyelamatkan hati dan hidup kita.
Sebab, hati yang bersih adalah hati yang tidak menyimpan kebencian.
Hati yang tenteram adalah hati yang tidak memendam apriori terhadap
orang lain.
Dalam ungkapan yang sangat menggugah, seorang sufi mengatakan, ''Yang
paling penting adalah bagaimana kita selalu baik kepada semua orang.
Kalau kemudian ada yang tidak baik kepada kita, itu bukan urusan kita,
tetapi urusan orang itu dengan Allah SWT.''
Ketiga, berpikir positif bisa membuat hidup kita lebih legowo, karena
sebenarnya Allah SWT sering menyiapkan rencana-rencana yang
mengejutkan bagi hamba-Nya. Misalnya, Umar bin Khathab RA ketika
dirundung kegalauan karena Abu Bakar dan Utsman bin Affan RA menolak
menikahi putrinya, Hafshah RA, yang baru menjanda. (HR Bukhari).
Dalam kegalauan itu, Umar mengadu kepada Rasulullah SAW. Maka, beliau
menuntun Umar agar selalu berpikir positif dan mendoakan, ''Semoga
Allah akan menentukan pasangan bagi Hafshah, yang lebih baik dari
Utsman; serta menentukan pasangan bagi Utsman, yang lebih baik dari
Hafshah.''Ternyata, tak lama setelah itu, Allah menakdirkan Utsman
menikah dengan putri Rasulullah. Dan kemudian Rasulullah sendiri
menikahi Hafshah.
sumber:
http://www.republika.co.id/
acap berbeda dari harapan, dan perlakuan orang-orang di sekitar kerap
tak paralel dengan kebaikan yang telah kita tebar.
Dalam situasi seperti itu, kebanyakan manusia cenderung menuruti
intuisi negatifnya; berburuk sangka, menyalahkan keadaan, dan berkeluh
kesah. Seperti disinyalir dalam Alquran, ''Sesungguhnya manusia
diciptakan bersifat keluh kesah.'' (QS Al-Ma'arij [70] : 19).
Namun, Islam menuntun manusia untuk melawan intuisi negatif semacam
itu. Salah satu solusinya adalah dengan mengembangkan tradisi berpikir
positif. Paling tidak, ada tiga hikmah yang bisa dipetik dari berpikir
positif. Pertama, bahwa ternyata orang lain seringkali tidak seburuk
yang kita kira.
Contoh terbaik dalam konteks ini ialah kisah Nabi Khidhir dan Nabi
Musa AS. Nabi Khidhir mau menerima Nabi Musa sebagai murid dengan
syarat tidak terburu-buru berburuk sangka selama bersamanya.
''Tapi aku yakin, kamu tidak akan bisa menahan diri,'' ujar Nabi
Khidhir. Ternyata benar. Setiap kali Nabi Khidhir melakonkan hikmah
demi hikmah yang telah diperintahkan Allah SWT, tak sekalipun Nabi
Musa mampu bersabar untuk tidak berprasangka buruk. (QS Al-Kahfi [18]
: 60-82).
Kisah Qurani ini sejatinya hendak mengingatkan bahwa berburuk sangka
cenderung mengakibatkan blunder. Setiap orang hanya bisa melihat apa
yang tampak dari orang lain, tanpa tahu niat baik di hatinya.
Kedua, berpikir positif dapat menyelamatkan hati dan hidup kita.
Sebab, hati yang bersih adalah hati yang tidak menyimpan kebencian.
Hati yang tenteram adalah hati yang tidak memendam apriori terhadap
orang lain.
Dalam ungkapan yang sangat menggugah, seorang sufi mengatakan, ''Yang
paling penting adalah bagaimana kita selalu baik kepada semua orang.
Kalau kemudian ada yang tidak baik kepada kita, itu bukan urusan kita,
tetapi urusan orang itu dengan Allah SWT.''
Ketiga, berpikir positif bisa membuat hidup kita lebih legowo, karena
sebenarnya Allah SWT sering menyiapkan rencana-rencana yang
mengejutkan bagi hamba-Nya. Misalnya, Umar bin Khathab RA ketika
dirundung kegalauan karena Abu Bakar dan Utsman bin Affan RA menolak
menikahi putrinya, Hafshah RA, yang baru menjanda. (HR Bukhari).
Dalam kegalauan itu, Umar mengadu kepada Rasulullah SAW. Maka, beliau
menuntun Umar agar selalu berpikir positif dan mendoakan, ''Semoga
Allah akan menentukan pasangan bagi Hafshah, yang lebih baik dari
Utsman; serta menentukan pasangan bagi Utsman, yang lebih baik dari
Hafshah.''Ternyata, tak lama setelah itu, Allah menakdirkan Utsman
menikah dengan putri Rasulullah. Dan kemudian Rasulullah sendiri
menikahi Hafshah.
sumber:
http://www.republika.co.id/
TANDA SYUKUR
Tanda Syukur
By: agussyafii
'Bagaimana kita mensyukuri atas nikmat dan karuniaNya?' 'Apa yang harus kita kerjakan?' 'Bukankah sholat merupakan sebagai tanda syukur kita kepada Sang Khaliq atas semua limpahan nikmat yang kita terima sebagai hamba?' Begitulah kira-kira yang dilontarkan oleh seorang bapak dengan raut muka yang bersahaja. Sore itu beliau sudah berjanji ingin bersilaturahmi ke Rumah Amalia. Kunjungannya yang tidak begitu lama namun banyak mutiara-mutiara hikmah yang saya dapatkan dari beliau yaitu tentang tanda syukur. Sebagai seorang insan yang begitu besar dikarunia limpahan nikmat beliau sering melakukan perjalanan untuk kegiatan usahanya namun disisi lain kegiatan ibadah terlupakan. Setiap kali berkuamndang adzan staf dan karyawannya menunaikan sholat, malah dirinya sebagai atasan tidak pernah mengerjakan sholat.
'Bapak sudah sholat?'tanya salahsatu stafnya ketika semua stafnya hendak menunaikan sholat. Saya memang tengah berjalan lambat laun untuk menghindar, dengan rikuh segera saya menjawab bahwa saya sudah sholat, tuturnya. Begitulah setiap saat jawabannya. Saya sebenarnya tapi apa boleh buat, saya tidak mungkin mengatakan kepada staf dan karyawan saya jika saya tidak bisa sholat? ucap beliau lirih. Sambil menunggu orang-orang sedang sholat, saya duduk terdiam sendirian. Tak berapa lama saya tersentak kaget. Saya merasa pipi saya ada yang menampar dengan keras, belum habis keheranan saya, ketika terdengar suara, 'Begitu besar karunia yang diberikanNya kepadamu, kenapa kamu tidak pernah bersyukur?' bisik suara itu yang terdengar keras ditelinganya. Saya mencari sumber suara itu, suara siapakah gerangan? Saya juga tidak tahu, tuturnya.
Tak ada orang disekitar saya dan memang kehadiran suara itu tidak begitu menjadi pikiran, yang ada justru saya merasa terbangun dari sebuah mimpi buruk yang berkepanjangan. Saya meratapi diri, saya malu terhadap diri sendiri sebagai seorang pimpinan sebuah perusahaan setiap kali mengucapkan salam, doa untuk keselamatan bagi setiap orang yang saya jumpai. 'Ya Alloh..' desisnya pelan menengadahkan kepala dengan mata berkaca-kaca. 'Apa artinya segala yang telah saya lakukan selama ini?' Padahal Engkau telah melimpahkan rahmat yang begitu besar pada hambaMu ini, memberi materi, anak-anak yang sehat, istri yang setia, Engkau pula yang telah memberikan usia yang panjang. Tapi pernahkah hambaMu ini ingat akan bekal untuk menghadapMu?' ucapnya.
Kejadian demi kejadia tergambar begitu nyata dimatanya. Sampai tak sadar bahwa orang-orang dikantornya telah selesai sholat. Buru-buru saya mengusap air mata dan bergabung kembali dengan mereka. Hari itu juga dengan niat sungguh-sungguh saya harus membangun tiang agama sebagai tanda syukur atas semua nikmat dan karuniaNya.
'Saya merasa malu terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain, dalam seusia saya setengah abad ini, saya baru sadar dan mau belajar sholat. a[akah tidak terlambat mas agus? tanyanya.
'Tidak Pak..Tidak ada kata terlambat dalam berbuat kebaikan,' jawab saya kepada beliau. Sore itu menjadi teramat indah. Di Rumah Amalia bunga-bunga dihalaman nampak bermekaran, burung-burung beterbangan seolah bersenandung memanjatkan kebesaranNya. Hidayah telah membukakan pintu hatinya, kehidupan menyambutnya penuh sukacita. Kalaulah batin manusia yang dahaga, telah beberapa tahun kering kerontang tak pernah mendapatkan setetes airpun lalu mendapatkan segelas air segar. Beliau menemukan kesejukan dan kesegaran menjalankan ibadah sebagai tanda syukur terhadap semua nikmat dan karuniaNya.
----
'Ya Tuhanku. Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat.' (QS. Ibrahim: 40).
Wassalam,
agussyafii
By: agussyafii
'Bagaimana kita mensyukuri atas nikmat dan karuniaNya?' 'Apa yang harus kita kerjakan?' 'Bukankah sholat merupakan sebagai tanda syukur kita kepada Sang Khaliq atas semua limpahan nikmat yang kita terima sebagai hamba?' Begitulah kira-kira yang dilontarkan oleh seorang bapak dengan raut muka yang bersahaja. Sore itu beliau sudah berjanji ingin bersilaturahmi ke Rumah Amalia. Kunjungannya yang tidak begitu lama namun banyak mutiara-mutiara hikmah yang saya dapatkan dari beliau yaitu tentang tanda syukur. Sebagai seorang insan yang begitu besar dikarunia limpahan nikmat beliau sering melakukan perjalanan untuk kegiatan usahanya namun disisi lain kegiatan ibadah terlupakan. Setiap kali berkuamndang adzan staf dan karyawannya menunaikan sholat, malah dirinya sebagai atasan tidak pernah mengerjakan sholat.
'Bapak sudah sholat?'tanya salahsatu stafnya ketika semua stafnya hendak menunaikan sholat. Saya memang tengah berjalan lambat laun untuk menghindar, dengan rikuh segera saya menjawab bahwa saya sudah sholat, tuturnya. Begitulah setiap saat jawabannya. Saya sebenarnya tapi apa boleh buat, saya tidak mungkin mengatakan kepada staf dan karyawan saya jika saya tidak bisa sholat? ucap beliau lirih. Sambil menunggu orang-orang sedang sholat, saya duduk terdiam sendirian. Tak berapa lama saya tersentak kaget. Saya merasa pipi saya ada yang menampar dengan keras, belum habis keheranan saya, ketika terdengar suara, 'Begitu besar karunia yang diberikanNya kepadamu, kenapa kamu tidak pernah bersyukur?' bisik suara itu yang terdengar keras ditelinganya. Saya mencari sumber suara itu, suara siapakah gerangan? Saya juga tidak tahu, tuturnya.
Tak ada orang disekitar saya dan memang kehadiran suara itu tidak begitu menjadi pikiran, yang ada justru saya merasa terbangun dari sebuah mimpi buruk yang berkepanjangan. Saya meratapi diri, saya malu terhadap diri sendiri sebagai seorang pimpinan sebuah perusahaan setiap kali mengucapkan salam, doa untuk keselamatan bagi setiap orang yang saya jumpai. 'Ya Alloh..' desisnya pelan menengadahkan kepala dengan mata berkaca-kaca. 'Apa artinya segala yang telah saya lakukan selama ini?' Padahal Engkau telah melimpahkan rahmat yang begitu besar pada hambaMu ini, memberi materi, anak-anak yang sehat, istri yang setia, Engkau pula yang telah memberikan usia yang panjang. Tapi pernahkah hambaMu ini ingat akan bekal untuk menghadapMu?' ucapnya.
Kejadian demi kejadia tergambar begitu nyata dimatanya. Sampai tak sadar bahwa orang-orang dikantornya telah selesai sholat. Buru-buru saya mengusap air mata dan bergabung kembali dengan mereka. Hari itu juga dengan niat sungguh-sungguh saya harus membangun tiang agama sebagai tanda syukur atas semua nikmat dan karuniaNya.
'Saya merasa malu terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain, dalam seusia saya setengah abad ini, saya baru sadar dan mau belajar sholat. a[akah tidak terlambat mas agus? tanyanya.
'Tidak Pak..Tidak ada kata terlambat dalam berbuat kebaikan,' jawab saya kepada beliau. Sore itu menjadi teramat indah. Di Rumah Amalia bunga-bunga dihalaman nampak bermekaran, burung-burung beterbangan seolah bersenandung memanjatkan kebesaranNya. Hidayah telah membukakan pintu hatinya, kehidupan menyambutnya penuh sukacita. Kalaulah batin manusia yang dahaga, telah beberapa tahun kering kerontang tak pernah mendapatkan setetes airpun lalu mendapatkan segelas air segar. Beliau menemukan kesejukan dan kesegaran menjalankan ibadah sebagai tanda syukur terhadap semua nikmat dan karuniaNya.
----
'Ya Tuhanku. Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat.' (QS. Ibrahim: 40).
Wassalam,
agussyafii
Senin, Desember 14, 2009
4 KUNCI SUKSES USAHA
4 KUNCI SUKSES USAHA
Teguh Resti
===========
Berkat
rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang
satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi,
memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar.
Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan
anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang
selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.
Saat
ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai
supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar
tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand
penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba
menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya.
Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.
Pertemuan
antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi
beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp
200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main
dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini
saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya
saja ya.
Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau
di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa
beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang
lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya
berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa
saya tanyakan.
Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak,
Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses
daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia
kesuksesan Anda?"
Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.
" Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.
RAHASIA PERTAMA
"Pertama.
Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang
yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan
lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit
sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu.. Ibu
bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).
Banyak orang
sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara
kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan,
diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya
sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali.
Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal
ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.
Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho
Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama
untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil
napas sejenak.
RAHASIA KEDUA
"Kemudian yang kedua,"
beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah
berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat
ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi.
Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari
marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang
banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik,
ilmu, kesempatan, dan lain-lain.
Jangan sepelekan bila ada
pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya
Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang
baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik
memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang
kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua
tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk
(menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan
terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku
seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan
kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.
Banyak orang yang
keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang
menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya
sendiri.
Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan
dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu.
Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan
memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya
lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.
RAHASIA KETIGA
"Allah
berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak
disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia
ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu
cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada
jalannya."
"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira
artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya
jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak
diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).
"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.
"Ya,
bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa,
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan
mengirim rejeki itu datang untuk kita.
"Banyaklah menolong
orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang
kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya
berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak
disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan
memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."
"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.
"Ya,
walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin
dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika
Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."
"Walau
itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki,
datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau
pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang
katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya
bertanya lagi.
"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti
itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka
melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa
bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan,
namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan.
Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi
perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."
RAHASIA KEEMPAT
Wah,
makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak
menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang
begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari
empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.
"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".
Hm...
ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat
janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan
wanita menunggu? Seperti di film-film saja.
"Maksudnya begini.
Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik
di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk
mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan
kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan
yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan
mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."
"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.
"Banyak
orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu
menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang
perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi
diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan
hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa
untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda
meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "
Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.
"Banyak
orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak,
lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika
merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya
uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal
seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya
andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.
Hal ini
saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru
Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1
anak perempuan.
Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....
Teguh Resti
===========
Berkat
rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang
satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi,
memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar.
Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan
anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang
selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.
Saat
ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai
supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar
tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand
penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba
menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya.
Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.
Pertemuan
antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi
beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp
200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main
dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini
saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya
saja ya.
Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau
di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa
beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang
lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya
berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa
saya tanyakan.
Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak,
Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses
daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia
kesuksesan Anda?"
Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.
" Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.
RAHASIA PERTAMA
"Pertama.
Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang
yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan
lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit
sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu.. Ibu
bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).
Banyak orang
sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara
kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan,
diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya
sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali.
Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal
ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.
Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho
Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama
untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil
napas sejenak.
RAHASIA KEDUA
"Kemudian yang kedua,"
beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah
berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat
ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi.
Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari
marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang
banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik,
ilmu, kesempatan, dan lain-lain.
Jangan sepelekan bila ada
pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya
Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang
baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik
memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang
kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua
tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk
(menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan
terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku
seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan
kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.
Banyak orang yang
keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang
menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya
sendiri.
Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan
dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu.
Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan
memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya
lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.
RAHASIA KETIGA
"Allah
berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak
disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia
ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu
cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada
jalannya."
"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira
artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya
jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak
diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).
"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.
"Ya,
bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa,
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan
mengirim rejeki itu datang untuk kita.
"Banyaklah menolong
orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang
kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya
berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak
disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan
memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."
"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.
"Ya,
walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin
dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika
Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."
"Walau
itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki,
datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau
pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang
katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya
bertanya lagi.
"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti
itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka
melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa
bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan,
namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan.
Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi
perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."
RAHASIA KEEMPAT
Wah,
makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak
menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang
begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari
empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.
"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".
Hm...
ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat
janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan
wanita menunggu? Seperti di film-film saja.
"Maksudnya begini.
Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik
di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk
mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan
kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan
yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan
mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."
"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.
"Banyak
orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu
menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang
perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi
diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan
hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa
untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda
meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "
Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.
"Banyak
orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak,
lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika
merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya
uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal
seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya
andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.
Hal ini
saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru
Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1
anak perempuan.
Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....
Resep Kue Cinta
RESEP KUE CINTA…
BAHAN:
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.
BUMBU:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang)
Tips:
- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan
- Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap "IMAN, HARAP & KASIH" yang telah memiliki sertifikat ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
Cara Memasak:
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat tulus ikhlas
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata
- Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta merata sekitar 30 menit di depan penghulu atau pastor/pendeta
- Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas
- Kue siap dinikmati
Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat!
Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah" di atas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin halal... ! Selamat menikmati...
BAHAN:
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.
BUMBU:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang)
Tips:
- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan
- Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap "IMAN, HARAP & KASIH" yang telah memiliki sertifikat ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
Cara Memasak:
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat tulus ikhlas
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata
- Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta merata sekitar 30 menit di depan penghulu atau pastor/pendeta
- Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas
- Kue siap dinikmati
Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat!
Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah" di atas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin halal... ! Selamat menikmati...
Al-Ghazali Menemukan Titik Hati
Dalam karyanya, Al-Ghazali secara simbolis mengungkap tentang
sinoatrial node sebelum ilmuwan lainnya.
Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali yang lebih akrab dipanggil
Al-Ghazali, mewariskan banyak pemikiran dan penemuan. Ia merupakan
pemikir Muslim besar yang menguasai banyak bidang dan lebih dikenal
dengan pemikirannya dalam bidang agama, filsafat, dan sufisme.
Namun, di bidang lain, yaitu kedokteran, ternyata Al-Ghazali juga
meninggalkan jejak pemikirannya. Ia telah menyumbangkan pemikiran dan
jasa yang besar dalam kedokteran modern melalui penemuan sinoatrial
node atau nodus sinuatrial.
Dalam istilah kedokteran, sinoatrial node ini merupakan kumpulan
mokroskopis dari jaringan urat jantung atau sel-sel. Jaringan atau sel
itu terletak pada ujung teratas sulcus terminalis, pada persimpangan
vena-vena puncak dan atrium kanan.
Ritme atau denyutan jantung, secara normal bersumber dari node ini
yang biasa disebut node Keith dan Flack, yang menemukan teori tersebut
pada 1907. Mereka bernama A Keith (1866-1955), ahli anatomi dan
antropologi Skotlandia, dan MW Flack (1822-1931), fisiolog Inggris.
Terlepas dari penemuan kedua ilmuwan itu, merujuk penelitian sejarah
dan pengkajian atas pemikiran-pemikiran Al-Ghazali, ternyata dia yang
pertama kali menemukan hal yang terkait dengan sinoatrial node. Ini
terungkap dalam buku karyanya.
Ada tiga karya yang mengungkap masalah itu, yaitu Al-Munqidh min
Al-Dhalal, Ihya Ulum Al Din, dan Kimia Al-Sa'adat. Saat menjelaskan
tentang hati sebagai pusat pengetahuan intuitif serta rahasianya, ia
berbicara tentang suatu titik dalam hati.
Dalam buku Histografi Islam Kontemporer karya Azyumardi Azra,
Al-Ghazali selalu merumuskan titik ini sebagai suatu mata batin yang
menemukan ilhamnya. Penjelasan Al-Ghazali tentang hal ini, terdapat
dalam buku Al-Munqidh min Al-Dhalal.
Buku tersebut diterjemahkan oleh C Field dengan judul Confession of
Al-Ghazali. Istilah mata batin ini, juga disebutkan Al-Ghazali dalam
buku lainnya, yaitu Ihya. Dalam buku ini, ia menyebutnya sebagai
insting elektrik atau cahaya.
Al-Ghazali menjelaskan, di dalam hati terdapat suatu insting yang ia
namakan cahaya Tuhan. Selain itu, ia menyebutnya pula sebagai mata
hati, anak-anak hati, dan keintiman hati serta rahasia hati. Ia
sebutkan hal itu juga dalam Ihya.
Jika membandingkan konsep titik hati Al-Ghazali dengan sinoatrial node
ini, terungkap bahwa konsep Al-Ghazali ini memiliki kaitan erat dengan
sinoatrial node. Menurut dia, titik hati itu tak dapat dilihat dengan
alat-alat sensoris.
Sebab, jelas Al-Ghazali, titik hati itu bersifat mikroskopis. Apa yang
diungkapkannya sama dengan pandangan yang dilontarkan para ahli
kedokteran modern. Ia menyatakan pula, titik hati secara simbolis
merupakan cahaya seketika yang membagi-bagikan cahaya Tuhan.
Titik hati itu pun bersifat elektrik. Menurut pemikiran modern, dalam
satu detik sebuah impuls elektrik yang berasal dari sinoatrial node
mengalir ke bawah lewat dua atria dalam sebuah gelombang setinggi 1/10
milivolt, menyebabkan otot-otot atria berkontraksi.
Di sisi lain, pada masa modern ini para ahli anatomi menyatakan,
pembentukan tindakan secara potensial berasal dari hati. Yaitu,
kontraksi jantung yang merupakan gerakan spontan yang terjadi secara
independen dalam sistem syaraf.
Pandangan itu, sejalan dengan pemikiran Al-Ghazali. Menurut dia, hati
itu merdeka dari pengaruh otak, yang juga tercantum dalam Al-Munqidh
min Al-Dhalal. Para pemikir modern menyatakan, suatu tindakan kadang
terjadi lewat mekanisme yang tak seorang pun tahu mengenai hal itu.
Al-Ghazali mengungkapkan, tindakan yang terjadi melalui mekanisme yang
tak diketahui itu, sebenarnya disebabkan oleh sinoatrial node.
Dijelaskan pula, penguasa misterius tubuh yang sebenarnya adalah titik
hati itu, bukan otak.
Al Ghazali tidak hanya menggambarkan dimensi fisik sinoatrial node, ia
pun menggambarkannya dalam dimensi metafisik. Hal ini jauh berbeda
dengan pandangan para pemikir sekuler yang hanya mampu menggambarkan
sinoatrial node secara fisik semata.
Secara metafisik, Al Ghazali menggambarkan sinoatrial node sebagai
pusat pengetahuan intuitif atau inspirasi ketuhanan yang bisa
berfungsi sebagai peralatan untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhan
kepada hambanya.
Al-Ghazali lebih jauh menyatakan, orang-orang yang bisa memungsikan
sinoatrial node secara maksimal adalah mereka yang telah mencapai
penyucian diri, yaitu mereka yang selalu mendekatkan diri kepada Allah
SWT.
Pengaruh Al-Ghazali
Selain jejak pemikirannya soal sinoatrial node ini, pemikiran
Al-Ghazali banyak berserak. Pengaruhnya, sangat luas di dunia Islam.
Terbukti, hingga saat ini pemikiran dan karyanya banyak menjadi kajian
oleh para pemikir-pemikir Islam.
Bahkan, pengaruh pemikirannya juga sampai kepada para pemikir
non-Muslim, terutama dalam kajian filsafat. Pengaruh itu merasuk
kepada para filsuf modern seperti Rene Descrates, Blaise Pascal,
Clarke, dan Spinoza.
Banyak cendekiawan Barat yang menyebut Al-Ghazali sebagai cendekiawan
Muslim terbesar. Ini karena pemikiran-pemikirannya yang memberikan
pengaruh kuat. Di dunia Barat, ia sering dipanggil dengan nama
Algazel. Ia lahir di Naisabur dan tumbuh dewasa di Baghdad. ed: ferry
Mendorong Kajian Ilmu Bedah dan Anatomi
Selain menemukan sinoatrial node, Al-Ghazali juga memberikan sumbangan
lain dalam bidang kedokteran dan biologi. Tulisan-tulisan dia diyakini
telah menjadi pendorong bangkitnya studi kedokteran pada abad
pertengahan Islam, khususnya ilmu anatomi dan pembedahan.
Dalam karya yang berjudul The Revival of the Religious Sciences,
Al-Ghazali menggolongkan pengobatan sebagai salah satu ilmu sekuler
yang terpuji (mahmud) dan menggolongkan astrologi sebagai ilmu sekuler
yang tercela (madhmutn).
Sehingga, Al-Ghazali sangat mendorong orang-orang untuk memepelajari
ilmu pengobatan. Saat membahas meditasi atau tafakur, ia menjelaskan
anatomi tubuh pada sejumlah tulisannya secara perinci tentang posisi
yang tepat dalam melakukan tafakur itu.
Dalam karya yang diterjemahkan dengan judul The Deliverer from Error,
Al-Ghazali menuliskan pentingnya umat Islam mempelajari ilmu anatomi
dan pembedahan. Dia menyinggung pula soal naturalis, orang yang
mempelajari alam, binatang, dan tumbuhan.
Mereka juga sering terlibat dalam ilmu anatomi ataupun pembedahan (ilm
at-tashriih) dari tubuh hewan. Melalui proses pembedahan itu, kata
Al-Ghazali, mereka mampu merasakan rancangan Allah SWT dan
kebijaksanaan-Nya serta keajaiban-Nya.
Menurut Al-Ghazali, mereka akan mengakui kekuasaan Allah dan memahami
bahwa siapa pun akan mengalami kematian. Dengan mempelajari anatomi,
kata dia, mereka pun mampu mengetahui kegunaan bagian-bagian organ
tubuh dan rancangan sempurna Tuhan atas struktur tubuh makhluk hidup.
Rintisan Al-Ghazali dalam bidang anatomi dan pembedahan kemudian
dilanjutkan oleh sejumlah ilmuwan Muslim lainnya, misalnya pada abad
ke-12 dan ke-13. Sebut saja, Ibnu Zuhr, Ibn al-Nafis, ataupun Ibnu
Rusyd yang terkenal dalam bidang tersebut. (meta, ed:ferry)
Dyah Ratna Meta Novi
sumber:
http://www.republika.co.id/koran/36/94235
sinoatrial node sebelum ilmuwan lainnya.
Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali yang lebih akrab dipanggil
Al-Ghazali, mewariskan banyak pemikiran dan penemuan. Ia merupakan
pemikir Muslim besar yang menguasai banyak bidang dan lebih dikenal
dengan pemikirannya dalam bidang agama, filsafat, dan sufisme.
Namun, di bidang lain, yaitu kedokteran, ternyata Al-Ghazali juga
meninggalkan jejak pemikirannya. Ia telah menyumbangkan pemikiran dan
jasa yang besar dalam kedokteran modern melalui penemuan sinoatrial
node atau nodus sinuatrial.
Dalam istilah kedokteran, sinoatrial node ini merupakan kumpulan
mokroskopis dari jaringan urat jantung atau sel-sel. Jaringan atau sel
itu terletak pada ujung teratas sulcus terminalis, pada persimpangan
vena-vena puncak dan atrium kanan.
Ritme atau denyutan jantung, secara normal bersumber dari node ini
yang biasa disebut node Keith dan Flack, yang menemukan teori tersebut
pada 1907. Mereka bernama A Keith (1866-1955), ahli anatomi dan
antropologi Skotlandia, dan MW Flack (1822-1931), fisiolog Inggris.
Terlepas dari penemuan kedua ilmuwan itu, merujuk penelitian sejarah
dan pengkajian atas pemikiran-pemikiran Al-Ghazali, ternyata dia yang
pertama kali menemukan hal yang terkait dengan sinoatrial node. Ini
terungkap dalam buku karyanya.
Ada tiga karya yang mengungkap masalah itu, yaitu Al-Munqidh min
Al-Dhalal, Ihya Ulum Al Din, dan Kimia Al-Sa'adat. Saat menjelaskan
tentang hati sebagai pusat pengetahuan intuitif serta rahasianya, ia
berbicara tentang suatu titik dalam hati.
Dalam buku Histografi Islam Kontemporer karya Azyumardi Azra,
Al-Ghazali selalu merumuskan titik ini sebagai suatu mata batin yang
menemukan ilhamnya. Penjelasan Al-Ghazali tentang hal ini, terdapat
dalam buku Al-Munqidh min Al-Dhalal.
Buku tersebut diterjemahkan oleh C Field dengan judul Confession of
Al-Ghazali. Istilah mata batin ini, juga disebutkan Al-Ghazali dalam
buku lainnya, yaitu Ihya. Dalam buku ini, ia menyebutnya sebagai
insting elektrik atau cahaya.
Al-Ghazali menjelaskan, di dalam hati terdapat suatu insting yang ia
namakan cahaya Tuhan. Selain itu, ia menyebutnya pula sebagai mata
hati, anak-anak hati, dan keintiman hati serta rahasia hati. Ia
sebutkan hal itu juga dalam Ihya.
Jika membandingkan konsep titik hati Al-Ghazali dengan sinoatrial node
ini, terungkap bahwa konsep Al-Ghazali ini memiliki kaitan erat dengan
sinoatrial node. Menurut dia, titik hati itu tak dapat dilihat dengan
alat-alat sensoris.
Sebab, jelas Al-Ghazali, titik hati itu bersifat mikroskopis. Apa yang
diungkapkannya sama dengan pandangan yang dilontarkan para ahli
kedokteran modern. Ia menyatakan pula, titik hati secara simbolis
merupakan cahaya seketika yang membagi-bagikan cahaya Tuhan.
Titik hati itu pun bersifat elektrik. Menurut pemikiran modern, dalam
satu detik sebuah impuls elektrik yang berasal dari sinoatrial node
mengalir ke bawah lewat dua atria dalam sebuah gelombang setinggi 1/10
milivolt, menyebabkan otot-otot atria berkontraksi.
Di sisi lain, pada masa modern ini para ahli anatomi menyatakan,
pembentukan tindakan secara potensial berasal dari hati. Yaitu,
kontraksi jantung yang merupakan gerakan spontan yang terjadi secara
independen dalam sistem syaraf.
Pandangan itu, sejalan dengan pemikiran Al-Ghazali. Menurut dia, hati
itu merdeka dari pengaruh otak, yang juga tercantum dalam Al-Munqidh
min Al-Dhalal. Para pemikir modern menyatakan, suatu tindakan kadang
terjadi lewat mekanisme yang tak seorang pun tahu mengenai hal itu.
Al-Ghazali mengungkapkan, tindakan yang terjadi melalui mekanisme yang
tak diketahui itu, sebenarnya disebabkan oleh sinoatrial node.
Dijelaskan pula, penguasa misterius tubuh yang sebenarnya adalah titik
hati itu, bukan otak.
Al Ghazali tidak hanya menggambarkan dimensi fisik sinoatrial node, ia
pun menggambarkannya dalam dimensi metafisik. Hal ini jauh berbeda
dengan pandangan para pemikir sekuler yang hanya mampu menggambarkan
sinoatrial node secara fisik semata.
Secara metafisik, Al Ghazali menggambarkan sinoatrial node sebagai
pusat pengetahuan intuitif atau inspirasi ketuhanan yang bisa
berfungsi sebagai peralatan untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhan
kepada hambanya.
Al-Ghazali lebih jauh menyatakan, orang-orang yang bisa memungsikan
sinoatrial node secara maksimal adalah mereka yang telah mencapai
penyucian diri, yaitu mereka yang selalu mendekatkan diri kepada Allah
SWT.
Pengaruh Al-Ghazali
Selain jejak pemikirannya soal sinoatrial node ini, pemikiran
Al-Ghazali banyak berserak. Pengaruhnya, sangat luas di dunia Islam.
Terbukti, hingga saat ini pemikiran dan karyanya banyak menjadi kajian
oleh para pemikir-pemikir Islam.
Bahkan, pengaruh pemikirannya juga sampai kepada para pemikir
non-Muslim, terutama dalam kajian filsafat. Pengaruh itu merasuk
kepada para filsuf modern seperti Rene Descrates, Blaise Pascal,
Clarke, dan Spinoza.
Banyak cendekiawan Barat yang menyebut Al-Ghazali sebagai cendekiawan
Muslim terbesar. Ini karena pemikiran-pemikirannya yang memberikan
pengaruh kuat. Di dunia Barat, ia sering dipanggil dengan nama
Algazel. Ia lahir di Naisabur dan tumbuh dewasa di Baghdad. ed: ferry
Mendorong Kajian Ilmu Bedah dan Anatomi
Selain menemukan sinoatrial node, Al-Ghazali juga memberikan sumbangan
lain dalam bidang kedokteran dan biologi. Tulisan-tulisan dia diyakini
telah menjadi pendorong bangkitnya studi kedokteran pada abad
pertengahan Islam, khususnya ilmu anatomi dan pembedahan.
Dalam karya yang berjudul The Revival of the Religious Sciences,
Al-Ghazali menggolongkan pengobatan sebagai salah satu ilmu sekuler
yang terpuji (mahmud) dan menggolongkan astrologi sebagai ilmu sekuler
yang tercela (madhmutn).
Sehingga, Al-Ghazali sangat mendorong orang-orang untuk memepelajari
ilmu pengobatan. Saat membahas meditasi atau tafakur, ia menjelaskan
anatomi tubuh pada sejumlah tulisannya secara perinci tentang posisi
yang tepat dalam melakukan tafakur itu.
Dalam karya yang diterjemahkan dengan judul The Deliverer from Error,
Al-Ghazali menuliskan pentingnya umat Islam mempelajari ilmu anatomi
dan pembedahan. Dia menyinggung pula soal naturalis, orang yang
mempelajari alam, binatang, dan tumbuhan.
Mereka juga sering terlibat dalam ilmu anatomi ataupun pembedahan (ilm
at-tashriih) dari tubuh hewan. Melalui proses pembedahan itu, kata
Al-Ghazali, mereka mampu merasakan rancangan Allah SWT dan
kebijaksanaan-Nya serta keajaiban-Nya.
Menurut Al-Ghazali, mereka akan mengakui kekuasaan Allah dan memahami
bahwa siapa pun akan mengalami kematian. Dengan mempelajari anatomi,
kata dia, mereka pun mampu mengetahui kegunaan bagian-bagian organ
tubuh dan rancangan sempurna Tuhan atas struktur tubuh makhluk hidup.
Rintisan Al-Ghazali dalam bidang anatomi dan pembedahan kemudian
dilanjutkan oleh sejumlah ilmuwan Muslim lainnya, misalnya pada abad
ke-12 dan ke-13. Sebut saja, Ibnu Zuhr, Ibn al-Nafis, ataupun Ibnu
Rusyd yang terkenal dalam bidang tersebut. (meta, ed:ferry)
Dyah Ratna Meta Novi
sumber:
http://www.republika.co.id/koran/36/94235
Motivasi Itu Cinta Cinta Itu Motivasi
Bicara tentang motivasi adalah bicara tentang sesuatu yang dapat membuat kita tergerak untuk bertindak melakukan sesuatu yang kita inginkan dengan penuh semangat dan pantang menyerah. Ada banyak hal yang dapat memotivasi kita. Apakah itu uang, penghargaan, hadiah, jabatan, keinginan membahagiakan orang tua, dan yang paling berpengaruh dalam hidup kita adalah CINTA.
Banyak hal yang bisa berhasil ketika CINTA menjadi salah satu landasan untuk berbuat. Sebut saja para pejuang yang rela mengorbankan nyawa mereka di perang perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, hanya KARENA CINTA tanah air. Kemudian, ada lagi para atlet negara yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, karena mereka pun CINTA tanah air, sekaligus CINTA terhadap olahraga yang mereka tekuni tentunya. Dan, yang paling ekstrem adalah, CINTA Romeo-Juliet yang membuat mereka melakukan segala cara agar bisa bersama, hingga akhirnya mati bersama. – jangan fokus pada matinya, tapi pada melakukan segala cara.
Jadi, bahwa dengan CINTA semuanya menjadi mungkin. Bahwa dengan CINTA, semuanya MENJADI BISA. Bahwa dengan CINTA, semuanya MENJADI NYATA! Hal tersebut sudah tertera dengan jelas-jelas di contoh-contoh yang sudah saya berikan. Dan, masih banyak lagi contoh-contoh lain di kehidupan nyata yang sebenarnya bisa dengan mudah Anda dapatkan, asalkan Anda peka.
Ada hal-hal tertentu yang bisa membuat CINTA menjadi motivasi terbaik ketika kita menulis. Baca hal-hal berikut,
1. Do what you LOVE, and LOVE what you do.
2. You’ll be whether COMPLETELY LOVE it, or completely hate it.
3. Aku CINTA, maka aku ada.
Mari kita bahas satu per satu,
1. Do what you LOVE, and LOVE what you do.
Hal ini jelas-jelas merupakan kalimat motivasi yang baik. Karena, saat ini kecenderungan yang terjadi adalah, kita tidak melakukan hal-hal yang kita inginkan. Kita ‘hanya’ melakukan hal-hal yang ‘perlu’ kita lakukan, dan bukannya ‘ingin’ kita lakukan. Nah, jika kita terus-terusan hanya melakukan yang ‘perlu’ dilakukan, maka sudah pasti CINTA tidak akan datang. Tapi, jika kita melakukan yang ‘ingin’ kita lakukan, CINTA akan selangkah lebih dekat terhadap diri kita.Sederhananya, “Lakukanlah hal yang Anda inginkan, dan kemudian CINTAILAH hal yang sudah Anda inginkan tersebut!”
2. You’ll be whether COMPLETELY LOVE it, or completely hate it..
jika kita setengah-setengah, atau tidak berkeinginan kuat, maka kita akan sangat tidak mencintai.
3. Aku CINTA, maka aku ada.
Untuk kalimat yang terakhir ini, merupakan salah plesetan saya terhadap perkataan seorang filsuf terkenal (Aku berpikir, maka aku ada – Rene Descartes).
Aku CINTA, maka aku ada. Yah, benar sekali. Jika kita MENCINTAI sesuatu – dalam hal ini, menulis, maka kita akan ada. Kita akan hadir. Kita akan tercipta. Jika kita MENCINTAI menulis, maka kita akan menjadi seorang penulis yang menulis. Dan, dengan CINTA menulis bisa terlaksana, bahkan terus-menerus.
Marilah Kita pelajari Cinta kita yang terpendam...
Cintailah Cinta
Salam Penuh Syukur
emma
Banyak hal yang bisa berhasil ketika CINTA menjadi salah satu landasan untuk berbuat. Sebut saja para pejuang yang rela mengorbankan nyawa mereka di perang perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, hanya KARENA CINTA tanah air. Kemudian, ada lagi para atlet negara yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, karena mereka pun CINTA tanah air, sekaligus CINTA terhadap olahraga yang mereka tekuni tentunya. Dan, yang paling ekstrem adalah, CINTA Romeo-Juliet yang membuat mereka melakukan segala cara agar bisa bersama, hingga akhirnya mati bersama. – jangan fokus pada matinya, tapi pada melakukan segala cara.
Jadi, bahwa dengan CINTA semuanya menjadi mungkin. Bahwa dengan CINTA, semuanya MENJADI BISA. Bahwa dengan CINTA, semuanya MENJADI NYATA! Hal tersebut sudah tertera dengan jelas-jelas di contoh-contoh yang sudah saya berikan. Dan, masih banyak lagi contoh-contoh lain di kehidupan nyata yang sebenarnya bisa dengan mudah Anda dapatkan, asalkan Anda peka.
Ada hal-hal tertentu yang bisa membuat CINTA menjadi motivasi terbaik ketika kita menulis. Baca hal-hal berikut,
1. Do what you LOVE, and LOVE what you do.
2. You’ll be whether COMPLETELY LOVE it, or completely hate it.
3. Aku CINTA, maka aku ada.
Mari kita bahas satu per satu,
1. Do what you LOVE, and LOVE what you do.
Hal ini jelas-jelas merupakan kalimat motivasi yang baik. Karena, saat ini kecenderungan yang terjadi adalah, kita tidak melakukan hal-hal yang kita inginkan. Kita ‘hanya’ melakukan hal-hal yang ‘perlu’ kita lakukan, dan bukannya ‘ingin’ kita lakukan. Nah, jika kita terus-terusan hanya melakukan yang ‘perlu’ dilakukan, maka sudah pasti CINTA tidak akan datang. Tapi, jika kita melakukan yang ‘ingin’ kita lakukan, CINTA akan selangkah lebih dekat terhadap diri kita.Sederhananya, “Lakukanlah hal yang Anda inginkan, dan kemudian CINTAILAH hal yang sudah Anda inginkan tersebut!”
2. You’ll be whether COMPLETELY LOVE it, or completely hate it..
jika kita setengah-setengah, atau tidak berkeinginan kuat, maka kita akan sangat tidak mencintai.
3. Aku CINTA, maka aku ada.
Untuk kalimat yang terakhir ini, merupakan salah plesetan saya terhadap perkataan seorang filsuf terkenal (Aku berpikir, maka aku ada – Rene Descartes).
Aku CINTA, maka aku ada. Yah, benar sekali. Jika kita MENCINTAI sesuatu – dalam hal ini, menulis, maka kita akan ada. Kita akan hadir. Kita akan tercipta. Jika kita MENCINTAI menulis, maka kita akan menjadi seorang penulis yang menulis. Dan, dengan CINTA menulis bisa terlaksana, bahkan terus-menerus.
Marilah Kita pelajari Cinta kita yang terpendam...
Cintailah Cinta
Salam Penuh Syukur
emma
Selasa, September 29, 2009
Sukses Itu Sederhana
Sukses itu sederhana,
sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya, sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata Kiyosaki/Tung Desem Waringin/The Secret, sukses itu tidak perlu dikejar, SUKSES adalah Kita.. karena kesuksesan terbesar ada pada diri Kita sendiri...
Bagaimana Kita tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum, itu adalah sukses pertama Kita!
Bagaimana Kita mampu lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat, itulah kesuksesan Kita kedua...
Ketika Kita ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1, di saat tiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar SPP, itulah sukses Kita ketiga...
Ketika Kita mampu bekerja di perusahaan bilangan segitiga emas, di saat 46 juta orang menjadi pengangguran, itulah kesuksesan Kita keempat...
Ketika Kita masih mampu makan tiga kali sehari, di saat ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya itulah kesuksesan Kita yang kelima...
Sukses terjadi setiap hari, Namun Kita tidak pernah menyadarinya. ..
Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa terus-teruan jadi best seller dengan membuat sukses menjadi hal yang rumit dan sukar didapatkan..
Sukses tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump & resort mewah di Karibia...
Sukses adalah mencintai & bangga terhadap diri Kita sendiri, mengerjakan apa yang Kita sukai kapan saja dan di mana saja....
Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan, sukses yang sejati adalah menikmati & bersyukur atas setiap detik kehidupan Kita, pada saat Kita gembira, Kita gembira sepenuhnya, sedangkan pada saat Kita sedih, Kita sedih sepenuhnya, setelah itu Kita sudah harus bersiap lagi menghadapi episode baru lagi.
Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak menipu, saleh & selalu rendah hati, Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit, sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan dan kekurangan Kita apa adanya dengan penuh syukur.
Pernahkah Kita menyadari?
Kita sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang, uang hanyalah alat tukar, Kita sebenarnya membeli rumah dari waktu Kita.
Ya, Kita mungkin harus kerja siang malam utk bayar KPR selama 15 tahun atau beli mobil/motor kredit selama 3 tahun. Itu semua sebenarnya Kita dapatkan dari membarter waktu Kita, Kita menjual waktu Kita dari pagi hingga malam kepada penawar tertinggi untuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa telepon dll...
Aset terbesar Kita bukanlah rumah/mobil Kita, tapi diri Kita sendiri, Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat dari orang bodoh... Semakin berharga diri Kita, semakin mahal orang mau membeli waktu Kita...
Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor ngidul di seminar bisa dibayar 200 juta atau harga 2 jam seminar Pak Tung bisa mencapai 100 juta!!!
Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods & Michael Jordan sebesar 200 juta dollar, hanya untuk memakai produk Nike. Suatu produk bermerk menjadi mahal/berharga bukan karena merk-nya, tapi karena produk tsb dipakai oleh siapa...
Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan diperebutkan, bisa terjual 80 juta dollar, sedangkan bola basket bekas dengan merk sama, bila kita jual harganya justru malah turun...
Hidup ini kok lucu,
Lucu bila setelah Kita membaca tulisan di atas Namun Kita masih mengejar fatamorgana tersebut ketimbang menghabiskan waktu Kita yang sangat berharga untuk sungkem sama orang tua yang begitu mencintai Kita, memeluk hangat pasangan hidup kita, mengatakan "I love you" kepada orang2 yang Kita cintai.
Lakukanlah ini selagi Kita masih punya waktu, selagi Kita masih sempat, Kita tidak pernah tahu kapan Kita akan meninggal, mungkin besok pagi, mungkin nanti malam, LIFE is so SHORT.
Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Kita, entah itu bermain bola, memancing, menonton bioskop, makan makanan favorit Kita, berkebun, bermain catur, atau berkaraoke.. .
Enjoy Ur Life, LIFE is so SHORT....
Jadikan detik-detik di hari-hari kita sebagai rangkaian hidup penuh makna. Semakin bermakna ketika kita berbesar hati dengan saling memaafkan. Mohon maaf lahir bathin atas segala khilaf. Selamat brlebaran.
Salam Penuh Syukur
Emma Juragan Training
sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya, sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata Kiyosaki/Tung Desem Waringin/The Secret, sukses itu tidak perlu dikejar, SUKSES adalah Kita.. karena kesuksesan terbesar ada pada diri Kita sendiri...
Bagaimana Kita tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum, itu adalah sukses pertama Kita!
Bagaimana Kita mampu lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat, itulah kesuksesan Kita kedua...
Ketika Kita ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1, di saat tiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar SPP, itulah sukses Kita ketiga...
Ketika Kita mampu bekerja di perusahaan bilangan segitiga emas, di saat 46 juta orang menjadi pengangguran, itulah kesuksesan Kita keempat...
Ketika Kita masih mampu makan tiga kali sehari, di saat ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya itulah kesuksesan Kita yang kelima...
Sukses terjadi setiap hari, Namun Kita tidak pernah menyadarinya. ..
Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa terus-teruan jadi best seller dengan membuat sukses menjadi hal yang rumit dan sukar didapatkan..
Sukses tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump & resort mewah di Karibia...
Sukses adalah mencintai & bangga terhadap diri Kita sendiri, mengerjakan apa yang Kita sukai kapan saja dan di mana saja....
Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan, sukses yang sejati adalah menikmati & bersyukur atas setiap detik kehidupan Kita, pada saat Kita gembira, Kita gembira sepenuhnya, sedangkan pada saat Kita sedih, Kita sedih sepenuhnya, setelah itu Kita sudah harus bersiap lagi menghadapi episode baru lagi.
Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak menipu, saleh & selalu rendah hati, Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit, sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan dan kekurangan Kita apa adanya dengan penuh syukur.
Pernahkah Kita menyadari?
Kita sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang, uang hanyalah alat tukar, Kita sebenarnya membeli rumah dari waktu Kita.
Ya, Kita mungkin harus kerja siang malam utk bayar KPR selama 15 tahun atau beli mobil/motor kredit selama 3 tahun. Itu semua sebenarnya Kita dapatkan dari membarter waktu Kita, Kita menjual waktu Kita dari pagi hingga malam kepada penawar tertinggi untuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa telepon dll...
Aset terbesar Kita bukanlah rumah/mobil Kita, tapi diri Kita sendiri, Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat dari orang bodoh... Semakin berharga diri Kita, semakin mahal orang mau membeli waktu Kita...
Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor ngidul di seminar bisa dibayar 200 juta atau harga 2 jam seminar Pak Tung bisa mencapai 100 juta!!!
Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods & Michael Jordan sebesar 200 juta dollar, hanya untuk memakai produk Nike. Suatu produk bermerk menjadi mahal/berharga bukan karena merk-nya, tapi karena produk tsb dipakai oleh siapa...
Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan diperebutkan, bisa terjual 80 juta dollar, sedangkan bola basket bekas dengan merk sama, bila kita jual harganya justru malah turun...
Hidup ini kok lucu,
Lucu bila setelah Kita membaca tulisan di atas Namun Kita masih mengejar fatamorgana tersebut ketimbang menghabiskan waktu Kita yang sangat berharga untuk sungkem sama orang tua yang begitu mencintai Kita, memeluk hangat pasangan hidup kita, mengatakan "I love you" kepada orang2 yang Kita cintai.
Lakukanlah ini selagi Kita masih punya waktu, selagi Kita masih sempat, Kita tidak pernah tahu kapan Kita akan meninggal, mungkin besok pagi, mungkin nanti malam, LIFE is so SHORT.
Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Kita, entah itu bermain bola, memancing, menonton bioskop, makan makanan favorit Kita, berkebun, bermain catur, atau berkaraoke.. .
Enjoy Ur Life, LIFE is so SHORT....
Jadikan detik-detik di hari-hari kita sebagai rangkaian hidup penuh makna. Semakin bermakna ketika kita berbesar hati dengan saling memaafkan. Mohon maaf lahir bathin atas segala khilaf. Selamat brlebaran.
Salam Penuh Syukur
Emma Juragan Training
Rabu, Juli 29, 2009
Keberanian Entrepreneur Wanita
Peluang bisnis bagi wanita, sebenarnya sangat besar. Bukan hanya untuk saat ini, tapi juga untuk saat yang akan datang. Bahkan, peluang bisnis Enterepreneur wanita itu sebenarnya lebih besar dari pada Entrepreneur laki-laki.
Itu karena dia punya kelebihan. Kelebihannya adalah terletak justru pada “Kewanitaannya”. Dimana, sosok Entrepreneur wanita itu lebih unggul dalam negoisasi. Itu mungkin karena keluwesan atau fleksibilitasnya. Atau istilah Candi G. Brush, professor assistant dari management police of Boston University, entrepreneur wanita lebih kooperatif, informal, dan lebih mudah membangun kesepakatan dengan pihak lain.
Sebaiknya, entrepreneur laki-laki cenderung lebih kompetitif, lebih terkesan formal, dan lebih suka berpikir sistematik.
Selain itu, menurut saya, entrepreneur wanita juga cenderung lebih pekaintuisi bisnisnya. Sehingga saya yakin, jika mampu mengembangkan kelebihannya itu, tentu bisnisnya juga akan berkembang luar biasa. Seperti kalau kita lihat, keberhasilan entrepreneur wanita seperti Dr.Martha Tilar, Moeryati Soedibyo, Poppy Dharsono, Dewi Motik, dan Nyonya Suharti.
Hanya saja, sayangnya saya melihat entrepreneur wanita umumnya dikenal terlalu hati-hati dalam berbisnis, dan bahkan terlalu takut untuk mengambil risiko. Sehingga, jika kelemahan itu tidak berhasil kelola dengan baik, maka jelas akan mengakibatkan jumlah entrepreneur wanita yang terjun ke dunia usaha saat sekarang ini, relative kecil.
Contohnya, anggota IWAPI (Ikatan Wanita Penguasaha Indonesia) yang jumlahnya relative lebih sedikit daripada kalau kita bandingkan dengan anggota KADIN atau HIPMI atau organisasi serupa yang “laki-laki”. Mungkin hal itu bisa saja karena kebanyakan bisnis yang dimiliki entrepreneur wanita, lebih sedikit daripada jika mereka bekerja pada suatu peusahaan. Seperti yang diungkapkan oleh sebuah riset dari institute for women’s policy research di Washington DC.
Sementara, Marger Lovero, direktur dari Entrepreneurial Center at Manattanvile College mengatakan, bahwa entrepreneur wanita itu sulit berkembang maju, juga karena mereka cenderung mempertahankan bisnis kecilnya. Sebab, baginya menjadi besar, tapi lebih pada keinginan untuk mencoba men-support dirinya sendiri atau mandiri, membawa keseimbangan dan fleksibilitas dalam mengatur waktu kesehariannya. Tapi kalau dia bekerja di perusahaan lain, fleksibilitas itu tidak didapatkannya.
Dalam konteks inilah, barangkali ada baiknya sekarang ini bisnis di kalangan entrepreneur wanita, perlu untuk terus didorong pada kegiatan bisnis industri rumah tangga, yang lebih memungkinkan bisnis atau jiwa entrepreneur bisa terus berkembang. Oleh karena itulah, saya kira meski keberanian wanita di dalam menekuni dunia usaha tidak sebesar keberanian yang dilakukan entrepreneur laki-laki, namaun jika entrepreneur wanita ingin berkembang bisnisnya, dia semestinya berani mengambil risiko, dan lebih berani membentuk jaringan bisnis yang lebih luas lagi.
(Purdie Chandra)
THE POWER OF KEPEPET HADIR DI SOLO 4 AGUSTUS 2009 di Auditorium Mohammad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), DAPATKAN SEGERA HARGA SPESIAL UNTUK KOMUNITAS HANYA Rp. 125.000 SEBELUM 2 AGUSTUS 2009, CP: EMMA 081575003133
Itu karena dia punya kelebihan. Kelebihannya adalah terletak justru pada “Kewanitaannya”. Dimana, sosok Entrepreneur wanita itu lebih unggul dalam negoisasi. Itu mungkin karena keluwesan atau fleksibilitasnya. Atau istilah Candi G. Brush, professor assistant dari management police of Boston University, entrepreneur wanita lebih kooperatif, informal, dan lebih mudah membangun kesepakatan dengan pihak lain.
Sebaiknya, entrepreneur laki-laki cenderung lebih kompetitif, lebih terkesan formal, dan lebih suka berpikir sistematik.
Selain itu, menurut saya, entrepreneur wanita juga cenderung lebih pekaintuisi bisnisnya. Sehingga saya yakin, jika mampu mengembangkan kelebihannya itu, tentu bisnisnya juga akan berkembang luar biasa. Seperti kalau kita lihat, keberhasilan entrepreneur wanita seperti Dr.Martha Tilar, Moeryati Soedibyo, Poppy Dharsono, Dewi Motik, dan Nyonya Suharti.
Hanya saja, sayangnya saya melihat entrepreneur wanita umumnya dikenal terlalu hati-hati dalam berbisnis, dan bahkan terlalu takut untuk mengambil risiko. Sehingga, jika kelemahan itu tidak berhasil kelola dengan baik, maka jelas akan mengakibatkan jumlah entrepreneur wanita yang terjun ke dunia usaha saat sekarang ini, relative kecil.
Contohnya, anggota IWAPI (Ikatan Wanita Penguasaha Indonesia) yang jumlahnya relative lebih sedikit daripada kalau kita bandingkan dengan anggota KADIN atau HIPMI atau organisasi serupa yang “laki-laki”. Mungkin hal itu bisa saja karena kebanyakan bisnis yang dimiliki entrepreneur wanita, lebih sedikit daripada jika mereka bekerja pada suatu peusahaan. Seperti yang diungkapkan oleh sebuah riset dari institute for women’s policy research di Washington DC.
Sementara, Marger Lovero, direktur dari Entrepreneurial Center at Manattanvile College mengatakan, bahwa entrepreneur wanita itu sulit berkembang maju, juga karena mereka cenderung mempertahankan bisnis kecilnya. Sebab, baginya menjadi besar, tapi lebih pada keinginan untuk mencoba men-support dirinya sendiri atau mandiri, membawa keseimbangan dan fleksibilitas dalam mengatur waktu kesehariannya. Tapi kalau dia bekerja di perusahaan lain, fleksibilitas itu tidak didapatkannya.
Dalam konteks inilah, barangkali ada baiknya sekarang ini bisnis di kalangan entrepreneur wanita, perlu untuk terus didorong pada kegiatan bisnis industri rumah tangga, yang lebih memungkinkan bisnis atau jiwa entrepreneur bisa terus berkembang. Oleh karena itulah, saya kira meski keberanian wanita di dalam menekuni dunia usaha tidak sebesar keberanian yang dilakukan entrepreneur laki-laki, namaun jika entrepreneur wanita ingin berkembang bisnisnya, dia semestinya berani mengambil risiko, dan lebih berani membentuk jaringan bisnis yang lebih luas lagi.
(Purdie Chandra)
THE POWER OF KEPEPET HADIR DI SOLO 4 AGUSTUS 2009 di Auditorium Mohammad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), DAPATKAN SEGERA HARGA SPESIAL UNTUK KOMUNITAS HANYA Rp. 125.000 SEBELUM 2 AGUSTUS 2009, CP: EMMA 081575003133
Malu Mengeluh
Pernahkah anda mendengar seseorang mengatakan bahwa manusia itu adalah mahluk yang suka berkeluh kesah? Saya mendengar itu sudah sangat lama. Mungkin ketika saya masih kecil. Dan sekarang setelah memasuki usia dewasa, saya mendapati bahwa hal itu benar adanya. Kenyataannya, sangat mudah bagi kita untuk mengeluhkan tentang ini dan itu. Kita bisa mengeluh tentang penghasilan. Kita bisa mengeluh tentang pekerjaan. Tentang kesehatan. Tentang atap rumah yang bocor. Tentang jerawat yang membandel. Tentang sariawan akibat bibir tergigit secara tidak sengaja. Bahkan, kita mengeluh karena terlalu banyak hal yang harus kita keluhkan. Lantas, kapan kita akan berhenti mengeluh?
Belum lama ini saya bertemu dengan seseorang yang saya kagumi. Sebenarnya, pertemuan itu dijadwalkan untuk melakukan wawancara supaya saya bisa memahami kebutuhan perusahaan itu akan program pelatihan yang saya fasilitasi. Selama proses wawancara itu, kami merasa mulai akrab satu sama lain, sehingga kami tidak menyadari bahwa sebelumnya kami sama sekali tidak saling mengenal. Oleh karena itu, setelah semua hal yang saya agendakan untuk didiskusikan dalam wawancara itu selesai, ada perasaan aneh yang kami rasakan, yaitu; kami seolah belum ingin berhenti berdiskusi. Walhasil, pembicaraan kami memasuki ’topik’ yang sifatnya lebih personal. Tepatnya, tentang ’konsep diri’ masing-masing. Lebih tepatnya lagi; saya mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan konsep diri beliau. Sebab, saya lebih banyak mengeksplorasi dan mendengar daripada mengemukan pandangan saya sendiri.
Ada begitu banyak pelajaran yang saya dapatkan. Namun, satu hal yang bisa saya paparkan disini adalah tentang pandangan beliau mengenai rasa malu. Rasa malu? Ya, rasa malu. Tetapi, ini bukan rasa malu kita dihadapan sesama manusia. Melainkan rasa malu kepada Tuhan. Hebatnya lagi, orang yang saya kagumi ini mampu menggambarkan pelajaran penting itu dalam sebuah kalimat sederhana. Maaf, bukan kalimat, melainkan sebuah frase yang dibangun oleh dua kata, yaitu;’Malu Mengeluh’.
Jika kita merasa malu untuk berlari-lari dijalanan dengan tubuh tanpa busana, maka kita tidak akan melakukannya. Itu pasti. Kecuali jika kita sudah kehilangan akal sehat; maka apapun tidak akan membuat kita malu. Bayangkan, apa yang terjadi jika seseorang merasa malu untuk mengeluh. Dia malu kepada Tuhan jika harus mengeluh. Lho, bukankah orang bijak menyarankan agar kita mengadukan segala permasalahan yang kita hadapi itu kepada Tuhan? Benar. Namun, mengeluh bukanlah istilah lain dari frase ’mengadukan setiap permasalahan kepada Tuhan’.
Ketika kita mengadukan persoalan hidup kepada Tuhan, kita mengakui bahwa diri ini memang lemah. Dan kita berharap agar Tuhan berkenan untuk memberikan bantuan. Sedangkan mengeluh? Ini beda. Sebab, ketika kita mengeluh kita merasa ada sesuatu yang salah dengan takdir ini. Sehingga, ketika mengeluh sesungguhnya kita seperti menyalahkan nasib atas semua hal yang kita alami. Padahal, ada banyak bukti bahwa keluhan yang kita lontarkan selalu bersumber kepada kurangnya rasa syukur kita atas semua pencapaian yang sudah kita raih. Itulah sebabnya, mengapa ’mengeluh’ itu bukan monopoli orang susah. Orang yang sukses pun sangat terampil mengeluh. Ibaratnya, si A mengeluhkan nasibnya yang tidak sebaik si B. Sebaliknya, si B mengeluhkan takdirnya yang tidak senyaman si A. Anehnya, jika saja si A dan si B saling bertukar posisi; belum tentu mereka akan berhenti mengeluh.
Sahabat baru saya itu bercerita tentang berbagai pencapaian yang pernah diraihnya. Baik pencapaian karir profesionalnya, maupun pencapaian dalam bidang kehidupan lain. Semua itu cukup untuk membuat saya mengagumi semua pencapaian beliau. Tidak banyak orang yang bisa seperti dirinya. Tentu saya tidak bermaksud melebih-lebihkan. Karena kenyataannya manusia memang tidak sempurna. Namun, diantara ketidaksempurnaan itu; ada orang-orang yang amat diberkati. Lalu dia berkata; ”Itulah sebabnya, saya merasa malu untuk mengeluh......”
Saya tersentak mendengar itu. Sebab, kalimat itu benar-benar menohok jantung saya. Memang, tidak ada satu manusia pun yang kehidupannya selalu indah. Sebab, kita percaya bahwa kehidupan itu seperti roda. Kadang diatas, kadang dibawah. Tetapi, orang-orang yang senantiasa berterimakasih atas semua pengalaman diri ketika roda kehidupannya tengah berada diatas; adalah mereka yang tidak hendak menghapus semua keindahan itu dengan kesulitan yang dia hadapi saat roda kehidupan tengah menekannya dibawah.
Ketika kita sungguh-sungguh berterimakasih atas sebuah berkat, maka kita tidak akan mengeluh ketika tengah diuji dengan sebuah situasi sulit. Sebaliknya, kita semakin berterimakasih karena ternyata nikmat yang dulu pernah didapat itu begitu bernilai. Dan ketika kita begitu khusyuknya bersyukur, kita lupa untuk mengeluh. Bahkan, sekalipun kita ingat; kita tidak jadi mengeluh. Karena, kita malu untuk mengeluh. Oleh karenanya, yang terucap dan tertindak tiada lain adalah ungkapan penghargaan atas semua kenikmatan yang telah Tuhan anugerahkan. Sekalipun Tuhan tengah mengujinya, tetapi kita merasa malu mengeluh. Lalu kembali berterima kasih. Duh, betapa santunnya seorang hamba ketika terus berterimakasih, bahkan ketika tengah berada dalam ujian. Pantaslah jika semakin hari, dia semakin disayang oleh Tuhan.
Oleh : Dadang Kadarusman
THE POWER OF KEPEPET HADIR DI SOLO 4 AGUSTUS 2009 di Auditorium Mohammad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), DAPATKAN SEGERA HARGA SPESIAL UNTUK KOMUNITAS HANYA Rp. 125.000 SEBELUM 2 AGUSTUS 2009, CP: EMMA 081575003133
Belum lama ini saya bertemu dengan seseorang yang saya kagumi. Sebenarnya, pertemuan itu dijadwalkan untuk melakukan wawancara supaya saya bisa memahami kebutuhan perusahaan itu akan program pelatihan yang saya fasilitasi. Selama proses wawancara itu, kami merasa mulai akrab satu sama lain, sehingga kami tidak menyadari bahwa sebelumnya kami sama sekali tidak saling mengenal. Oleh karena itu, setelah semua hal yang saya agendakan untuk didiskusikan dalam wawancara itu selesai, ada perasaan aneh yang kami rasakan, yaitu; kami seolah belum ingin berhenti berdiskusi. Walhasil, pembicaraan kami memasuki ’topik’ yang sifatnya lebih personal. Tepatnya, tentang ’konsep diri’ masing-masing. Lebih tepatnya lagi; saya mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan konsep diri beliau. Sebab, saya lebih banyak mengeksplorasi dan mendengar daripada mengemukan pandangan saya sendiri.
Ada begitu banyak pelajaran yang saya dapatkan. Namun, satu hal yang bisa saya paparkan disini adalah tentang pandangan beliau mengenai rasa malu. Rasa malu? Ya, rasa malu. Tetapi, ini bukan rasa malu kita dihadapan sesama manusia. Melainkan rasa malu kepada Tuhan. Hebatnya lagi, orang yang saya kagumi ini mampu menggambarkan pelajaran penting itu dalam sebuah kalimat sederhana. Maaf, bukan kalimat, melainkan sebuah frase yang dibangun oleh dua kata, yaitu;’Malu Mengeluh’.
Jika kita merasa malu untuk berlari-lari dijalanan dengan tubuh tanpa busana, maka kita tidak akan melakukannya. Itu pasti. Kecuali jika kita sudah kehilangan akal sehat; maka apapun tidak akan membuat kita malu. Bayangkan, apa yang terjadi jika seseorang merasa malu untuk mengeluh. Dia malu kepada Tuhan jika harus mengeluh. Lho, bukankah orang bijak menyarankan agar kita mengadukan segala permasalahan yang kita hadapi itu kepada Tuhan? Benar. Namun, mengeluh bukanlah istilah lain dari frase ’mengadukan setiap permasalahan kepada Tuhan’.
Ketika kita mengadukan persoalan hidup kepada Tuhan, kita mengakui bahwa diri ini memang lemah. Dan kita berharap agar Tuhan berkenan untuk memberikan bantuan. Sedangkan mengeluh? Ini beda. Sebab, ketika kita mengeluh kita merasa ada sesuatu yang salah dengan takdir ini. Sehingga, ketika mengeluh sesungguhnya kita seperti menyalahkan nasib atas semua hal yang kita alami. Padahal, ada banyak bukti bahwa keluhan yang kita lontarkan selalu bersumber kepada kurangnya rasa syukur kita atas semua pencapaian yang sudah kita raih. Itulah sebabnya, mengapa ’mengeluh’ itu bukan monopoli orang susah. Orang yang sukses pun sangat terampil mengeluh. Ibaratnya, si A mengeluhkan nasibnya yang tidak sebaik si B. Sebaliknya, si B mengeluhkan takdirnya yang tidak senyaman si A. Anehnya, jika saja si A dan si B saling bertukar posisi; belum tentu mereka akan berhenti mengeluh.
Sahabat baru saya itu bercerita tentang berbagai pencapaian yang pernah diraihnya. Baik pencapaian karir profesionalnya, maupun pencapaian dalam bidang kehidupan lain. Semua itu cukup untuk membuat saya mengagumi semua pencapaian beliau. Tidak banyak orang yang bisa seperti dirinya. Tentu saya tidak bermaksud melebih-lebihkan. Karena kenyataannya manusia memang tidak sempurna. Namun, diantara ketidaksempurnaan itu; ada orang-orang yang amat diberkati. Lalu dia berkata; ”Itulah sebabnya, saya merasa malu untuk mengeluh......”
Saya tersentak mendengar itu. Sebab, kalimat itu benar-benar menohok jantung saya. Memang, tidak ada satu manusia pun yang kehidupannya selalu indah. Sebab, kita percaya bahwa kehidupan itu seperti roda. Kadang diatas, kadang dibawah. Tetapi, orang-orang yang senantiasa berterimakasih atas semua pengalaman diri ketika roda kehidupannya tengah berada diatas; adalah mereka yang tidak hendak menghapus semua keindahan itu dengan kesulitan yang dia hadapi saat roda kehidupan tengah menekannya dibawah.
Ketika kita sungguh-sungguh berterimakasih atas sebuah berkat, maka kita tidak akan mengeluh ketika tengah diuji dengan sebuah situasi sulit. Sebaliknya, kita semakin berterimakasih karena ternyata nikmat yang dulu pernah didapat itu begitu bernilai. Dan ketika kita begitu khusyuknya bersyukur, kita lupa untuk mengeluh. Bahkan, sekalipun kita ingat; kita tidak jadi mengeluh. Karena, kita malu untuk mengeluh. Oleh karenanya, yang terucap dan tertindak tiada lain adalah ungkapan penghargaan atas semua kenikmatan yang telah Tuhan anugerahkan. Sekalipun Tuhan tengah mengujinya, tetapi kita merasa malu mengeluh. Lalu kembali berterima kasih. Duh, betapa santunnya seorang hamba ketika terus berterimakasih, bahkan ketika tengah berada dalam ujian. Pantaslah jika semakin hari, dia semakin disayang oleh Tuhan.
Oleh : Dadang Kadarusman
THE POWER OF KEPEPET HADIR DI SOLO 4 AGUSTUS 2009 di Auditorium Mohammad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), DAPATKAN SEGERA HARGA SPESIAL UNTUK KOMUNITAS HANYA Rp. 125.000 SEBELUM 2 AGUSTUS 2009, CP: EMMA 081575003133
Apakah yang menjadikan diri kita?
Pada awalnya pasti orang menjalani namanya mencari uang, tidak ada orang yang langsung menjadi pribadi yang dicari uang, semua butuh proses.
selama proses untuk berubah menjadi pribadi yang dicari uang (uang halal), kita mesti haruslah terlebih dahulu menjadi pribadi yang disukai oleh orang diantaranya adalah:
1.Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh
semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena
yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan
kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau
memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak".
Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi
dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi
keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
2. Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru
mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap
rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
3. Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang
setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya
komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
4. Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat
segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk
sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang
lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka
mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan
sebagainya.
5. Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak
harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria
adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu
berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain,
juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong
semangat orang lain.
6. Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan
sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya.
Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk
disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan
menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang
bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
7. Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana
adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya
diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia
tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
8. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci
dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak
membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
9. Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka
membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-
masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir
dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah
yang berada di luar kontrolnya.
10. Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja
pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain.
Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua
belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia
selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Life for Success
(oleh:Hendry R.)
selama proses untuk berubah menjadi pribadi yang dicari uang (uang halal), kita mesti haruslah terlebih dahulu menjadi pribadi yang disukai oleh orang diantaranya adalah:
1.Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh
semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena
yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan
kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau
memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak".
Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi
dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi
keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
2. Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru
mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap
rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
3. Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang
setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya
komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
4. Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat
segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk
sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang
lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka
mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan
sebagainya.
5. Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak
harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria
adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu
berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain,
juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong
semangat orang lain.
6. Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan
sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya.
Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk
disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan
menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang
bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
7. Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana
adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya
diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia
tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
8. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci
dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak
membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
9. Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka
membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-
masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir
dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah
yang berada di luar kontrolnya.
10. Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja
pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain.
Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua
belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia
selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Life for Success
(oleh:Hendry R.)
SIAPAPUN BISA JADI PENGUSAHA
Banyak sekali jalan menjadi entrepreneur, bahkan ketika tak serupiah pun duit di kantong Anda. Bagaimana caranya? Peluang apa saja yang bisa segera ditubruk?
Tak ada profesi yang sedemokratis profesi Entrepreneur (wirausaha/pengusaha). Siapa pun Anda, asalkan hari ini punya keberanian, hari ini juga Anda bisa langsung menjadi pengusaha — bahkan ketika tak serupiah pun duit di kantong Anda. Bandingkan, misalnya, untuk menjadi dokter, Anda mesti kuliah dulu bertahun-tahun di fakultas kedokteran. Demikian pula profesi lain seperti pengacara, arsitek, apoteker, psikolog, atau ahli konstruksi.
Memang, umumnya orang berpandangan, untuk menjadi wirausaha kita harus menyiapkan uang tunai lebih dulu sebagai modal. Itu sebabnya banyak orang sibuk berburu uang untuk menghimpun modal, biasanya dengan menjadi karyawan di perusahaan orang. Setelah dirasa cukup, barulah memutuskan membuka usaha sendiri. Namun ceritanya akan lain jika — dan ini yang sering terjadi — uang yang didapat ternyata dirasa hanya pas untuk hidup sehari-hari. Alhasil, cita-cita membuka usaha sendiri tinggallah cita-cita, karena usia keburu habis tersita untuk memikirkan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Pandangan bahwa untuk memulai usaha harus tersedia uang tunai, tak sepenuhnya benar. Dan itu telah dibuktikan oleh para pengusaha sukses. Sebagian besar dari mereka mengawali usaha justru ketika mereka tidak punya apa-apa, terdesak, putus sekolah/kuliah lantaran tak ada biaya, atau bahkan karena merasa terhina. Dalam kondisi nothing to loose ini, keberanian dan kenekatan mereka muncul. Dalam kondisi bukan siapa-siapa, mereka dipaksa untuk membangun “mimpi” masa depan, tertantang untuk meraihnya, dan berusaha keras menyusun strategi untuk mencapainya.
Keberanian dan motivasi yang menyala-nyala itu sekaligus menyingkirkan segala hal yang sebelumnya dianggap memalukan. Misalnya, karena tak punya uang serupiah pun di kantong, mereka tak segan-segan mengawali usaha sebagai makelar rumah, mobil, barang elektronik, aneka bahan bangunan, bahan kebutuhan pokok, atau barang-barang lainnya. Dengan modal dengkul ini, mereka langsung memetik keuntungan dari komisi atau berdasarkan kesepakatan lain yang ditentukan bersama pemilik barang.
Cara lain, misalnya, menjual jasa dengan lebih dulu meminta uang muka. Ini bisa dilakukan di industri jasa pendidikan seperti bimbingan belajar, les bahasa Inggris, kursus musik (piano, gitar, biola, dan sebagainya). Atau, bisa juga konsumen memesan barang tertentu kepada kita, tetapi sebelum barang pesanan itu kita kerjakan, kita minta uang muka lebih dulu. Nah, uang muka dari para konsumen itulah yang kita jadikan modal untuk menggelindingkan bisnis.
Gampang kan? Masih ada lagi. Kalau Anda kebetulan punya keahlian khusus, memasak misalnya, Anda bisa mencari pemodal untuk membuka restoran dengan sistem bagi hasil. Jurus-jurus seperti itulah yang tak bosannya diserukan Purdi E. Chandra, pendiri sekaligus “guru besar” Entrepreneur University, di depan para muridnya. Purdi sendiri drop out dari kuliahnya di tahun kedua gara-gara kesulitan uang kuliah dan biaya hidup. “Terus terang, dorongan terkuat dari dalam diri saya waktu memutuskan terjun ke dunia bisnis karena saya minder pada teman-teman kuliah yang hidupnya serba kepenak dan kelihatannya kaya-kaya,” ungkap pendiri dan pemilik Primagama Group, yang mengelola jaringan bimbingan belajar terbesar di Tanah Air. Kini, walaupun tidak menyelesaikan kuliahnya, Purdilah yang paling bos dan terkaya di antara anak-anak Angkatan 1979 Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang sekarang bekerja di berbagai tempat.
Yang menggembirakan, belakangan semakin marak tren untuk sejak awal memutuskan menjadi wirausaha sebagai pilihan hidup. Banyak lulusan segar perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri, tanpa ragu bertekad membangun bisnis sendiri. Demikian juga, tak sedikit profesional di perusahaan mapan tiba-tiba ganti haluan menjadi pengusaha. Seperti akan Anda baca pada tulisan Sajuta berikutnya, dengan bekal pendidikan yang lebih bagus, luasnya jejaring serta pengalaman yang matang, kelompok ini memang relatif lebih jeli memilih bidang bisnis yang belum digeluti orang, sehingga banyak dari mereka cepat meraih sukses. Namun, yang paling disaluti dari mereka adalah keberaniannya memutuskan terjun di dunia bisnis, membangun visi, dan eksekusinya yang gigih.
Sungguh banyak jalan untuk menjadi wirausaha. Profesi seperti dokter, arsitek, desiner interior, pengacara, atau bahkan artis, sebetulnya tinggal selangkah lagi bisa menjadi pengusaha jika mereka mau. Dokter bisa bikin klinik atau bahkan rumah sakit sendiri. Pengacara dapat mendirikan kantor konsultan hukum. Desainer interior bisa bikin kantor konsultan desain dan interior. Artis, dengan pergaulannya yang luas, bisa segera mendirikan rumah produksi sendiri.
Kalau punya uang dan tak ingin terlalu repot, Anda bisa langsung menjadi pengusaha dengan membeli waralaba (franchise) produk/jasa terkenal yang sudah terbukti sukses. Dengan semakin derasnya arus barang (baik lokal maupun dari mancanegara), bisnis keagenan dan distribusi pun sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.
Dalam perjalanannya, seperti halnya dalam kehidupan yang lain, para wirausaha pun dihadapkan pada banyak jebakan dan godaan. Salah satu sindrom yang sering muncul adalah euforia sukses. Karena telah membuktikan diri sukses, dorongan untuk mengejar sukses-sukses yang lain pun sering sedemikian menggebu sehingga mengabaikan kemampuan riilnya. Banyak contoh pengusaha yang awalnya maju pesat berkat bisnisnya yang berkembang sangat bagus, tiba-tiba limbung lalu terjungkal gara-gara terlalu ekspansif ke bidang-bidang baru yang belum begitu dikuasainya. Jadi, hati-hatilah. Laju boleh cepat tapi ritme hendaknya tetap terjaga.
Yang jelas, gairah menuju entrepreneurial society ini perlu disambut hangat. Sebab, sumbangan pengusaha kecil dan menengah terhadap perekonomian nasional — seperti sudah sangat kerap didengung-dengungkan — tak perlu disangsikan lagi. Terutama, dalam hal penyediaan lapangan kerja dan andilnya dalam membangun struktur perekonomian nasional yang sehat. Karena itu, sudah saatnya pemerintah (khususnya pemda) makin terpacu untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi munculnya para wirausaha baru. Bentuknya bisa macam-macam, antara lain ketersediaan kredit yang memadai bagi small and medium enterprises, penyaluran dana BUMN ke sasaran yang tepat, tidak membebani pajak secara tidak proposional, dan lain sebagainya.
KINI ROADSHOW THE POWER KEPEPET HADIR DI SOLO 4 Agustus 2009 di Auditorium Mohammad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), DAPATKAN HARGA SPESIAL UNTUK PARA KOMUNITAS ENTREPRENEUR DAN WIRAUSAHA MUDA HANYA Rp. 125.000 SEBELUM Tgl 2 Agustus 2009 CP: EMMA 081575003133
Tak ada profesi yang sedemokratis profesi Entrepreneur (wirausaha/pengusaha). Siapa pun Anda, asalkan hari ini punya keberanian, hari ini juga Anda bisa langsung menjadi pengusaha — bahkan ketika tak serupiah pun duit di kantong Anda. Bandingkan, misalnya, untuk menjadi dokter, Anda mesti kuliah dulu bertahun-tahun di fakultas kedokteran. Demikian pula profesi lain seperti pengacara, arsitek, apoteker, psikolog, atau ahli konstruksi.
Memang, umumnya orang berpandangan, untuk menjadi wirausaha kita harus menyiapkan uang tunai lebih dulu sebagai modal. Itu sebabnya banyak orang sibuk berburu uang untuk menghimpun modal, biasanya dengan menjadi karyawan di perusahaan orang. Setelah dirasa cukup, barulah memutuskan membuka usaha sendiri. Namun ceritanya akan lain jika — dan ini yang sering terjadi — uang yang didapat ternyata dirasa hanya pas untuk hidup sehari-hari. Alhasil, cita-cita membuka usaha sendiri tinggallah cita-cita, karena usia keburu habis tersita untuk memikirkan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Pandangan bahwa untuk memulai usaha harus tersedia uang tunai, tak sepenuhnya benar. Dan itu telah dibuktikan oleh para pengusaha sukses. Sebagian besar dari mereka mengawali usaha justru ketika mereka tidak punya apa-apa, terdesak, putus sekolah/kuliah lantaran tak ada biaya, atau bahkan karena merasa terhina. Dalam kondisi nothing to loose ini, keberanian dan kenekatan mereka muncul. Dalam kondisi bukan siapa-siapa, mereka dipaksa untuk membangun “mimpi” masa depan, tertantang untuk meraihnya, dan berusaha keras menyusun strategi untuk mencapainya.
Keberanian dan motivasi yang menyala-nyala itu sekaligus menyingkirkan segala hal yang sebelumnya dianggap memalukan. Misalnya, karena tak punya uang serupiah pun di kantong, mereka tak segan-segan mengawali usaha sebagai makelar rumah, mobil, barang elektronik, aneka bahan bangunan, bahan kebutuhan pokok, atau barang-barang lainnya. Dengan modal dengkul ini, mereka langsung memetik keuntungan dari komisi atau berdasarkan kesepakatan lain yang ditentukan bersama pemilik barang.
Cara lain, misalnya, menjual jasa dengan lebih dulu meminta uang muka. Ini bisa dilakukan di industri jasa pendidikan seperti bimbingan belajar, les bahasa Inggris, kursus musik (piano, gitar, biola, dan sebagainya). Atau, bisa juga konsumen memesan barang tertentu kepada kita, tetapi sebelum barang pesanan itu kita kerjakan, kita minta uang muka lebih dulu. Nah, uang muka dari para konsumen itulah yang kita jadikan modal untuk menggelindingkan bisnis.
Gampang kan? Masih ada lagi. Kalau Anda kebetulan punya keahlian khusus, memasak misalnya, Anda bisa mencari pemodal untuk membuka restoran dengan sistem bagi hasil. Jurus-jurus seperti itulah yang tak bosannya diserukan Purdi E. Chandra, pendiri sekaligus “guru besar” Entrepreneur University, di depan para muridnya. Purdi sendiri drop out dari kuliahnya di tahun kedua gara-gara kesulitan uang kuliah dan biaya hidup. “Terus terang, dorongan terkuat dari dalam diri saya waktu memutuskan terjun ke dunia bisnis karena saya minder pada teman-teman kuliah yang hidupnya serba kepenak dan kelihatannya kaya-kaya,” ungkap pendiri dan pemilik Primagama Group, yang mengelola jaringan bimbingan belajar terbesar di Tanah Air. Kini, walaupun tidak menyelesaikan kuliahnya, Purdilah yang paling bos dan terkaya di antara anak-anak Angkatan 1979 Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang sekarang bekerja di berbagai tempat.
Yang menggembirakan, belakangan semakin marak tren untuk sejak awal memutuskan menjadi wirausaha sebagai pilihan hidup. Banyak lulusan segar perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri, tanpa ragu bertekad membangun bisnis sendiri. Demikian juga, tak sedikit profesional di perusahaan mapan tiba-tiba ganti haluan menjadi pengusaha. Seperti akan Anda baca pada tulisan Sajuta berikutnya, dengan bekal pendidikan yang lebih bagus, luasnya jejaring serta pengalaman yang matang, kelompok ini memang relatif lebih jeli memilih bidang bisnis yang belum digeluti orang, sehingga banyak dari mereka cepat meraih sukses. Namun, yang paling disaluti dari mereka adalah keberaniannya memutuskan terjun di dunia bisnis, membangun visi, dan eksekusinya yang gigih.
Sungguh banyak jalan untuk menjadi wirausaha. Profesi seperti dokter, arsitek, desiner interior, pengacara, atau bahkan artis, sebetulnya tinggal selangkah lagi bisa menjadi pengusaha jika mereka mau. Dokter bisa bikin klinik atau bahkan rumah sakit sendiri. Pengacara dapat mendirikan kantor konsultan hukum. Desainer interior bisa bikin kantor konsultan desain dan interior. Artis, dengan pergaulannya yang luas, bisa segera mendirikan rumah produksi sendiri.
Kalau punya uang dan tak ingin terlalu repot, Anda bisa langsung menjadi pengusaha dengan membeli waralaba (franchise) produk/jasa terkenal yang sudah terbukti sukses. Dengan semakin derasnya arus barang (baik lokal maupun dari mancanegara), bisnis keagenan dan distribusi pun sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.
Dalam perjalanannya, seperti halnya dalam kehidupan yang lain, para wirausaha pun dihadapkan pada banyak jebakan dan godaan. Salah satu sindrom yang sering muncul adalah euforia sukses. Karena telah membuktikan diri sukses, dorongan untuk mengejar sukses-sukses yang lain pun sering sedemikian menggebu sehingga mengabaikan kemampuan riilnya. Banyak contoh pengusaha yang awalnya maju pesat berkat bisnisnya yang berkembang sangat bagus, tiba-tiba limbung lalu terjungkal gara-gara terlalu ekspansif ke bidang-bidang baru yang belum begitu dikuasainya. Jadi, hati-hatilah. Laju boleh cepat tapi ritme hendaknya tetap terjaga.
Yang jelas, gairah menuju entrepreneurial society ini perlu disambut hangat. Sebab, sumbangan pengusaha kecil dan menengah terhadap perekonomian nasional — seperti sudah sangat kerap didengung-dengungkan — tak perlu disangsikan lagi. Terutama, dalam hal penyediaan lapangan kerja dan andilnya dalam membangun struktur perekonomian nasional yang sehat. Karena itu, sudah saatnya pemerintah (khususnya pemda) makin terpacu untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi munculnya para wirausaha baru. Bentuknya bisa macam-macam, antara lain ketersediaan kredit yang memadai bagi small and medium enterprises, penyaluran dana BUMN ke sasaran yang tepat, tidak membebani pajak secara tidak proposional, dan lain sebagainya.
KINI ROADSHOW THE POWER KEPEPET HADIR DI SOLO 4 Agustus 2009 di Auditorium Mohammad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), DAPATKAN HARGA SPESIAL UNTUK PARA KOMUNITAS ENTREPRENEUR DAN WIRAUSAHA MUDA HANYA Rp. 125.000 SEBELUM Tgl 2 Agustus 2009 CP: EMMA 081575003133
Langganan:
Postingan (Atom)
